Sehat Bersama Jovee

Waktu saya kecil dulu membicarakan tahun “2020” itu terdengar asing dan jauuuh sekali. Rasanya seperti berada di dekade baru yang “wow”. Namun ternyata, nggak terasa, here we are… Udah sampe aja di 2020, yang artinya kita (eh, saya) sudah semakin tua (dan semoga semakin kaya pengalaman). Hehehe.

Beberapa perbandingan foto antara tahun 2009-2010 dan 2019 yang sempat saya post di laman Instagram saya. Baca lebih lanjut

Cerita Toilet Training Basti

Umur berapa anak sudah bisa belajar toilet training? Ini udah waktunya lepas popok atau pospak belum ya? Kecepetan atau malah terlalu lambat? Moms, suka mikir gitu nggak? Duh, kalau ngomongin soal anak tuh ya rasa kuatir that we don’t do it right like other people kadang bikin insecure banget. Benar? 😀 (Itu elu kali, Ka. Moms yang lain enggak kok, lu insecure kok pake ngajak-ngajak :mrgreen: ) Hahaha.

—–

Terpancing sama cuitan @Ki_seKi di Twitter, saya jadi ingat bahwa meski dari dulu saya sudah meniatkan untuk menulis cerita soal toilet training-nya Basti, namun niat itu belum kesampaian bahkan sampe sekarang anaknya udah masuk TK. Berhubung sekarang lagi agak selo jadi saya tuliskan cerita toilet training Abang Basti. Sebagai pengingat dan arsip kenangan masa lalu yang (duh) rasanya kok masih kayak kemarin aja.

Sebelum cerita soal cara toilet training Basti, kita ngobrol soal serba-serbi toilet training dulu yuks. Baca lebih lanjut

Cara Membayar Denda Tilang

Gimana sih caranya membayar denda tilang? Apakah perlu datang sidang di pengadilan yang ditunjuk atau bisa titip sidang aja? Lalu kalau datang sidang, apakah bisa dilakukan sendiri atau harus lewat calo? Semua pemikiran itu muncul karena saya baru saja mendapatkan 2 denda tilang polisi. Lho kok bisa? Panjang deh ceritanya. Hiks.

Anw, pemikirian bahwa mengurus denda tilang itu ribet membuat saya malas mengurus semua ini. Padahal pemikiran itu muncul karena kita nggak tahu prosedurnya aja. Kalau paham sih ternyata nggak ribet-ribet banget kok.

Cara Membayar Denda Tilang

Setelah dijalani, ternyata cara membayar denda tilang ini cukup mudah. Baca lebih lanjut

Memulai Pariwisata yang Berkelanjutan dari Diri Sendiri

“Don’t destroy what you came to enjoy.” -anon-

Beberapa bulan lalu timeline saya ramai soal wisatawan asing di Bali yang di-blacklist oleh sebuah restoran karena menolak membayar makanannya seharga 95 ribu rupiah. Hal ini sudah beberapa kali dilakukannya sehingga pemilik restoran pun geram dan membukanya ke publik serta memasukkannya dalam daftar black list.

Pada kesempatan lain, ada wisatawan berbeda yang datang ke sebuah restoran, tidak membeli apa-apa dan hanya duduk numpang wifi. Kasusnya cukup viral dan jadi perbincangan. Padahal dengan membayar makanannya atau membeli sesuatu di tempat yang ia kunjungi, sesungguhnya para wisatawan membantu perekonomian lokal. Ada orang tua yang bisa menyekolahkan anaknya dari usaha tersebut, ada karyawan yang bisa menghidupi keluarganya atau sesederhana usaha lokal yang bisa terus bergulir. Baca lebih lanjut

Learning How to Say No

I’m still learning the first line, comfortably. Garis bawahi kata comfortably alias nyaman. Dididik sama orang tua untuk harus selalu patuh dan kena omel abis-abisan kalo enggak nurut, bikin saya nggak nyaman buat menolak.

Saya terbiasa untuk speak up apa maunya saya dan nggak ada masalah dengan itu. Namun begitu ada orang yang minta tolong, ambyar semua. Saya nggak nyaman menolak. Sering merasa bersalah atau nggak enakan gitu kalo ada yang minta tolong. Say No itu tingkat kesulitannya (buat saya) sama kaya kalau saya lagi bikin itinerary liburan keluarga ke Korea atau itinerary jalan-jalan ke Kamboja :D. Ribet. Baca lebih lanjut

Menata Ruang Tamu dengan Inspirasi Rumah Informa

Ketika beberapa waktu lalu kami pindah dari Sentul ke Jakarta, saya sempat uring-uringan sama suami soal penataan ruang tamu. Maklum, saya tipe perempuan banyak keinginan tapi lalu jadi bingung sendiri pas mau eksekusi karena kebanyakan ide. Hehehe. :mrgreen: Ada yang kayak saya juga gak ya?

“Aku tuh ya, pengen punya ruang tamu yang kekinian tapi barangnya awet. Trus nyaman buat kumpul-kumpul juga.” Kata saya pada suatu sore. Baca lebih lanjut

Lemmi Do it a Little Longer

So this morning I asked Basti to bath before we’re going out. I told him that I’ll help bathing him and guess what? He said NO. He said he can do it by himself. “No, Mami, I wanna bath myself. I’m five now, I’m big. I can do it!” and then he went to the bathroom, locked the door and left me standing alone feeling uncertain.

I don’t know how to respond that. I mean, I am proud that my kid (day by day) is being more independent and able to do his own personal stuff without my help… But to be honest I am not ready for this kind of rejection. I am not ready not feeling needed anymore :mrgreen: Baca lebih lanjut