Ngeri-Ngeri Sedap

Kamu sudah ponton film besutan Bene Dion Rajagukguk; Ngeri-Ngeri Sedap? Saya sekeluarga sudah nonton dari awal-awal launching. Sekeluarga as in bokap-nyokap lengkap sama anak cucunya :mrgreen: Bapak pesan 2 row bangku di bioskop sekaligus. Kami nonton bareng sepulang gereja dan sambil nunggu film-nya mulai, itu Bahasa Batak terdengar membahana dari seluruh penjuru bioskop. Keknya 1 bioskop isinya orang Batak semua deh itu. Huahaha.

Asli, ini film tuh mengharu biru banget. I COULD RELATE WITH ALMOST EVERY ASPECT IN THE MOVIE. Film dibuka dengan soundtrack Attar Didokkon, ini lagu bokap banget pas masih muda. Bokap suka setel lagu ini kalo pagi. Bahkan saya masih ingat nama penyanyinya dulu: Trio Ambisi dan kasetnya berwarna hijau 😀 Hahaha.

Baca lebih lanjut

You Suppose to Turn 42 Today

My heart aches when I opened our college album and recalling all the memories that comes within.

It hurts badly that I cried.

It hurts knowing that our friendship didn’t have a chance to have further rollercoaster joyful-sadness-exciting-fearfully life experience memories.

It hurts so much that we cannot exchange calls after long tiring days in the office.

It hurts painfully we cannot watch our kids grow bigger together. Basti and Vino will be great buddies just like we are (I am sorry, I still cannot write in past tense. I feel like you are still here with me by soul)

It hurts deeply reminiscing what we have gone through together and thinking what we might could’ve done.

Your mom just texted me this pic of us. The day when we graduated together. A bit blurry but I wanna post it here. I still keep in touch with your mom, Ros. I still keep in touch with your fam.

You are more like a sister to me than a friend, Ros. May you Rest In Peace in heaven. I love you always.

Written accompanied by Run of Collective Soul, one of your fave bad. I miss you badly, Ros.

Ke Gereja lagi Setelah Pandemi

Sudah sebulan ini gereja saya buka ibadah on site alias off line. Aslik, pertama kali nginjek gereja lagi, saya merinding banget 🥺🥺 berkaca-kaca gitu matanya. I was overwhelmed with all these beautiful feelings.

Saat memilih mau duduk di mana, itu aja bikin terharu. Gilak, akhirnya gue balik lagi ke sini.

Saat saya naikkan pujian syukur bareng jemaat Tuhan lainnya, perasaan saya campur aduk. Haru, grateful, nggak percaya, Tuhan baik, semuanyaaaa.

Sudah dua tahun lebih kami sekeluarga ibadah online, ya dijalani aja karena kondisi pandemi. Nggak ngeluh, nggak gimana-gimana. Tapi ternyata begitu bisa gereja on site…. Ambrol. Saya serindu itu ibadah di Rumah Tuhan lagi.

HAPPY SUNDAY!

Tuhan, ajarku berdiam dalam rumah-Mu.
Ajarku berharap penuh selalu pada-Mu.

Lebih dari Pemenang

It’s beeen a busy week. Deadline susul-susulan tak berhenti. Ada meeting penting di hari Selasa yang persiapannya saja baru selesai jam 2 dini hari. Cuma tidur 4 jam dengan mata panda. Oh tentu saja kopi pun habis bergelas-gelas. But all was paid off. I nailed the meeting. Yeay!

Nggak berhenti di situ, ada aja kerjaan baru dengan dinamikanya sendiri. Naik turun banget. Sampe gue mikir, ini kenapa lepas dari mulut buaya kok ya masuk ke mulut harimau? 😅

Namun Puji Tuhan terlalui semuanya. Bersyukur dan bersyukur selalu. Sadar banget, ini nggak akan terlampaui kalo saya nggak punya support system yang baik.

Tuhan baik. Hidup nggak selalu mulus. Ada masanya sulit, susah, penuh rintangan tapi Tuhan sediakan pertolongan. Selalu. Dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Jika Allah di pihak kita, siapa dapat melawan?