Taste the Real Paris of Java at Aryaduta Bandung

Banyak hotel yang sering menyajikan masakan tradisional  sebagai menu andalannya. Namun, nggak banyak  yang cukup berani mengangkat masakan khas suatu daerah dan dipoles sedemikian rupa sehingga terlihat modern, up to date dan kontemporer. Padahal kalo menurut saya pribadi, masakan tardisional yang dikemas ulang menjadi apik merupakan daya tarik tersendiri yang menarik minat konsumen. Tentu saja yang tentik tetap ada penggemarnya, tapi para youngster sukanya kan yan lucu-lucu imut gitu. Nah, setau saya Aryaduta Hotels adalah salah satu chain hotels terkemuka di Indonesia yang berani mengambil langkah berani tersebut.

Continue reading

Advertisements

Bali Zoo: Bukan Sekedar Main ke Bonbin tapi juga Wisata Edukasi dan Konservasi

“Look mom, it’s a biiig cat!” Seru anak saya saat melihat harimau di televisi.

“No, son. That’s a tiger. They are still brothers with cat, though,” kata saya mengoreksi.

“No, mom. That’s a cat. CAT. CAAAAT,” kata anak saya ngotot.

Hahaha. Saya menghela napas panjang. Nampaknya sudah waktunya buat Basti diperkenalkan ke hewan-hewan untuk menambah khasanah pemikirannya. To be honest,  I am not a big fan of a zoo, tapi daripada anak saya beneran nggak ngerti binatang maka sudah waktunya buat Basti jalan-jalan ke bonbin :D. Dan kebetulan pas kami di Bali maka kami mampir ke Bali Zoo yang ada di Gianyar. Continue reading

Tips Memilih Pembantu Rumah Tangga (PRT / ART)

Sudah baca curhatan saya soal ART kemarin? Kalau belum baca dulu deh biar afdol 😀

Baca: Drama ART di rumah: Mulai dari Teflon Rusak Sampai Bawa Pacar Saat Nggak Ada Orang. Duh!

Ngomongin ART itu memang nggak ada habisnya, kalau beruntung, bisa dapat yang baik dan betahan tapi kalo lagi apes, ya bisa dapat yang bikin hati capek. Untuk urusan suster dan bibik saya pernah mengalami masa-masa beruntung dapat pegawai yang ikut sampai 2 tahun lalu berhenti karena menikah, tapi pernah juga kena drama bawa pacar pas saya nggak di rumah >.< Yah, memang mencari asisten buat rumah tangga itu susahnya melebihi cari jodoh kalo kata saya. :mrgreen: Hahaha.

tips-memilih-pembantu-rumah-tangga-prt-atau-art-untuk-bekerja-di-rumah Continue reading

Luigi Italian: Where the Appetite Meets the Taste

Siapa sih yang bisa menolak pizza? Ya ampun, makanan penggoyang lidah ini selalu cocok dimakan kapan aja, mau pagi, siang atau pun malam, tetep yum! Pizza jadi favorit karena topping-nya bisa gonta-ganti sesuai selera sehingga lidah nggak bosen.

Anyway, kalau lagi di Bali, wajib banget mampir ke Luigi Itallian di daerah Renon. Posisi restorannya yang ada di pinggir jalan besar mudah dilihat dan ditemukan. Continue reading

Resep Kolak Pisang Kolang-kaling

Puasa udah jalan 10 harian nih, Moms. Udah pada bikin kolak belum? Minuman (errr atau makanan ya? :P) dengan rasa manis legit ini biasanya selalu terhidang di meja makan saat puasa. Kolak seperti jadi hidangan wajib berbuka karena rasanya yang manis mampu mengembalikan tenaga setelah seharian menahan haus dan lapar lalu isinya yang nggak terlalu berat seperti pisang dan ubi cukup kuat untuk mengganjal perut sebelum makan besar yang biasanya dilakukan setelah sholat maghrib.

Nah, kalau belum tau cara masak kolak pisang maknyus yang bikin orang rumah ketagihan, sini sini baca dan cobain dulu resep dari saya. Continue reading

Lactacyd Herbal, Sahabat Karib Wanita Indonesia

No one can stop your dreams but yourself

Masih segar dalam ingatan saya obrolan sore dengan mama beberapa hari sebelum pernikahan saya. Sambil menyesap teh hangat dan camilan jualan tetangga depan rumah, kami bicara panjang lebar tentang banyak hal. Mulai dari menu catering yang sudah dipesan, model kebaya pernikahan kesukaan saya sampai nasihat-nasihat yang sangat pribadi. Semacam wejangan yang biasanya diberikan seorang ibu kepada putrinya. Continue reading

Spread Love Not Hate

“Kamu tau apa arti kafir?””Tidak,” jawab saya bingung kenapa tiba-tiba saya ditanyai apa arti kafir.

“Sekarang ini kata kafir sudah dibuat lebay sama para politisi. Kalo kamu tidak percaya sama iman saya ya kamu itu kafir! Sama aja, kamu memanggil saya domba tersesat kan?” Katanya dengan nada bertanya yang agak meninggi.

Saya hanya tersenyum mendengarnya. Ada logical fallacy di sini; terjadi pengambilan kesimpulan secara deduktif dengan menggunakan frame pemikiran yang diinginkan; karena ia memanggil saya kafir maka saya memanggil dia domba tersesat? Lha kok jadi ia yang memutuskan hal itu? Memangnya ia itu saya?

Tapi yang terlebih penting dari itu semua adalah soal toleransi. Saya bersyukur saat masih SD dulu diajari oleh guru PMP untuk dapat bertenggang rasa dan memilah mana perkataan yang bisa dikatakan kepada semua orang dan mana yang untuk kalangan sendiri. Balik ke soal kofar kafir… Tidak, saya tidak tersinggung. Ini justru jadi tambahan reminder buat saya. Kalau kata John Lennon dulu, “marilah kita menjadi orang yang lebih banyak menyebarkan cinta daripada kebencian.”  Kata-katanya emang lawas, tapi masih kekinian buat digunakan. Ada penggemar John Lennon di sini?

Note: Ini foto lama yang diambil di Kalibiru, Yogyakarta tahun lalu. Fotonya emang lama tapi kisahnya sih baru-baru aja terjadi.