Cerita Toilet Training Basti

Umur berapa anak sudah bisa belajar toilet training? Ini udah waktunya lepas popok atau pospak belum ya? Kecepetan atau malah terlalu lambat? Moms, suka mikir gitu nggak? Duh, kalau ngomongin soal anak tuh ya rasa kuatir that we don’t do it right like other people kadang bikin insecure banget. Benar? πŸ˜€ (Itu elu kali, Ka. Moms yang lain enggak kok, lu insecure kok pake ngajak-ngajak :mrgreen: ) Hahaha.

—–

Terpancing sama cuitan @Ki_seKi di Twitter, saya jadi ingat bahwa meski dari dulu saya sudah meniatkan untuk menulis cerita soal toilet training-nya Basti, namun niat itu belum kesampaian bahkan sampe sekarang anaknya udah masuk TK. Berhubung sekarang lagi agak selo jadi saya tuliskan cerita toilet training Abang Basti. Sebagai pengingat dan arsip kenangan masa lalu yang (duh) rasanya kok masih kayak kemarin aja.

Sebelum cerita soal cara toilet training Basti, kita ngobrol soal serba-serbi toilet training dulu yuks. Baca lebih lanjut

Cara Membayar Denda Tilang

Gimana sih caranya membayar denda tilang? Apakah perlu datang sidang di pengadilan yang ditunjuk atau bisa titip sidang aja? Lalu kalau datang sidang, apakah bisa dilakukan sendiri atau harus lewat calo? Semua pemikiran itu muncul karena saya baru saja mendapatkan 2 denda tilang polisi. Lho kok bisa? Panjang deh ceritanya. Hiks.

Anw, pemikirian bahwa mengurus denda tilang itu ribet membuat saya malas mengurus semua ini. Padahal pemikiran itu muncul karena kita nggak tahu prosedurnya aja. Kalau paham sih ternyata nggak ribet-ribet banget kok.

Cara Membayar Denda Tilang

Setelah dijalani, ternyata cara membayar denda tilang ini cukup mudah. Baca lebih lanjut

Memulai Pariwisata yang Berkelanjutan dari Diri Sendiri

β€œDon’t destroy what you came to enjoy.” -anon-

Beberapa bulan lalu timeline saya ramai soal wisatawan asing di Bali yang di-blacklist oleh sebuah restoran karena menolak membayar makanannya seharga 95 ribu rupiah. Hal ini sudah beberapa kali dilakukannya sehingga pemilik restoran pun geram dan membukanya ke publik serta memasukkannya dalam daftar black list.

Pada kesempatan lain, ada wisatawan berbeda yang datang ke sebuah restoran, tidak membeli apa-apa dan hanya duduk numpang wifi. Kasusnya cukup viral dan jadi perbincangan. Padahal dengan membayar makanannya atau membeli sesuatu di tempat yang ia kunjungi, sesungguhnya para wisatawan membantu perekonomian lokal. Ada orang tua yang bisa menyekolahkan anaknya dari usaha tersebut, ada karyawan yang bisa menghidupi keluarganya atau sesederhana usaha lokal yang bisa terus bergulir. Baca lebih lanjut

Lebih Enak Pakai Clodi atau Pospak?

Bersih-bersih lemari itu ibarat membuka album foto kalau menurut saya. Kenapa? Karena saat melihat suatu pakaian maka kenangan akan momen atau ingatan yang melekat padanya juga ikut hadir. Contohnya seperti kemarin saat lagi bersih-bersih lemari Basti, selain kaos dalam kekecilan, piyama nggantung, saya juga menemukan hampir 2 lusin clodi (cloth diaper). Hati saya hangat teringat kembali momen-momen waktu Basti masih kecil dulu. Gimana dia cuma bisa nangis saat lapar atau pasrah aja kalau didandanin sampai gimana ia belajar berdiri. Rasanya baru kemarin lho Basti merangkak mengenakan clodi, eh ya kok sekarang udah lari-lari bahkanΒ  ngebut naik sepeda πŸ˜€ Ah, waktu cepet banget berlalu ya…. Makanya saya tuh nggak pernah deh bisa cepet kalau bersih-bersih lemari. Biarpun lemarinya kecil tapi kan kenangannya besar πŸ˜› hehehe. Kadang bisa butuh waktu cukup lama hanya buat beresin satu lemari baju 4 shelves doang. Benar kata orang bahwa

β€œMemories are timeless treasures of the heart.”

Review kelebihan dan kekurangan dari penggunaan clodi dan pospak

Ohya, ngomongin clodi, walaupun menggunakan clodi bukan berarti saya anti popok sekali pakai alias pospak alias popok kertas (kadang orang Indo langsung nyebut merk seperti Pampers, Goon, Mamypoko, Merries, dst.). Saya mengombinasikan keduanya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dari pagi hingga sore saya mengenakan Basti clodi lalu di malam hari supaya tidurnya nyenyak dan tidak terganggu saya menggunakan pospak. Baca lebih lanjut

Pengalaman Pertama Waxtime dan Waxing Tips Biar Miss V Nggak Sakit

At the end, we only regret the things we didn’t do. –anon-

Dari dulu saya pengen banget waxing daerah kewanitaan alias si Miss V. Bahkan pernah berikrar pengen nyobain Brazillian Wax sebelum umur 30 tahun. Tapi keinginan tinggal keinginan. Terkubur lama banget sampe bulukan itu keinginan. Hahahaha. Anuh, ada banyak pertimbangan yang bikin saya maju mundur mau waxing. Mulai dari takut sakit, takut harganya mahal juga kuatir akan rasa malu. Duh nyaman nggak sih rasanya kalau daerah pribadi dilihat orang selain suami (walaupun sang terapis itu perempuan juga)? Errr…. Saya mikir ke sana aja rasanya kok udah jengah ya. Hahaha. Pikiran-pikiran begitu bikin saya batal tiap mau waxing jadi selama ini saya melakukan trim saja untuk rambut kemaluan. Banyak takutnya ya? Hihihi.

Tapi, ada yang mikir kayak saya juga nggak sih terkait waxing ini? Baca lebih lanjut

Tips Melalui Malam Pengantin

Siapa sih yang nggak pengen punya malam pengantin yang romantis, yang mesra, menggelora dan menggairahkan banget buat dikenang? Itu semua nggak hadir dengan begitu saja, ada banyak hal yang perlu disiapkan supaya kenangan saat bersetubuh pertama kali itu menyenangkan dan bisa jadi momen bersenggama alias ML yang dikenang sepanjang masa. Persiapannya nggak ribet kok asal tahu apa aja.

Nggak perlu gugup dan canggung saat malam pengantin. Baca sampai selesai tips malam pertama buat pria dan wanita biar pengalaman bersetubuh pertama kalinya memuaskan.

Baca lebih lanjut

Tips dan Aktivitas untuk Melatih Kesabaran Balita

Gimana kalau pas di toko dan anak merengek-rengek minta mainan?

Sekitar 2,5 tahun lalu kira-kira pertengahan 2015 saat Basti masih bayi saya mengalami kejadian yang cukup membekas di hati tentang melatih kesabaran pada anak balita. Saat itu saya sedang sibuk memilih mainan di Toko Early Learning Centre ketika sebuah keluarga dengan dua anak kecil masuk ke dalam toko. Saya taksir si kakak perempuan berusia sekitar 6 tahun dan si adik lelaki berusia sekitar 4 tahun. Awalnya mereka begitu bersemangat dan gembira melihat-lihat mainan yang ada sampai si ibu bilang bahwa mereka hanya boleh membawa satu mainan saja ke kasir. Si kakak sepertinya sudah cukup besar dan mengerti sehingga tanpa banyak bicara ia mengambil satu bonena. Namun si adik nampaknya kesulitan memutuskan apakah mau kereta api atau bola kaki.

Yak, di sini drama pun dimulai. Baca lebih lanjut