Slowing Down a Little Bit

So I havenโ€™t feeling well for the past four weeks. It started early December then getting worse right after Christmas. Nggak jelas sakitnya apa, pokoknya cepat banget nge-drop aja. Pemicu sepele bisa bikin badan ringkih banget. Salah makan sedikit langsung diare 5 hari (padahal biasanya juga gpp makan makanan itu). Atau kecapean sedikit terus sesak napas, batuk lalu asma kambuh. Nah, ini nih yang repot. Begitu asma kambuh biasanya agak lama buat pulih.

Akhirnya ya udah, 2 minggu terakhir ini istirahat aja di rumah nggak ngapa-ngapain. Satu yang saya nggak sadari ternyata beristirahat total itu menajamkan segala macam indera perasa saya.

 

Hal Remeh Temeh yang Mungkin Selama ini Terlewat

Saya kangen minum kopi ๐Ÿ˜€ hahaha. Cappuchino tepatnya. Sudah tiga minggu lebih nggak ngopi. Ngopi itu perkara sepele buat saya, tinggal ke coffee shop, atau pesan kopi susu ke adek saya lalu tinggal glek glek minum. Namun berhubung kurang sehat, ngopi jadi sesuatu yang istimewa. See, indera perasa saya jadi lebih peka.

Lalu karena kerjaan saya setiap hari cuma bangun tidur, mandi air anget, sarapan, minum obat lalu balik lagi ke kamar menunggu ngantuk datang (karena obatnya mengandung obat tidur) maka selama proses menunggu ngantuk itu saya jadi memperhatikan banyak hal.

Saya baru tahu kalau tetangga depan rumah sebelah kiri selalu menyalakan mobil jam 7 pagi, pergi entah ke mana dan balik lagi jam 9 pagi.

Tetangga persis depan rumah sudah 2 minggu pergi liburan dan belum balik-balik. Pembantunya aja yang ada di rumah bersih-bersih.

Tetangga sebelah kanan sering berantem sama supir taksi online perkara penjemputan ๐Ÿ˜€ Yes, I know karena kalo berantem via telepon itu tetangga keluar rumah dan ngomel-ngomel di halamannya. Otomatis kedengeran masuk ke kamar saya ๐Ÿ˜€ hahaha.

Si Bule, anjing tetangga 3 rumah dari rumah saya selalu mengonggong jam 6 pagi selama 10 menit. Entah kenapa. Habis itu senyap. (Apa mungkin ada hantu yang lewat setiap jam 6? Tapi si Bule mengonggong sih bukan melolong jadi saya curiga bukan hantu. Lagian hantu kok ya datang pagi-pagi? Keknya nggak mungkin deh hehehe).

Loving my bedroom view, this Dec-Jan always wake up to see these blooming flowers.

 

Namun ada satu hal yang sungguh saya senangi dari seluruh rangkaian pagi saya, riuh kicau burung selalu terdengar dari dalam kamar saya. Riuh banget yang bikin suasana teduh dan nyaman. Bikin hati adem dan tenang.

 

Mungkin saya telalu cepat menjalani hidup. Mungkin Tuhan kasih saya sakit saat ini supaya bisa slow down dan memperhatikan sekeliling. Menikmati hal-hal sederhana yang biasanya terlewat seperti kicau burung dan bunga kertas yang lagi mekar dengan rimbunnya. Mungkin.

 

Love,

Eka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s