Tips Memilih Dokter Kandungan (Obgyn) untuk Kehamilan Buah Hati

Saat menyadari bahwa tamu bulanan saya terlambat datang, hal pertama yang saya lakukan (selain membeli test pack ya) adalah mencari Obgyn alias dokter kandungan yang akan saya percayakan memeriksa serta memberikan input akan kehadiran buah hati. Jelas dunk pilih Obgyn harus hati-hati, karena ini pengalaman pertama saya mengandung maka saya extra picky. Obgyn-nya harus bikin hati nyaman, nggak boleh pelit bicara, jangan mahal-mahal amat (ini penting! Hihihi) dan harus pinter juga. Lha nggak mau dunk punya Obgyn yang kalah pinter sama saya yang modal googling :mrgreen: eh. Saya tipe cross check sana-sini soalnya. Alias kritis sendiri. Duh, tabahkanlah hatimu yang menjadi Obgyn-ku. Hahaha.

Ohya dalam memilih dokter kandungan atau Obgyn ini beberapa tips yang saya lakukan:

  1. Buat kriteria dokter kandungan yang kita inginkan seperti apa. Mau cewek atau cowok, tua atau muda, lokasi prakteknya bagaimana, cara ia berkomunikasi dengan kita seperti apa hingga perkara sepele seperti ngantrinya lama atau enggak πŸ˜€ Percayalah, antrian yang lama itu bisa bikin mood bumil ngedrop sampe level terendah.
  2. Minta rekomendasi dokter kandungan dari beberapa teman yang telah hamil. Testimoni bumil lain itu biasanya terpercaya. Tapi ya jangan langsung mentah-mentah dipercaya, ini kan hal pribadi banget, maka…
  3. Setelah mendapat beberapa rekomendasi, coba datang untuk konsultasi dengan dokter kandungan tersebut. Lihat apakah kita merasa nyaman dengan dokternya, jika kurang nyaman jangan dipaksakan. Ingat, ini tuh adalah orang yang akan kita percayakan buah hati lhoooo plus dia bakalan ngintip-ngintip bagian paling intim kita. Jadi ya harus benar-benar nyaman banget.

Nah, saat saya sedang memilah dokter kandungan, saya meminta saran dari Utet, teman blogger yang kebetulan telah hamil 3 bulan terlebih dahulu. Ia menyarankan untuk saya mencoba konsul ke Obgynnya, Dokter Budi Susetyo SpOg di Poliklinik Afiat, RS PMI Bogor. Pertama dengar langsung males. Anuuuuh, salah satu kriteria saya pengen dapat Obgyn cewek. Tapi setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya pikir nggak ada salahnya dicoba deh.

Ternyata pertama datang langsung klepek-klepek. Hahaha. Thanks Utet! Dokter Budi ini sopan banget orangnya. Usianya di atas 50 tahun nampaknya tapi ia punya suara lembut yang menghipnotis jadi bikin tenang. Hahaha. Dokter Budi juga selalu memanggil pasiennya dengan sebutan β€œdek”. Ayee! Berasa muda :mrgreen: , kemudian Dokter Budi sendiri nggak pelit ilmu dan nggak pelit bicara, setiap kali kontrol ia akan selalu bertanya apakah ada keluhan? Dan jika saya mengeluhkan sesuatu, misalnya kaki bengkak, ia tidak langsung menjelaskan cara mengatasinya tapi akan mulai dengan sebab-musabab kenapa kaki bisa bengkak baru ia berikan solusinya. Well, saya jadi merasa ada di kelas perkuliahan lagi. Tambah pinter! Keren kan? πŸ˜‰

Dokter Budi juga pandai. Pernah lho saya ngetes soal delayed cord clamping pada plasenta, suatu penelitian yang hasilnya baru dikeluarkan tahun 2013 lalu dan ia bisa menjelaskan dengan argumentasi yang baik. OK, saya puas! ^_^ Mana mau saya punya dokter yang nggak update sama pengetahuan terkini πŸ˜‰

Dokter Budi juga pro normal serta pro ASI, selalu menyemangati saya untuk melakukan persiapan-persiapan agar bisa melahirkan normal.

Tapi, walau begitu dokter Budi ini bukan tanpa cela. Ihiiiiiiks. Sudah baca kan sisi-sisi positifnya yang saya sukai? Nah itu datang juga dengan pasien segambreng! Dengan kata lain Dokter Budi ini adalah salah satu dokter kandungan alias Ob/gyn favorit banget di Bogor. Mana tiap kali buka praktek cuma mau terima 15 pasien saja, konsekuensinya suami harus berjibaku biar dapat nomor pendaftaran >.< Hahaha.

Dokter Budi ini praktek di beberapa tempat, setau saya ada di Hermina, Poliklinik Afiat dan di RS PMI Bogor, biaya konsul menyesuaikan dengan lokasi prakteknya πŸ™‚ Saya pindah-pindah antara Poliklinik Afiat dan Hermina. Mana jadwal dr. Budi yang pas aja sama saya. Wis, cap cus!

Oke, itu tadi tips memilih dokter kandungan serta sedikit review akan pilihan obgyn saya. Hihihi.

Salam sehat ibu hamil! πŸ˜‰

Advertisements

14 thoughts on “Tips Memilih Dokter Kandungan (Obgyn) untuk Kehamilan Buah Hati

  1. Bieb says:

    Pro Normal dan pro ASI memang wajib banget tuh. Dan itu yang saya googling pertama kali ketika hamil. Dulu waktu hamil Raya sempet 4x ganti dokter. 2 dokter pertama ngerasa oke sih. Tapi suami ga mau klo sampai aku lahiran di RS tempat dia praktik. Banyak pengalaman ga enak. 1 dokter cowok, walau deket rumah tetapi antri berjubel dan aku jg kurang sreg. Kurang komunikatif (penting nih!!). Dan akhirnya memutuskan untuk bisa melahirkan sama dr. Susanti Kusumo Budiarti Sp.OG. Masih muda, sabar dan selalu menenangkan. Sayangnya belum banyak review tentang beliau di dunia maya. Hamil yg ke-2 ini jg sama dia. Alhamdulillah walau SC baru 1 tahun lalu, tapi dia memberikan respon yg positif klo saya mau VBAC. πŸ™‚

  2. Indah Juli says:

    Obgynku cowok, Islami banget tampangnya secara orang Jawa Arab (nggak ada hubungan ya :D) 3 anak dokternya sama, nggak bisa pindah ke lain hati. Baik dan mau ditanya-tanya, cuma nggak tahan pasiennya banyak amir, bisa sampai jam 12 periksanya πŸ˜€

  3. Mimi Affandi says:

    Dulu masih bego, pas daftar ke rumah sakit disuruh milih dokter. Langsung dong milih yang udah sub spesialis. Niatnya biar lebih akurat. Eh gak taunya mahaaaaaaal selangit. Pulang-pulang dompet langsung kempes T____T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s