Piknik Tipis-tipis ke Bali

Deru suara angin laut yang khas beradu dengan gemuruh ombak yang pecah di bibir pantai. Membuat dada ini berdetak kencang seolah laut memanggil untuk saya segera bermain dengannya. Ah, cepat-cepat saya turun dari boncengan motor, menaruh helm dan langsung lari ke arah pantai meninggalkan Adrian yang sibuk memarkir kendaraan. Nggak sabar rasanya pengen segera menuntaskan kangen sama Pantai Kuta, sama pasir putihnya, sama riuh pedagangnya dan tentu saja sama pemandangan lautnya yang menggoda.

Setelah tawar-menawar harga kursi santai di pantai dengan payung teduhnya (eits ini bukan nama band 😛 ) saya pun duduk diam menyelami langit dan lautan biru yang terpampang di depan mata. Membiarkan matahari Bali pelan tapi pasti menyapa kulit wajah saya (yang untungnya sudah diolesi tabir surya SPF 50 sekalian! Siapa yang mau ambil risiko kebakar matahari kan? Sakit! Hahaha). Saya selalu senang duduk diam menikmati alam, mau gunung atau pantai nggak ada masalah, semua senang. Tanpa bicara, tanpa kata-kata dan itu bisa saya lakukan berjam-jam lamanya. Mulai dari hari siang hingga sang surya tenggelam. Menyenangkan!

Senja di Pantai Kuta

Namun ada satu yang sungguh selalu punya kesan di hati yaitu pemandangan matahari tenggelam di Pantai Kuta. Juara kerennya! Magis dan penuh pesona. Detik-detik sang mentari pelan tapi pasti masuk ke peraduan lalu diikuti dengan blue hour itu sungguh menakjubkan. Nggak pernah bosan, apalagi ditambah genggaman tangan kesayangan. Ihiy!

Strolling Around Kuta dan Legian

Setelah puas dengan sunset Pantai Kuta, saya dan Adrian bergandengan tangan menuju ke Legian. Sejenak mampir ke monumen peringatan Bom Bali dan memanjatkan doa. Kemudian lanjut cari makan di pub dan bar yang berjajar sepanjang jalan ditemani dentum musik yang makin lama makin menggelegar. Selain pantainya, daya tarik Kuta dan Legian memang ada di kehidupan malamnya. Hampir 3 jam kami duduk santai di salah satu kafe Jerman yang spesial dengan bir dan sosisnya, menikmati malam sambil bercakap-cakap. Kalau nggak inget besok masih mau jalan lagi, rasanya pengen bablas sampe pagi. Hehehe.

“Pulang yuk, besok mau ke Air Terjun Banyumala, kan?” Kata Adrian mengingatkan.

Okay.” Jawab saya cepat tanpa membantah. Lagian emang udah ngantuk juga. Hahaha.

Lalu keesokan harinya kami pun bangun pagi-pagi buta dan menyambangi tiga tempat sekaligus. Danau Buyan, Air Terjun Banyumala dan Danau Tamblingan. Semuanya dijabani dalam sehari. Puas banget senangnya, semacam merasa produktif pikniknya karena maksimal bener. Hahaha.

Kelayapan di daerah Buleleng

Danau Buyan

Danau Buyan ini lokasinya sekitar 1,5 jam perjalanan naik mobil dari Kuta. Lokasinya di daerah Buleleng. Spot panorama sepeti ini letaknya ada di pinggir jalan dan terdapat beberapa area yang cantik buat mengambil foto. Cukup membayar 10 ribu rupiah saja per-spot. Sedikit tips, kalo bisa usahakan datang pagi-pagi biar nggak ngantri lama karena sudah rame orang. Ohya waktu kami sampai, cuaca agak mendung namun Puji Tuhan, masih bisa ambil foto.

Air Terjun Banyumala alias Twin Waterfalls

Nggak jauh dari Danau Buyan ini ada sebuah air terjun yang cakep banget. Terkenal dengan sebutan Twin Waterfalls karena ada 2 air terjun di satu tempat. Nama aslinya sih Air Terjun Banyumala. Untuk ke sini dibutuhkan waktu sekitar 30 menit trekking dari lapangan parkir, medannya menurut saya masih bearable. Siapin bikini atau swim wear ya soalnya tempting banget buat berenang di sini walaupun airnya dingin.

Danau Tamblingan

Tempat ketiga yang kami datangi adalah Danau Tamblingan. Lokasinya nggak jauh dari Air Terjun Banyumala itu. Paling sekitar 20 menit melewati jalan-jalan desa yang kecil dan sepi. Meski sepi tapi aura hangatnya terasa di dada. Di danau ini terdapat sebuah pura yang syahdu banget namun jalan menuju ke pura itu kadang-kadang banjir dari air danau yang meluap. Walau begitu tetap seru tempatnya!

Hari sudah menjelang sore saat kami pulang, nggak salah memang menyewa mobil seharian buat piknik tipis-tipis di Bali ini. Senang karena pikniknya efektif banget, dapat 3 tempat sekaligus. Hahaha. Seru!

Where to Stay in Bali?

Pada intinya, liburan ke Bali itu bisa mengabulkan segala keinginan. Kalau lagi pengen memanjakan diri dan bersantai manja kayak di surga, saran saya pesan hotel berbintang seperti The Anvaya Beach Resort Bali atau malah sekalian villa elegan yaitu The Kayana dan The Samaya. Nikmati hotelnya dan refresh diri sendiri dengan segala fasilitas mewahnya. I usually did that when I get bored with my job and need a getaway. It’s just so wonderful. Trust me, lux hotel and villa can definitely lift up your mood!

Tapi kalau nafsu hati lagi pengen jalan-jalan keluyuran menikmati Bali, menurut saya pengeluaran buat akomodasi bisa ditekan dengan memesan hotel bujet saja. Jadi bisa seharian jalan-jalan keluar seperti saya yang plesir ke Kuta dan Buleleng lalu malamnya tinggal istirahat manis di hotel. Tentu bukan sembarang hotel bujet ya, namun hotel bujet yang nyaman dan fasilitasnya oke.

Emang ada hotel bujet begitu? Ya jelas ada dong! Pas saya ke Bali dan punya hasrat kelayapan maka saya memesan kamar di Amaris Hotel Legian. Suka banget nginep di sini karena lokasinya strategis. Mau ke Pantai Kuta tinggal menclok doang dan banyak keramaian. Hahaha. Check it out here beberapa hal yang saya sukai dari Amaris Hotel Legian:

Amaris Hotel Legian punya kolam renang dan ada balkonnya! Sangat jarang hotel bujet punya kolam renang dan balkon, biasanya kamar aja. Dan nggak semua Amaris Hotel di Indonesia pun memiliki kolam renang. Ohya, kebetulan waktu itu saya menginap di lantai dasar jadi begitu buka jendela, duh senengnya bisa langsung lihat pemandangan kolam yang segar. Bikin mood melambung senang.

Kamar di Amaris Legian

Luas kamarnya menurut saya di atas rata-rata hotel bujet, termasuk spacey dengan toiletries yang lengkap.

Sarapannya pun bervariasi. Bukan sekedar roti tawar dan telur saja tapi buffet! Selalu ada beberapa pilihan makanan mulai dari makanan Indonesia, bubur, sampai buah-buahan dan puding. Yeay!

Pelayanan ramah yang bikin hati senang. Staf-nya super friendly dan selalu siap sedia membantu.

Amaris Hotel Legian

Room rate: Rp 266.500/malam pesan langsung via web Amaris Hotel.

Alamat: Jl. Padma Utara, Legian, Bali

Ph. +62-361-756 021

Email: bali.legian@amarishotel.com

 

Ohya Amaris Hotel punya banyak properti dan lokasinya tersebar di Bali. Bukan cuma di Legian aja. So kalo misalnya kamu mau piknik tipis-tipis keluyuran di Pulau Dewata ini, ada banyak pilihan lokasi yang bisa dijadikan alternatif menginap. Cuss intip!

 

Amaris Hotel Dewi Sri

Jl. Dewi Sri No. 88x, Kuta – Bali

Ph.  +62-361-8496633

 

 

Amaris Hotel Kuta – Bali

Jl. Lebak Bene, Kuta – Bali

Ph. +62-361-8496779

 

Amaris Hotel Pratama – Nusa Dua

Jl. Pratama Lingk. Celuk, Kel. Benoa, Kuta Selatan

Ph.  +62-361-8468333

 

Amaris Hotel Sunset Road

Jl. Sunset Road No. 57, Kuta – Bali

Ph.   +62-361-8496555

 

Amaris Hotel Teuku Umar

Jl. Teuku Umar, No. 139 ,Denpasar, 80361

Ph.   +62-361-9382020

 

Selamat Hari Selasa, guys! Kapan mau liburan ke Bali?

 

 

Iklan

5 respons untuk ‘Piknik Tipis-tipis ke Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s