Pelajaran dan Pesan Moral dari Film Ku Lari ke Pantai

Minggu awal libur sekolah ini ditandai dengan penayangan film anak Ku Lari ke Pantai produksi Miles Films. Well,  Miles Films ini yang dulu memproduksi #FilmAnakIndonesia berjudul Sherina itu lho. Film yang dulu hits banget dan benar-benar mencuri hati saya. Nah, berbekal rekam jejak yang terpercaya tersebut maka saya sangat menanti-nantikan Ku Lari ke Pantai yang dibintangi oleh  Maisha Kanna, Lil’li Latisha, serta didukung nama besar Lukman Sardi dan Marsha Timoty. Apalagi sekarang saya sendiri sudah punya anak dan sungguh pun kangen banget ada film anak Indonesia yang mendidik dan berkualitas.

 

Kangen Film Anak Indonesia yang berkualitas dan mendidik dan Film Ku Lari ke Pantai ini wajib ditonton keluarga

Alur Cerita

Anw, Film Ku Lari ke Pantai ini berpusat pada dua tokoh utama yaitu Samudra Biru yang dipanggil SAM (duh saya kok suka banget namanya ya) berusia 10 tahun dan HAPPY yang berusia 12 tahun. Dua saudara sepersepupuan ini punya karakter bagai langit dan bumi. Yang satu tomboy dan membumi sementara yang satu lagi girly banget model princess-princess yang butuh maintenance tinggi :mrgreen: . Saya jadi ingat, waktu kecil dulu sepertinya saya itu SAM banget hahaha. Cuma kalau SAM sukanya surfing di laut, saya sukanya main karet di kebon 😀 tapi intinya sih sama: hobi panas-panasan. Hihihi. Nah, bareng MAMA UCI -ibunya SAM- mereka melakukan perjalanan sepanjang 1.000 km menggunakan mobil dari Jakarta ke Banyuwangi. Karakter yang beda banget, lalu usia yang jaraknya terpaut sedikit (alias cousin rivalry) ini yang jadi konflik utama film Ku Lari ke Pantai. Film yang nano-nano banget karena banyak adegan lucunya tapi juga ada dramanya yang bikin haru.

Ada banyak pelajaran dan pesan moral yang bisa dipetik dari Film Ku Lari ke Pantai

Film berdurasi 112 menit ini mengajarkan banyak hal. Saya sarikan di sini ya. Pssst. SPOILER ALERT!

Pelajaran dan Pesan Moral Dari Film Ku Lari ke Pantai:

  1. Family is everything. You fight, you quarrel, you scream loudly but deep down inside you love each other. Boleh berantem satu sama lain tapi kalau sampe ada yang ganggu saudara gue, itu artinya berurusan sama gue. Gitu kan keluarga itu? Ada satu adegan di mana Wahyu (anak pemilik penginapan di Temanggung) bersitegang dengan Happy. Lalu SAM pun menantang Wahyu dan gengnya berantem demi Happy. Hmmm, sounds familiar? Me and my sibilings do that too!
  2. Sisters forever, sisters takes care each other. Namanya juga saudara, walau jarang ketemu tapi seiring waktu tahu kebiasaan-kebiasaan tertentu. Saya suka sekali adegan saat Sam memarahi Happy yang terus berteman dengan geng Glam Girls-nya padahal sebenarnya itu membuat Happy nggak happy.  Atau ketika Happy menjaga Sam yang sering bertingkah berlebihan saat sugar rush. That’s what family do, right? Taking care each other!
  3. Take pride and joy in what you do. Pak Eddie yang merupakan fotografer idealis dengan cita-cita pengen jadi fotografer Natgeo sempat berkeluh kesah saat kliennya tidak mau menuruti sarannya dalam angle pengambilan foto. Tapi istrinya dengan santai bilang, “Udah jepret aja, anggap mereka obyek Natgeo.” Hihihi. Ya bener juga sih, kadang-kadang idealisme harus bisa beradaptasi dengan kenyataan dan tantangan hidup.
  4. Nikmati alamnya, jangan selfie doang. Hahaha, sungguh saya ketawa kenceng banget pas ada adegan di Bromo di mana orang-orang minta foto close-up sampai-sampai keindahan alamnya malah terpinggirkan. Lalu Pak Eddi sang fotografer idealis itu pun memberikan kuliah panjang lebar. Semoga kita semua masuk dalam golongan yang bisa selfie di alam bebas tanpa melupakan keindahan alamnya juga ya, Moms. 😀
  5. No fake. Sama saudara nggapain juga mesti jaim? Saya ngakak pas Sam punya ritual kentut-kentut sebelum tidur. Bener-bener deh.
  6. Lancar berbahasa Inggris itu penting, tapi jangan lupakan bahasa ibu. Saya rada ketampar bolak-balik sih pas adegan ini karena pada dasarnya saya juga campur-campur ngomongnya. Apalagi anak saya bilingual. Tapi pesan moral yang harus digarisbawahi sih bahwa mampu berbicara Bahasa Inggris (sebagai Bahasa internasional, demi memudahkan pekerjaan dst) itu memang penting tapi ya jangan sampai lalu malu berbicara Bahasa ibu. Untunglah saya masih jago ngomong Bahasa Jawa juga. Hehehe.
  7. Be nice, be kind. Pertolongan itu kadang datangnya tak terduga.
  8. Sometimes we need to put off our dreams for the greater good. Antara menggapai mimpi atau menolong nyawa orang? Mana yang dipilih? Film Ku Lari ke Pantai menggambarkan situasi dilematik ini dengan sederhana tapi menohok banget. Mata saya sampe berkaca-kaca saat SAM dan Happy mampu membuat pilihan yang tepat walaupun mereka harus menekan egonya dalam-dalam.

Film Tontonan Wajib Buat Anak Supaya Makin Akrab Sama Keluarga

Nah, itu tadi 8 pelajaran atau pesan moral yang saya tangkap dari Film Ku Lari ke Pantai dan saya masih punya segudang alasan lain buat semua ibu-ibu wajib membawa anak-anaknya nonton film ini. Mulai dari pemain pendukungnya sampa soundtrack-nya yang dinyanyikan oleh RAN. Serius deh, film Ku Lari ke Pantai ini sungguh menarik dengan kualitas jalinan cerita yang pas. Nggak lebay atau hiperbola. Sungguh membumi dengan keadaan sekarang. Satu aja sih yang agak menganggu buat saya, anuh itu Mama Uci kuat bener yak nyetir 1.000 km sendirian nggak ada yang jadi supir serep. Makan apa sih? Hahaha. Selebihnya sih Film Ku Lari ke Pantai ini sangat impresif. Mampu mengobati kerinduan saya akan film anak-anak yang berkualitas.

Nonton Film Ku Lari Ke Pantai bareng anak dan keponakan.

Ini film tontonan keluarga yang bakalan kasih insight buat orang dewasa sekaligus menghibur anak-anak. Disisipi pesan moral tapi nggak menggurui plus bertaburan indahnya alam Indonesia. Pastinya bikin pengen jalan-jalan hahaha. Saya sendiri jadi pengen ke G-Land sama Rote. Ahey.

TOBAAAT, Susahnya Momong 2 Anak

Ohya saya nonton bioskop membawa anak dan keponakan saya. Yah, mereka sepupuan persis kayak SAM dan Happy dan selisih usianya juga cuma 2 tahun. Adegan-adegan di dalam film Ku Lari ke Pantai bukan cuma saya tonton di layar lebar tapi juga di depan mata. Soalnya anak saya dan sepupunya ya gitu deh. Sebentar-sebentar berantem (mana anak laki jadi kadang berantemnya pake fisik), tapi semenit kemudian akur. Kalo dipisahin nggak mau tapi kalo duduk bareng cakar-cakaran. Giliran diomelin terus gandengan tangan seolah saling menjaga satu sama lain abis itu ngeliatin saya dengan mata bundarnya seakan bilang, “It’s us against Mami Eka and the world.” Duh bocaah! Hahaha. Mama Uci, I feel you! Dan 2 krucils itu pun menikmati banget film KLP ini. Komentar anak saya, “Let’s go roadtrip again, Mami.” Sementara komentar keponakan saya, “Bagus ya Bou. Aku mau bisa berenang.” (ohya Bou = tante dalam Bahasa Batak).

Anak saya dan sepupunya. Dijagain dan gandengan untuk beberapa menit. Abis itu ya berantem lagi. Hubungan persepupuan itu gini yaaa. Love and hate tapi seru hahaha. Nah film Ku Lari Ke Pantai ini sarat nilai dan pesan moral yang baik tentang keluarga.

 

Anw, mumpung baru tayang beberapa hari, saya saranin segera tonton deh film Ku Lari ke Pantai ini. Nggak bakalan rugi bahkan bisa-bisa abis ini merencanakan liburan keluarga deh. Hihihi.

 

Selamat Hari Sabtu, Moms. Wiken ini ngapain?

Iklan

12 respons untuk ‘Pelajaran dan Pesan Moral dari Film Ku Lari ke Pantai

  1. Fanny Fristhika Nila berkata:

    Asiik ya kalo punya sepupu deket gini usianya. Lah aku ama sepupuku beda umur 20 thn wkwkwkw.. Jd ga ngalamin hubungan hate love relationshipnya. Tp ini aku rasain ama saudara kandung. Naaaah, plek ketiplek banget deh ama sam dan happy. Berantem, baikan, berantem lagi :p.

    Aku juga udh planning mau nonton film ini mba. Dr awal muncul, udh bertekad hrs nonton, nukan krn ini film bagus, tp krn yg main marsha timothy hahahaah.. Aku penggemar berat dia dan suaminya 🙂

  2. retno berkata:

    jadi makin kepingin ngajak anak anak nonton mbak… ulasannya bikin penasaran hehehe. Betewe anakku ada 3 yang jarak lahirnya dua tahun sama setahun, jadi ga jauh jauh sama yang di film hihihi

  3. iMan berkata:

    Wah keren banget reviewnya Eka. Saya juga udah nonton dan memang Kulari Ke Pantai film anak-anak yang pake sudut pandang anak-anak banget, sederhana tapi daleeeem banget 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s