Begini Rasanya Patah Hati di Usia Kepala 3

Saya nggak pernah menyangka akan merasakan patah hati lagi di usia kepala 3, di saat segala hal terasa sudah sangat settle. Ya ampun, patah hati itu adalah suatu keadaan di mana suasana perasaan naik turun tidak terkontrol. I hate that state of heart. Mau ngapa-ngapain rasanya nggak enak. Buat saya, patah hati itu campuran perasaan menyesal dengan banyak pertanyaan โ€œwhat ifsโ€ hingga sedih karena kehilangan.

Dan jujur…. Sudah lama sekali saya tidak mengalami gejolak perasaan seperti itu.

Semenjak menikah di 2008 lalu, hidup saya stabil. Masalah terkait hati skalanya kecil, nggak sampe mengguncang riak kehidupan. Semua bisa diselesaikan dengan berkomunikasi; duduk semeja sambil makan makanan kesukaan lalu bicara. Mungkin butuh lebih dari 1x makan bersama, mungkin butuh beberapa kali pelukan manja tapi pada intinya semua masalah bisa diselesaikan. Semua masalah ada penyelesaiannya. Dan saya sudah terbiasa dengan pola seperti itu. Itu membuat saya nyaman. Ah manusia, pola berulang memang bikin nyaman ya. :mrgreen:

Baca lebih lanjut

Slowing Down a Little Bit

So I havenโ€™t feeling well for the past four weeks. It started early December then getting worse right after Christmas. Nggak jelas sakitnya apa, pokoknya cepat banget nge-drop aja. Pemicu sepele bisa bikin badan ringkih banget. Salah makan sedikit langsung diare 5 hari (padahal biasanya juga gpp makan makanan itu). Atau kecapean sedikit terus sesak napas, batuk lalu asma kambuh. Nah, ini nih yang repot. Begitu asma kambuh biasanya agak lama buat pulih.

Akhirnya ya udah, 2 minggu terakhir ini istirahat aja di rumah nggak ngapa-ngapain. Satu yang saya nggak sadari ternyata beristirahat total itu menajamkan segala macam indera perasa saya.

Baca lebih lanjut

A Refreshing SPAcation at Aryaduta Suites Semanggi

Hubungan saya dengan Jakarta itu ibarat pacar yang nggak bisa dienyahkan, yah model love and hate relationship gitulah. Saya sering mengeluh tanpa henti kalo terjebak macet parah di Jakarta tapi kalau lagi travelling beberapa minggu ke luar kota, nah kok ya perasaan kangen gitu muncul. Bahkan mulai dalam perjalanan pulang dari bandara ke rumah, rasanya sudah senang melihat jalanan padat di jalan tol. Haish, aneh kan? Apa yang dikeluhkan malah dikangenin ๐Ÿ˜€ Hahaha.

Jakarta oh Jakarta! Baca lebih lanjut

Mencicipi Christmas Set Menu di Gastromaquia Jakarta

โ€œFood is the most primitive form of comfort.โ€ -Sheilah Graham

Mata saya mengerjap senang melihat bangunan dominan putih dengan sentuhan black stripes di ujung jalan Ciniru dan Ciranjang. Arsitekturnya mencuri perhatian, klasik namun chic. Kemudian suara saksofone yang lembut menyanyikan lagu-lagu Natal nan ceria langsung menyapa telinga saat saya memasuki restoran Spanyol ini. Ah, terasa homey. Menurut saya, Gastromaquia Jakarta adalah pilihan yang tepat buat kumpul-kumpul sama teman, keluarga, atau orang kesayangan karena lokasinya strategis dan ambience restorannya yang menyenangkan. Baca lebih lanjut

Piknik Tipis-tipis ke Bali

Deru suara angin laut yang khas beradu dengan gemuruh ombak yang pecah di bibir pantai. Membuat dada ini berdetak kencang seolah laut memanggil untuk saya segera bermain dengannya. Ah, cepat-cepat saya turun dari boncengan motor, menaruh helm dan langsung lari ke arah pantai meninggalkan Adrian yang sibuk memarkir kendaraan. Nggak sabar rasanya pengen segera menuntaskan kangen sama Pantai Kuta, sama pasir putihnya, sama riuh pedagangnya dan tentu saja sama pemandangan lautnya yang menggoda.

Setelah tawar-menawar harga kursi santai di pantai dengan payung teduhnya (eits ini bukan nama band ๐Ÿ˜› ) saya pun duduk diam menyelami langit dan lautan biru yang terpampang di depan mata. Membiarkan matahari Bali pelan tapi pasti menyapa kulit wajah saya (yang untungnya sudah diolesi tabir surya SPF 50 sekalian! Siapa yang mau ambil risiko kebakar matahari kan? Sakit! Hahaha). Saya selalu senang duduk diam menikmati alam, mau gunung atau pantai nggak ada masalah, semua senang. Tanpa bicara, tanpa kata-kata dan itu bisa saya lakukan berjam-jam lamanya. Mulai dari hari siang hingga sang surya tenggelam. Menyenangkan!

Senja di Pantai Kuta

Baca lebih lanjut

So, Iโ€™m Gonna Save These

Being a mom is truly magical journey for me. Starts from the pregnancy, labor and life after that, all are amazing! To be honest, I never thought that my son, whoโ€™s not even five can do such beautiful things. Everyday he wows me. Not with big extraordinary thing but with simple daily activities. Btw donโ€™t assume motherhood is all just happy lalalili thingy, thereโ€™s nothing as that luxury. Hahaha. Sure, I had my overwhelming moments but most of the time I feel blessed that I embrace motherhood with open arms since the day I found out heโ€™s in my tummy.

So, Iโ€™m gonna save these… Words he told me randomly, out of his pure heart and made me fly. Baca lebih lanjut

Mooryati Soedibyo: Konsisten Berkarya dan Berkreasi untuk Indonesia

Disclaimer: saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mewawancarai legenda kecantikan Indonesia yaitu Ibu Mooryati Soedibyo. Wawancara ini dimuat di Majalah Express Air pada tahun 2017 yang lalu. Mengingat profil beliau yang begitu menginspirasi maka artikel tersebut saya publish di blog ini sekaligus sebagai kenang-kenangan juga atas hasil karya saya. Hehehe. Enjoy!

โ€œTidak ada kata terlambat untuk sebuah kesuksesan,โ€ kalimat tersebut meluncur lembut dari Mooryati Soedibyo, tokoh pengusaha wanita dibalik suksesnya produk Mustika Ratu yang terkenal itu.ย  Kata-kata tersebut memang tepat menggambarkan apa yang sudah ia jalani selama ini. Merintis usaha jamu di usia 45 tahun yang bagi kebanyakan orang dinilai tidak lagi muda, ย Ibu Mooryati (begitu ia akrab disapa) membuktikan bahwa umur bukanlah halangan untuk mencapai sukses. Saat ini PT. Mustika Ratu TBK sudah menggurita dan bahkan berdiri lebih dari 4 dekade lamanya. Baca lebih lanjut