Period Remedy

Period sucks 😅 They say after you gave birth, period will be just an easy peasy thing… But not! That one moment of the month is still torturing. That mood swing, the cramp, that exhausted feeling, all just so overwhelming. Not to mention becoming so needy, clingy and questioning everything. Gosh, I am just really not myself during this time.

Exercise usually help to reduce all those sympthoms but since I got my muscle torn up, I can’t do anything about it. So here I am trying to function with all the things going on in my body.

However I do have a little remedy to make myself feels better: Baca lebih lanjut

Elegi untuk Glenn Fredly

Lagu-lagu Glenn Fredly itu terasa sangat personal buat saya. Albumnya yang berjudul Selamat Pagi Dunia seolah menyuarakan jeritan suara hati sedalam-dalamnya. Bukan cuma satu atau dua lagu tapi satu album tuh rasanya soundtrack hidup GUE BANGET!

Saya jarang sekali menyukai penyanyi atau sebuah band sampai tergila-gila seperti seekor semut menyenangi gula. Alasannya sederhana saja; nggak mau kecewa. Nggak pengen pas lagi ngefans-ngefans-nya eh tahunya idolanya melakukan sesuatu yang bikin BT. Jadi cukup lumrah untuk saya memisahkan antara sebuah karya dan artis yang membuatnya. Baca lebih lanjut

The New Normal at Home

Memasuki hari ke-18 self-isolation di rumah karena pandemi Covid 19. Rasanya awut-awutan. Terus terang saya sudah nggak terlalu memperhatikan soal hari lagi. Udah lupa mana hari Senin, Selasa atau Rabu. Kapan akhir pekan atau hari kerja karena semua rasanya sama saat di rumah aja. Hahaha.

Ada banyak banget hal yang berubah di rumah karena virus dari Wuhan yang dulunya sempat populer dengan nama Corona itu. Yah namanya perubahan berarti ada yang mesti disesuaikan dan penyesuain itu butuh waktu serta kerjasama. Ada yang bikin seneng tapi banyak juga yang bikin senewen. Ada yang bikin saya tiba-tiba berada di survival mode, tapi ada yang bikin saya terharu biru.

Jadi, ini yang berubah di rumah karena Corona Virus aka Covid 19. Ditulis sebagai pengingat di masa depan akan saat-saat ini 🙂 Baca lebih lanjut

Learning How to Say No

I’m still learning the first line, comfortably. Garis bawahi kata comfortably alias nyaman. Dididik sama orang tua untuk harus selalu patuh dan kena omel abis-abisan kalo enggak nurut, bikin saya nggak nyaman buat menolak.

Saya terbiasa untuk speak up apa maunya saya dan nggak ada masalah dengan itu. Namun begitu ada orang yang minta tolong, ambyar semua. Saya nggak nyaman menolak. Sering merasa bersalah atau nggak enakan gitu kalo ada yang minta tolong. Say No itu tingkat kesulitannya (buat saya) sama kaya kalau saya lagi bikin itinerary liburan keluarga ke Korea atau itinerary jalan-jalan ke Kamboja :D. Ribet. Baca lebih lanjut

Best Songs from End of 90s to Early 2000s (Forever in my Playlist)

Lagu-lagu Enak dari Akhir 90an sampai Awal Tahun 2000an

It’s not the songs, it’s the memories that comes within!

Beberapa waktu lalu saya membuat playlist lagu di akun Spotify saya berisikan lagu-lagu lawas dari zaman kuliah dulu. Lagu-lagu lama yang hanya dengan satu nada saja terdengar bisa membawa kembali seribu kenangan. Lagu-lagu asyik yang bisa bolak-balik saya dengerin kasetnya dan sering saya request juga di radio (ada yang pernah pesan-pesan lagu di radio juga? :mrgreen: ). Lagu-lagu yang bikin jantung berdegub nggak biasa karena liriknya seolah ditulis khusus buat saya 😀 hahaha. Well, we must’ve have some songs that just perfectly described our life, wishes or dreams, right?

So, these are the songs immediately come to my mind and I inserted it in my playlist with no particular order (along with the personal memories within). Yes, I am sharing you pieces of myself! Baca lebih lanjut

Begini Rasanya Patah Hati di Usia Kepala 3

Saya nggak pernah menyangka akan merasakan patah hati lagi di usia kepala 3, di saat segala hal terasa sudah sangat settle. Ya ampun, patah hati itu adalah suatu keadaan di mana suasana perasaan naik turun tidak terkontrol. I hate that state of heart. Mau ngapa-ngapain rasanya nggak enak. Buat saya, patah hati itu campuran perasaan menyesal dengan banyak pertanyaan “what ifs” hingga sedih karena kehilangan.

Dan jujur…. Sudah lama sekali saya tidak mengalami gejolak perasaan seperti itu.

Semenjak menikah di 2008 lalu, hidup saya stabil. Masalah terkait hati skalanya kecil, nggak sampe mengguncang riak kehidupan. Semua bisa diselesaikan dengan berkomunikasi; duduk semeja sambil makan makanan kesukaan lalu bicara. Mungkin butuh lebih dari 1x makan bersama, mungkin butuh beberapa kali pelukan manja tapi pada intinya semua masalah bisa diselesaikan. Semua masalah ada penyelesaiannya. Dan saya sudah terbiasa dengan pola seperti itu. Itu membuat saya nyaman. Ah manusia, pola berulang memang bikin nyaman ya. :mrgreen:

Baca lebih lanjut

Slowing Down a Little Bit

So I haven’t feeling well for the past four weeks. It started early December then getting worse right after Christmas. Nggak jelas sakitnya apa, pokoknya cepat banget nge-drop aja. Pemicu sepele bisa bikin badan ringkih banget. Salah makan sedikit langsung diare 5 hari (padahal biasanya juga gpp makan makanan itu). Atau kecapean sedikit terus sesak napas, batuk lalu asma kambuh. Nah, ini nih yang repot. Begitu asma kambuh biasanya agak lama buat pulih.

Akhirnya ya udah, 2 minggu terakhir ini istirahat aja di rumah nggak ngapa-ngapain. Satu yang saya nggak sadari ternyata beristirahat total itu menajamkan segala macam indera perasa saya.

Baca lebih lanjut

Bucket List: My 40 Things to Do Before I Die

So, I still have couple of years before I turn 40 and was thinking that having list of things I wanna do would be fun. I made it!

Awalnya saya menuliskan judul artikel ini “40 Things to Do Before 40” tapi setelah saya pikir-pikir, kenapa saya membatasi keinginan saya sampai usia 40 saja? Apakah sesudah umur 40 trus nggak boleh punya bucket list lagi? Apakah sesudah usia 40 tahun maka hidup saya akan berhenti dan nggak ada impian yang bisa dikejar lagi? and so on. Ribet. Hahaha. Pemikiran itu akhirnya sukses membuat saya mengganti judulnya menjadi My 40 Things Bucket List to Do Before I Die. Sebenarnya saya pernah menuliskannya di blog saya yang satu lagi tapi itu versi consice-nya. Yang ini versi komplitnya. Baca lebih lanjut