Tips Mengenalkan Cara Menggosok Gigi Kepada Anak

Beberapa waktu lalu saya ngobrol-ngobrol sama teman kantor soal anak. Yeah, obrolan standar mamah-mamah muda pas istirahat. Hahaha. Dan saya kaget pas dengar ada anak dari tetangganya teman yang giginya nggak disikat sama sekali dari kecil, alhasil pas umurnya hampir 5 tahun, giginya udah reges/penuh karies semua. Semoga gigi anak itu baik-baik aja dan nggak sakit gigi ya. Wishful thinking.

Anw, tumbuh dan besar di mana orang tua saya menekankan betapa pentingnya kebersihan gigi membuat saya menganggap gosok gigi adalah hal standar yang wajib dilakukan. Nothing extraordinary about that. Saya jadi pengen berbagi cerita tentang gimana cara kami mengenalkan kebiasaan menggosok gigi kepada Basti. Yah lumayan sambil nostalgia mengenang masa lalu biar jadi cerita yang tak terlupakan. Hehehe.

Manfaat Menggosok Gigi Secara Teratur

Sudah tahu kan kalau menggosok gigi secara teratur itu memiliki banyak manfaat? Meskipun anak masih kecil namun gigi tetap harus dirawat bahkan mulai dari gigi susu karena gosok gigi yang benar dan teratur itu mencegah karies, penyakit gusi, gigi bolong alias berlubang yang sakitnya ampun-ampunan itu, gigi tanggal sampai bau mulut. Terus caranya gimana dong? Simak terus ya. Hehehe.

Tips Mengenalkan Cara Menggosok Gigi Kepada Anak Balita

1. Mulai sejak dini

Nggak ada kata kecepetan soal gosok gigi. Bahkan kebiasaan menggosok gigi ini bisa dimulai dari saat anak masih bayi (masih ompong) alias belum numbuh giginya. Dulu saya menggosok gusi Basti dengan kain kassa yang dipotong kecil, digulung ke kelingking lalu dicelupin ke air anget. Abis itu kain kasanya digosok pelan-pelan ke gusi Basti. Selain berguna membersihkan bekas susu yang bisa saja tertinggal, sekaligus mengenalkan kegiatan gosok gigi itu sendiri. Tak kenal maka tak sayang, bukan?

Saya ingat setiap kali menggosok  gigi eh gusinya Basti, selalu deh sambil ngajak Basti ngobrol. “Gini lho, Nak, gosok gigi itu.” Terus bocahe ngekek-ngekek dan saya juga ikut ngekek. Saat itu, bahkan saya menjadikan gosok gigi bahkan sebagai salah satu media untuk bonding. Hehehe. Seru sih, kadang Bastinya sambil saya kelitikin. Ya ampun nulis ini bener-bener jadi nostalgia banget mengingat masa lalu. My heart!

Ohya, seiring waktu, alat untuk menggosok gigi juga berubah. Sikat gigi ganti seiring pertambahan usia. Ada banyak kok di supermarket yang jual sikat gigi sesuai usia. Jadi nggak perlu bingung cari-cari. Saat ini Basti pakai merk Oral B.

2. Berikan Contoh dengan Sikat Gigi Bersama

Pepatah lama bilang action speaks louder than words. It’s true. Anak-anak merekam kegiatan apa saja yang dilakukan orang tua. Jadi kalau mau anaknya rajin gosok gigi ya ortunya juga mesti rajin gosok gigi. Bahkan kalau bisa sikat gigi bareng dong 🙂

Bahkan, ada banyak nilai-nilai yang bisa ditanamkan dari hal sederhana seperti gosok gigi lho. Kami mengenalkan cara membuka keran, sayangi bumi dengan menghemat air (selalu menutup keran saat gosok gigi), sampai belajar mengelap tangan dan muka. Seru kan?

3. Punya Waktu Khusus untuk Gosok Gigi

Waktu yang tetap akan menjadi dasar membangun kebiasaan rutin dan anak bisa menangkap kesan kalau ini adalah hal yang penting. Saya sih membiasakan Basti gosok gigi sebelum tidur dan saat mandi pagi. Dua itu wajib hukumnya. Di luar itu, kalau Basti mau gosok gigi ya gpp. Kali-kali aja mulutnya nggak nyaman karena abis makan apa gitu kan?

4. Latih dan Ajari Anak Cara Menyikat Gigi yang Benar

Agar nantinya anak bisa menggosok gigi dengan baik maka perlu dilatih cara melakukannya dengan benar seperti apa. Ajari cara memegang sikat gigi dengan benar dan nyaman lalu tempelkan sikat ke arah gigi dengan sudut 45°. Lalu sikat baris gigi depan, belakang, atas dan bawah dengan gerakan maju dan mundur. Pelan-pelan aja hehehe. Jangan lupa bersihkan bagian lidah, langit-langit mulut dan juga bibir. Duh Basti seneng banget nyikat bibirnya karena katanya geli dan lucu. Hahaha.

Ohya, jangan harap anak langsung jago lho. Yang paling penting itu anak paham tekniknya. Seiring waktu nanti jadi jago. Ohya ingetin juga bahwa busa pasta gigi mesti dibuang. Ini agak tricky karena kadang anak balita tuh belum paham jadi pasta giginya ditelan. Hahaha. Basti gini nih sampe umur 3 tahun. Nah biar nggak kenapa-kenapa maka kami memilih pasta gigi yang aman untuk anak-anak kalo nggak sengaja ketelen. Pasta gigi yang memang edible. Pas usia ini, Basti pakai merk Kodomo soalnya banyak rasa buah-buahannya. Jadi nggak bosan. Bisa ganti-ganti.

5. Buat Kegiatan Menggosok Gigi Jadi Seru dan Menyenangkan!

Kegiatan yang dipaksakan tuh nggak enak, siapa juga suka dipaksa-paksa, yekan? :mrgreen: Nah, biar anak tertarik buat gosok gigi, kenapa juga nggak kita bikin kegiatan ini menyenangkan? Ada banyak cara, mulai dari main kegiatan gosok gigi dijadiin games, gosok gigi sambil menyanyi, sampai dikasih insentif. Misalnya kalo gosok gigi jadi boleh main games lebih lama atau akan dibacakan buku lebih banyak. Apa aja deh insentifnya, yang penting anak senang dan termotivasi.

Tips Mengenalkan Cara Menggosok Gigi pada Balita

Cerita Tahapan dan Pengalaman Mengenalkan Sikat Gigi Basti:                         

Well, cerita kami panjang dan penuh lika-liku. Hahaha. Nggak mulus seperti kisah orang-orang.

Usia 0-1 tahun: gosok gigi dengan kain kassa hangat.

Usia 1-3 tahun: gosok gigi dengan sikat dan pasta gigi sesuai umur. Tentu saja gigi masih disikatin oleh saya/Adrian sikatin sambil diajak ngobrol teknik gosok gigi yang benar gimana.

Usia 4 tahun: Basti menggosok giginya sendiri namun masih kami ulangi setelahnya alias gantian. Istilahnya Basti latihan dulu, gak bersih gpp yang penting tahu cara ngelakuinnya dan secara emosional ngerasa udah gede karena bisa ngelakuin sendiri (padahal abis itu masih dibantu juga). Hehehe.

Usia 5 tahun: Sudah mandiri gosok gigi sendiri, kami tinggal supervisi sudah bersih atau belum. Kalau belum ya diulangi gosok giginya. Hehehe. Dan di usia ini, pasta giginya udah ganti merk ke Master Kids. Alasannya sederhana aja, bukan karena rasanya tapi…. Karena packaging-nya! :mrgreen: anuh, maunya udah pake pasta gigi bergambar superhero gitu deh. Macam Superman atau Spiderman. Hahaha.

Baca juga:

  1. Tips Toilet Training
  2. Review Kelebihan Clodi dan Pospak
  3. Tips Melatih Anak untuk Bicara
  4. Tips Melatih Kesabaran Balita

Kapan waktu yang tepat? Nah, itu bebas aja sih, parents know best the right time for the kid. Kalau saya sih mulai gosok gigi pakai sikat dan pasta gigi itu setelah Basti cukup umur dan giginya sudah mulai banyak. Kalau nggak salah usia 2 tahun waktu itu. Basti saya dudukkan di kursi lalu giginya saya gosok sambil menerangkan langkah-langkahnya. Diulang-ulang terus bertahun-tahun. Basti mulai bisa gosok gigi sendiri itu umur 4 tahun, tentu saja proses gosok giginya kami awasi jadi tahu apakah ada langkah-langkah yang terlewat atau area yang belum bersih.

Menyikat gigi, sepertinya kegiatan sederhana ya. Ternyata pas dituliskan gini sambil ingat-ingat masa lalu, kegiatan ini banyak kenangan manis, penuh tawa dan canda. Hehehe. Dan usaha kami ini menuai hasilnya saat ini. Basti tidak ada keluhan terkait kesehatan gigi dan gusi. Semoga terus begitu.

Ya udah gitu ajaaa, sekian cerita soal pengenalan sikat giginya Basti. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s