Saya dan Anyang-anyangan: Musuh Bebuyutan Sebelum Kenal Prive Uri-cran

 “You can always make money but you can’t always make memories.”

Salah satu alasan saya seneng banget piknik adalah quotes di atas. Hidup cuma sekali dan nggak bisa diulang, jadi kenapa tidak mengisinya dengan banyak membuat kenangan yang indah? Salah satu cara saya liburan murah tapi penuh kebahagiaan itu adalah dengan road trip. Menyenangkan banget berada di jalan satu mobil dengan orang-orang yang saya sayangi. Bercanda, ketawa, berantem (karena bingung nentuin mau makan di mana) tapi abis itu baikan lagi. Hihihi, Seru! Belum lagi kalau ada mobil dengan kaca transparan dan orangnya pacaran di jalan, wah saya dan suami langsung deh sibuk main dubbing membuat percakapan seolah-olah kami adalah mereka. Hahaha, makin seru!

Tapi keseruan itu bisa terganggu kalau ada yang anyang-anyangan 😛 Belum tahu apa itu anyang-anyangan? Sini saya jelasin. Anyang-anyangan adalah kondisi di mana keinginan untuk buang air kecil berlebih, nyeri saat pipis atau urin yang keluar sedikit-sedikit seperti nggak tuntas jadi sering ke toilet. Udah kebayang siapa temannya yang sering begini? Atau jangan-jangan malah diri sendiri? :mrgreen:

Serius, anyang-anyangan pas road trip ini gengges banget. Sebentar-sebentar mesti berhenti cari pom bensin atau restaurant buat pipis. Ya ampun, kayaknya dalam satu jam ada deh 5 kali berhenti cari pipis. Kapan  nyampenya ya? Tapi mau gimana lagi, kalau ditahan-tahan pipisnya, nanti anyang-anyangan makin parah. Tapi kalau nggak ditahan, kok ya ngerepotin? Mana sialnya udah ngantri buat masuk ke toiletnya lama, sampai di dalam pun susah buang air kecil 😦 duh apes.

Walaupun ngerepotin, tapi berhenti di setiap pom bensin saat road trip itu masih bisa dilakukan. Tapi kalau lagi di tengah lautan pasir gimana? Seperti yang saya alami saat eksplor Gunung Bromo kemarin. Di tengah deru roda jeep 4WD -yang gagah perkasa padahal usianya aja udah lebih dari 50 tahun- dan dikelilingi perbukitan hijau yang membuat mata dimanjakan dan jiwa seolah lepas bebas saya cuma bisa mesem-mesem menahan hasrat pengen buang air kecil.

Wajah kebelet pipis saya 😀 hahaha

“Mbak, lu kenapa? Kok diem aja?” Tanya Astrid kawan saya.

“Gpp, kok. Cuma kebelet pipis aja,” jawab saya sambil mengepalkan tangan di dalam saku jaket, teringat mitos jaman dulu bahwa untuk menahan pispis harus mengenggam batu.

Astrid terdiam, mungkin nggak tahu juga mau kasih saran apa. Wajar kalau saya kebelet pipis karena trip Bromo kami dimulai dari tengah malam demi mengejar sunrise dan sampai 4 jam sesudahnya kami nggak ketemu toilet juga.

“Pipis di balik pohon, mau nggak, Mbak? Nanti aku jagain.” Astrid menawarkan jasanya.

“Ogah, ngeri pamali, ini di Bromo.” Jawab saya pendek. Bukan judes tapi nahan pipis itu nggak enak, Jendral.

“Lha terus gimana? Nih batu, mbak, biar nggak kebelet lagi.” Ujar Astrid menyodorkan beberapa kerikil. Ada diam di antara kami sebelum saling pandang dan kami pun tergelak.

Habis mau apa lagi selain ketawa? Mau pipis di mana? Di belakang jeep? Nanti bau. Di tengah semak-semak? Saya takut digigit semut. Ditahan? Ya ini pilihan terbaik sih. Alhasil saya nggak bisa menikmati semua keindahan ciptaan Tuhan dengan maksimal karena kebelet buang air kecil. Poto saya di Teletubbies Hill di kompleks Gunung Bromo ini yang bagus hanya tampak belakang, sebab kalau tampak depan mukanya micing-micing nahan pipis. :mrgreen: Parah!

Kalau lagi di tempat seperti ini terus kebelet pipis gimana? Keseringan nahan pipis bisa anyang-anyangan yang dapat menjadi gejala awal ISK

Ketika Anyang-anyangan Mulai Menganggu Setiap Aktivitas

Setelah pulang dari Bromo itu anyang-anyangan saya makin parah. Setiap ke toilet, saya mengalami sakit buang air kecil, nyeri tak terhankan. Nggak enak banget. Puncaknya saat saya ada meeting dengan salah satu Menteri Kabinet Kerja. Meeting dimulai pukul 10 pagi dan didahului dengan brunch bersama. Setelah brunch dan sebelum meeting dimulai, saya pun ke toilet sebagai antisipasi supaya nanti nggak kebelet pipis di tengah-tengah rapat.

Bencana! Saya makin susah buang air kecil dan nyeri sekali. Ah… 😦 Dengan agak tertatih saya memasuki ruang rapat karena waktu sudah menunjukkan pukul 10.00. Sepanjang meeting saya gelisah.  Meringis menahan rasa kebelet pipis, dan badan mulai demam hingga keluar keringat dingin. Alhasil saya kurang fokus sama jalannya meeting padahal saya mesti membuat intisari rapat sebagai bahan laporan dan juga langkah kerja berikutnya.

Kenapa nggak ke toilet saja? Wah, apa jadinya kalau saya bolak-balik ke toilet sementara Pak Menteri sedang memberikan pengarahan? No, thanks, saya nggak mau digibeng sama ajudannya Pak Men. Kalau cuma dikasih tatapan laser sih bagus ya, tapi kalau abis itu dapat bonus dipelototin boss sendiri? Duh, sengsara banget.

Anyang-anyangan sudah menganggu hampir semua sendi aktivitas kehidupan saya. Road trip terganggu, piknik nggak maksimal, bahkan pekerjaan saya pun hampir jadi korban. That’s it. Sudah waktunya saya mengambil tindakan akan hal ini. Kirain didiemin aja anyang-anyangan bakal ilang, ternyata malah makin parah. 😦

Saya pun berkonsultasi ke dokter akan hal ini dan menemukan banyak fakta menarik tentang anyang-anyangan.

Jangan anggap remeh anyang-anyangan karena dapat merupakan gejala awal dari Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan jika didiamkan bisa merusak ginjal saat infeksi naik ke atas. Hiii…. Saya sih nggak mau.

Gejala ISK

Terdapat beberapa tanda-tanda terkena ISK yaitu , demam, nyeri pada pinggang, punggung atau saat pipis, mual muntah, nafsu makan menurun, frekuensi buang air kecil meningkat, air seni berwarna keruh bahkan dapat juga diare. Tentunya hal ini sungguh berbahaya.

Penyebab Anyang-anyangan

Anyang-anyangan dapat menimpa siapa saja, lelaki, perempuan, dewasa, tua, muda bahkan anak-anak. Wanita memiliki potensi terkena anyang-anyangan 50% lebih tinggi dibandingkan pria. Kenapa? Karena saluran kemih wanita lebih pendek dibandingkan pria dan oleh karenanya bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna lebih mudah masuk ke saluran kemih. Dengan kondisi begini maka perempuan memang lebih rentan terkena anyang-anyangan. Penyebab sakit saat buang air kecil itu adalah meradangnya saluran kemih sementara penyebab anyang-anyangan sendiri ada banyak, beberapa di antaranya adalah:

  1. Sering menahan buang air kecil
  2. Toilet yang kotor
  3. Kebiasaan cebok yang salah, dari belakang ke depan sehingga bakteri pun mudah berpindah
  4. Hamil
  5. Efek samping KB
  6. Minuman yang mengandung soda, alkohol, kafein
  7. Kurang minum air putih
  8. Aktivitas seksual yang berlebih sehingga bakteri yang ada di liang kecing terdorong ke saluran kemih.
  9. Dst

Dari 8 penyebab anyang-anyangan di atas, saya melakukan 3 di antaranya yaitu: sering menahan pipis (apalagi kalau pas travelling dan juga penerbangan jarak jauh. Anuh, males bolak-balik ke kamar mandi pesawat yang ada jauh di belakang itu), kurang minum air putih dan banyak minum-minuman diuretic. Saya penggemar kopi dan teh!

Pada saat saya hamil dulu saya malah nggak anyang-anyangan karena sadar bahwa potensi terkena Infeksi Saluran Kemih alias ISK pada wanita hamil itu sangat tinggi, oleh karenanya saya betul-betul teratur ke toilet dan menjaga kebersihan daerah intim. Lha, setelah nggak hamil kok ya malah anyang-anyangan karena hal sepele? Anyang-anyangannya berulang pula! Alias datang dan pergi, persis musuh bebuyutan.

Parah ya? Hahaha. Tepok jidat boleh? Kalau boleh sekalian minjem tangannya Babang Brad Pitt buat tepok jidat saya ya? Plis, boleh. Kasihanilah perempuan yang udah berulang anyang-anyangan ini. Biar ada obat nyeri karena cakepnya Babang Brad Pitt 😀 .

Cara Mengatasi Anyang-Anyangan

Walau anyang-anyangan bikin nggak nyaman tapi bukan berarti nggak bisa dicegah. Di bawah ini beberapa cara mencegah anyang-anyangan:

  1. Hindari, atau jika tidak bisa, kurangi minuman diuretic seperti teh, kopi, dan alkohol.
  2. Perbanyak minum air putih
  3. Membersihkan area kewanitaan dengan baik (cebok dengan arah yang benar)
  4. Jaga kebersihan intim sebelum dan sesudah bersenggama
  5. Konsumsi Prive Uri-cran secara teratur

Dokter yang saya temui mengatakan bahwa saya tidak memerlukan antibiotik namun harus mengubah pola hidup dengan lebih baik. Ibu dokter yang baik hati tsb menyarankan 4 hal di atas sementara yang ke-5 adalah pengalaman pribadi saya.

Selesai meeting dengan Pak Menteri yang kacau balau itu, selain ke dokter saya mengikuti saran teman untuk mengkonsumsi Prive Uri-cran yang menganduk ekstrak buah cranberry. Buah cranberry ini tinggi vitamin C dan populer digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan dan sebagai antioksidan.

Pengalaman Mengkonsumsi Prive Uri-cran

Awalnya saya ragu untuk minum Prive Uri-cran, tapi setelah saya coba ternyata saya suka. Rasanya nggak terlalu manis dengan sedikit rasa asam menjadikannya terasa segar di lidah dan tenggorokan. Wanginya juga fresh, hati jadi senang saat mengaduk Prive Uri-cran dengan air: wanginya menguar.

Kemasan Prive Uri-Cran praktis jadi mudah dibawa ke mana-mana

Setelah hampir 2 minggu pemakaian, pelan tapi pasti anyang-anyangan saya mulai hilang. Prive Uri-cran keluaran Combhipar mampu mengatasi susah buang air kecil dan sakit buang air kecil apabila diminum secara teratur. Seperti yang sudah saya tulis di atas,  penyebab anyang-anyangan adalah masuknya bakteri E.Coli ke saluran kemih sehingga mengakibatkan peradangan, nah Proanthocyanidin yang merupakan kandungan alami buah cranberry di dalam Prive Uri-cran dapat menghambat perlekatan bakteri E.coli di dalam saluran kemih. Oleh karena itu Prive Uri-cran efektif mencegah anyang-anyangan dan  Infeksi Saluran Kemih.  Minum air putih saja nggak cukup, mesti dibantu dengan Prive Uri-cran untuk mengatasi anyang-anyangan.

Setelah 2 minggu pemakaian, Prive Uri-cran mampu mengatasi susah buang air kecil dan sakit buang air kecil.

Akhirnya love hate and hate relationship saya dengan anyang-anyangan putus semenjak ada Prive Uri-cran. Aktivitas saya pun mulai normal kembali. Nggak sabar mau road trip lagi bulan depan! Pengen menciptakan lebih banyak memori indah untuk dikenang saat tua nanti :* Tentu road trip nanti minus anyang-anyangan dong :mrgreen:

 

Selamat hari Sabtu, guys! Pernah anyang-anyangan?

 

Prive Uri-cran

Tersedia dalam bentuk tablet atau puyer

Aman diminum semua kalangan baik pria atau wanita juga anak-anak

Diminum 1-2x sehari untuk menjaga kesehatan

Harga mulai IDR 20.000 – 41.900

Dapat dibeli di apotik dan toko-toko terdekat baik online maupun offline.

Iklan

12 respons untuk ‘Saya dan Anyang-anyangan: Musuh Bebuyutan Sebelum Kenal Prive Uri-cran

  1. Keke Naima berkata:

    Nah sama, Mbak. Kalau lagi jalan-jalan, apalagi udara dingin, saya gampang banget beser. Kalau di lokasi ada toilet yang bersih sih saya tenang. Kadang-kadang suka susah, makanya suka nahan pipis. Padahal kan berisiko terkena anyang-anyangan.

    Saya pernah kena anyang-anyangan. Gak nyaman banget, deh. Sekarang Prive Uri-cran juga jadi andalan 🙂

  2. Dian Restu Agustina berkata:

    Jalan mudik lebaran+anyang anyangan duh enggak kebayang.
    Karena sudah ada Prrive Uri-cran jadi enggak kepikiran deh mudik nanti bakal kena anyang-anyangan lagi.
    Pokoknya wajib dibawa di tas ini mah;;;)

  3. lialathifa berkata:

    Ihhh jadi inget dulu pernah anyang-anyangan pas kemping, alasannya karena cuaca panas, jarang minum, mau pipis kamar mandinya jauhh.. Sekarang mah enak ya ada prive uri cran, praktis bisa dibawa kemana aja

  4. cupah berkata:

    Pernah… Gara-gara nahan pipis eh malah pas pipis kayak ga tuntas.
    Solusinya waktu itu cuma minum yang banyak. Hahaha. Kembung-kembung dah.. wkwk
    Baru tau Prive Uri-cran ini……

  5. Ahmed Tsar berkata:

    Iya tuh miots ngantongin batu pas lagi jalan-jalan eh kebelet, pernah saya alamin juga …Percaya nggak percaya, tapi tetep ajah kalau liat WC, keinginan beser di jalan begitu besar kalah batu hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s