10 Things That Made Me Smile This Week

Wrapping my weekend up with lotta smile.

1. Sipping coffee at my favorite cafe in Sentul.

2. Monopoly board game with Abang kecil dan Abang Gede. I, as the only lady in the house, of course always win 🤣🤣

3. Tuck my nephews to bed; sing lullaby songs and even snores together with them. LOL. Geez, baby sitting 3 children at same time takes up lotta energy but it’s FUN!

4. Journaling

5. Hub drives me around this week

6. New VERY soft towels on the shelf

7. Strolling around old town Bogor for that famous porky culinary experience

8. Free ice cream from Dad 😅 (of course I can buy it myself but taking ice creams bought by my dad is like reliving sweet childhood memories)

9. Joined mid-week Woman Mass

10. Quality time with Mom

This 3rd week of April is a very fast pace week. I slipped on something in my job due to tiredness that led to lack of preparation and ended with me beating myself up for I couldn’t meet the standard I’ve set up.

But one thing doesn’t have to ruin the whole beautiful week I have. And here I am being grateful for lotta things God has given me.

It’s all about perspective ☺️

Indescribable Atmosphere; Energy Vampire

Have you ever experienced the moment when one person gets into the room and the aura changed? There’s like this indescribable uncomfortable atmosphere following the person? I experienced that several times.

Recalling on the day I first met with that person, I made a mistake by lowering my vibe even though I felt weird. While some people have this joyful or soothing and calming energy, this person is just the complete opposite. I felt the bad vibe even though it wasn’t openly expressed. Hubby said the same. He clearly told me to stay away from the person, things I didn’t listen which I regret later. The negative energy is just… Wow… Overwhelming. Like dementor, absorbing joy. Not only when meeting as a person even worse online.

I remember as early as I followed that person on socmed, I was shocked with the bitter vibe spread through the platform. Non-stop ranting of everything. High education even overseas doesn’t guaranty attitude or emotional stability. A friend advised me to mute the person if I couldn’t handle it.

Baca lebih lanjut

Pengalaman Booster Vaksin (ke-3) dengan Astra Zeneca dan Efeknya

Akhir pekan lalu saya dan keluarga berkesempatan melakukan vaksin ke-3 (booster) dengan Astra Zeneca. Plis jangan tanya cara daftarnya gimana 😀 Errr, anuh… Di postingan ini saya bukan mau cerita soal prosedurnya tapi mau share pengalaman after effect setelah booster vaksin ketiga dengan Astra Zeneca. Kalo ada yang tanya proses registrasinya gimana, jujur saya nggak paham karena kemarin udah ada yang ngurusin. Saya tahunya cuma kosongin jadwal dan datang buat vaksin aja. :mrgreen: So maaf, can’t help for that.

Baca lebih lanjut

Nyanyi Bareng dari Speaker Angkot

“Singing is the sound of the soul.” – James Munchie.

Siang itu, saya dalam perjalanan menuju ke bandara untuk pulang ke Jakarta diantarkan seorang teman. Kami berhenti sebentar untuk mengisi bensin dengan cuaca tak pasti: kadang panas, kadang hujan, berganti-ganti tak tentu. Cuma satu yang pasti, pom bensinnya rame! Hehehe. Mobil-mobil berjejer antri untuk isi minyak.

Pas lagi bengong-bengong mengantri, eh ada angkot juga yang ikut antri isi bensin. Nah, ciri khas angkot di Indonesia Timur itu mereka pasang musik keras-keras. Mulai dari di Manado, Sorong, sampai Jayapura, sepengalaman saya, volume speaker pada disetel ke posisi maksimal keknya deh 😅 kayak kalo nggak pol, nggak puas. Lagunya sih bebas. Suka-suka pengemudinya aja. Beruntung kalo lagunya enak atau kita suka dan kualitas sound system-nya oke; kita bisa ikut nikmati. Kalo enggak? Ya silakan merana atau sumpel telinga aja. Hehehe.

Baca lebih lanjut

Kebahagiaan Natal Tahun Ini

Natal kali ini sungguh berbeda. Terasa sungguh meriah dan sangat semarak di hati. Ada banyak tawa yang kami bagi dan kebahagiaan yang kami sesap. Setelah tahun lalu tidak bisa berkumpul bersama karena ada anggota keluarga yang mesti karantina setelah positif covid, tahun 2021 ini, Puji Tuhan semua sehat dan kami pun bisa ngeriung bareng di rumah mamak-bapak.

Rumah yang awalnya sepi, mendadak jadi riuh kedatangan seluruh anak, cucu, dan mantu. Ada yang ketawa, ada yang teriakan rebutan mainan atau selisih paham. Maklum anak-anak. Hahaha. Kalo udah kumpul, ya gitu deh. Sebentar berantem, sebentar baikan.

Natal 2021

Sementara saya dan adik-adik serta para ipar sibuk saling bercerita atau ledek-ledekan. Yah, walau udah tua tapi kalo kakak-adik mah saling ledekan sampai memutih rambutnya keknya. Hihihi. Saya sungguh menikmati kebersamaan kami di hari perayaan Natal ini. Diisi dengan doa khusuk, banyak tawa, kehangatan keluarga serta makanan enak yang berlimpah. Di sela-sela itu, kami masih sempat manortor dan dapat saweran. Hahaha. Very festive!

Saya pulang dengan hati bingah dan membuncah. Banyak yang saya syukuri di tahun ini, namun yang paling utama adalah kesehatan dari keluarga. Kesehatan mamak-bapak yang semakin menua. Bersyukur sekali bisa menghabiskan banyak waktu bersama mereka terlebih di hari Perayaan Natal ini. Benar banget kata Keluarga Cemara, harta yang paling berharga adalah keluarga.

Anw, selamat Natal buat teman-teman yang merayakan. Semoga bahagia bersama orang-orang yang disayangi. Dan selamat berlibur buat semuanya. God bless!

Feel Good Happy Moments

I feel a bit overwhelmed the past several months with the job, pandemic (who doesn’t?) deadlines and many other things. So I thought I’d post some “feel-good-happy-moments” pics here. 🤗🤗 Just a little reminder that eventhough sometimes life seems hard but in overall, it’s good! It’s been so f**king good ☺️

Speaker at a workshop in Bali attended by mid-level official as the participants and also speaker at several other Indonesian ministries. It’s an honour.

Received this beautiful post card from Manish Deo, an Indian friend I met years ago. You have no idea how my expression was getting this card knowing he sent it from the highest post office in the world! I feel wonderful, very special, and honoured, knowing someone remembers me during his trip and even putting extra effort by writing personal message and sending it like an old school. Sweet. This warmth my heart. Thank you!

Yeay for a sweet escape to Jogja. A simple family quality time yet very recharging. Did nothing but sleep, eat, swim, repeat with lotta laughter and love in between. I’m blessed! 🤗

Found the right conditioner. Say hello to my long smoother hair 🥰

Btw I get accustomed receiving compliments from various people in various occasions. I usually replied with simple “thank you”. But guess what, sometimes a frequently received compliment hits different when it was said just at the right time. Recently someone texted me, “Kamu cakep itu default.” I didn’t expect that and it made my day. So I am gonna include that as one of the happy moment here. Appreciating the right time of saying it.

Now, October has arrived and it’s gonna be another busy like a bee time. Oh hi, well… October let’s roll together.

(Mbatin) Dari Jendela Pesawat

Saya sedang asyik memandangi awan yang bergelung-gelung di angkasa dari jendela tempat saya duduk ketika terdengar suara ribut-ribut dari arah lorong di bagian depan pesawat. Seorang penumpang bersitegang dengan pramugari. Saya geleng-geleng kepala melihatnya. Di masa pandemi gini, saya pikir orang akan lebih berempati satu sama lain atau paling enggak hemat-hemat energi, ternyata perkiraan saya salah. Setelah sekitar 10 menit mendengarkan argumen keras, akhirnya sang penumpang nurut sama pramugari (ya jelas nurut, wong salah). Tapi hal itu nggak menyurutkan sifat angkuhnya, ia berjalan sambil terus memaki.

Lagi-lagi saya geleng-geleng kepala sambil mbatin (ngomong dalam hati) pake Bahasa Jawa, “Jatuh’o, kesandung’o, mbencekno tenan.”  Yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia jadi, “Moga-moga jatuh kesandung, nyebelin bener sih.”

dari jendela pesawat

Dan tiba-tiba terdengar suara gedubrak. Orangnya-beneran-jatuh. Saya kaget, saking kagetnya sampe nutup mulut pake dua tangan. Tapi saya bukan kaget karena orangnya jatuh tapi kaget karena teringat pesan dari Simbah Putri yang wanti-wanti bilang agar saya jangan sembarangan mbatin. Kasihan katanya. Simbah Putri itu pribadi yang luar biasa, firasatnya tajam dan paling mengerti saya. Dulu waktu kecil, kalo pas lagi diajak ke pasar dan saya nggak sreg sama sesuatu, beliau selalu tahu kalo saya habis mbatin dan kejadian tepat di depan mata.

Yang paling parah, pernah mbatin motor senggolan sama mobil karena yang naik motor nggak sopan sama Simbah. Untung abis senggolan, yang naik motor gpp meskipun motornya rada ringsek, tapi tentu saja saya jadi kena tegur. “Ojo mbatin ngono, tah, Ka. Dongake sing apik-apik wae gen sing luwih apik balik nggonmu.” (Jangan mbatin gitu, doakan yang baik-baik saja biar hal yang lebih baik lagi berbalik kepadamu).

Akhirnya saya jadi jarang “mbatin” karena sekalinya mbatin sering banget kejadian.

Suara gedubrukan penumpang yang berusaha bangkit setelah kesandung membawa saya kembali ke masa kini. Akhir-akhir ini hati saya nyeri karena ada orang dengan sengaja nyinyir, memaki dan menyakiti pake mulutnya yang tajam. Sudah hampir 9 bulan hal ini berlangsung.

Awan putih bak kapas terus bergulung-gulung di angkasa menjadi saksi bisu betapa hati ini terpicu untuk mbatin dan ngucap yang enggak-enggak. Tapi teringat pesan Simbah Putri untuk mendoakan yang baik-baik, akhirnya saya cuma mbatin gini…. “Semoga gak ada momen di mana gue jadi sampe ngucap, you deserve it, mulutmu jahat, hatimu penuh iri dengki benci sih.”

Semoga.

.

.

10.10 AM.

Ditulis di atas pesawat dalam perjalanan Jayapura-Jakarta

Sister by Birthdate

Namanya Ailtje dengan pelafalan /ailce/ atau /ailsa/ tergantung mau dari bahasa mana. Akrab dipanggil Tjeje tapi saya sih memanggilnya Ailsa. Terasa lebih hangat dan lebih mesra menurut saya. Kami kenal saat trip ke Madura berburu batik pesisir bersama Batik Attack di tahun 2012 lalu. Siapa sangka kami punya mutual teman yaitu Venny si Ratu Kuis (dijuluki begini saking seringnya dia menang kuis. Lol). Dan itu menjadi jembatan kedekatan kami.

Persahabatan yang dimulai dari jalan-jalan itu perlahan tapi pasti berkembang. Pepatah lama bilang, cocok atau enggaknya kita sama orang itu bisa ketahuan pas lagi ngetrip bareng dan itu benar adanya! Hehehe. Ohya, ternyata selain batik, kami punya banyak kesamaan lain. Di antaranya sama-sama penggila konser atau festival musik. Bersama dengan Aling (peserta Batik Trip juga) entah sudah berapa konser yang kami hadiri bareng. Udah nggak ingat! Yang pasti kami seringnya ada di kelas festival, selalu janjian sampe jam berapa lalu bergandeng tangan jangan sampe lepas biar kami bisa meringsek masuk.  Tak lain dan tak bukan… Ya biar ada di baris paling depan jadi paling dekat sama penyanyinya… Masih keinget banget gimana kita teriak “aaaawwww” bareng pas liat Katon nyanyi ngedlosor patah hati di panggung.

Baca lebih lanjut