Bucket List: My 40 Things to Do Before I Die

So, I still have couple of years before I turn 40 and was thinking that having list of things I wanna do would be fun. I made it!

Awalnya saya menuliskan judul artikel ini “40 Things to Do Before 40” tapi setelah saya pikir-pikir, kenapa saya membatasi keinginan saya sampai usia 40 saja? Apakah sesudah umur 40 trus nggak boleh punya bucket list lagi? Apakah sesudah usia 40 tahun maka hidup saya akan berhenti dan nggak ada impian yang bisa dikejar lagi? and so on. Ribet. Hahaha. Pemikiran itu akhirnya sukses membuat saya mengganti judulnya menjadi My 40 Things Bucket List to Do Before I Die. Sebenarnya saya pernah menuliskannya di blog saya yang satu lagi tapi itu versi consice-nya. Yang ini versi komplitnya.

My 40 Bucket List Before I Die

Why only 40 things? Karena menurut saya 40 itu udah banyak, nggak perlu membebani diri sendiri dengan buanyak sekali keinginan, 40 cukup jadi batasan. Toh, saya pikir setelah ada list yang dicoret, bukan berarti saya nggak boleh menambahkan keinginan baru juga toh? Jadi intinya sih list ini hidup,  berkembang dan bisa dicoret, dikurangi atau ditambahi. Selayaknya manusia yang berevolusi maka bucket list ini pun fleksibel aja.

So here it is. My 40 things to do before I die (those in blue caps means I’ve done it):

  1. Keliling Eropa dan berciuman di bawah atau dengan latar belakang Menara Eiffel. Me and Adrian supposed to take this trip this year (2018) tapi ndilalah kok ya ikutan seminar keuangan dan terhipnotislah kami. Akhirnya uang buat ke yurep dipake buat beresin cicilan rumah dulu. Hahaha. Moga bisa nabung lagi. Teman saya Fickry protes, “why postpon the fun? Masih bisa cicil rumah sambil ke yurep kan?” Pendapatnya ada benarnya, tapi kami kok rasanya nggak ikhlas jalan-jalan sambil mbayari bunga KPR ke bank 😀 Hahaha.

2. Melihat sunset di Santorini.

3. Roadtrip di Amerika Serikat dan mengunjungi Taman Nasional. Ke Amerikanya udah, tapi roadtripnya belom 😀

4. Ke Raja Ampat.

Udah ke Raja Ampat di 2017 lalu tapi pengen lagi hehehe

5. Pink Beach and Komodo.

Done in 2016, bahkan balik lagi di 2017. Tapi masih pengen ke sana lagi lho.

6. Learn how to dive. Tbh, di tahun 2013 saya sudah daftar les buat dive, tapi pas bulan berikutnya akan mulai, eh baru tau kalau ternyata saya hamidun. Yowis bubhye nggak jadi belajar diving hahaha.

7. Diving di Togean.

8. Berenang di laut lepas tanpa pelampung atau life jacket. Did it at Bitung!

9. Berenang bareng Manta, hiu dan paus.

Look how scare I was 😛

Berenang sama hiu udah pernah di Karimun Jawa, manta juga udah di Komodo. Tinggal sama Paus yang belum.

10. Berenang sama ubur-ubur jinak. Yeay, udah di Derawan :* seneng!

Foto diambil dari blog saya yang satu lagi ceritaeka.com. Udah follow belum? 😛

 

11. Naik Gunung lagi. Di 2017 saya  naik ke Gunung Batur (tapi Batur kan nggak susah medannya) lalu aslik jadi pengen nanjak lagi kayak waktu masih kuliah dulu yang bisa wara-wiri Gunung Gede dengan santai hahaha. Sekarang mesti latihan fisik dulu yang bener ini :mrgreen:

12. Go on a bungee jumping.

13. Quit a job without regret. I did it in 2017.

14. Punya usaha kos-kosan. 20 pintu boleh lah ya. Sekarang baru ada tanahnya aja tapi blom punya modal buat bikin bangunannya haha.

15. Punya 12x dana darurat di luar dari liquid cash. Sekarang saya nggak kerja, benar-benar harus pintar-pintar ngatur keuangan. Hihihi.

16. Baca Alkitab dari awal sampai akhir, dari Kitab Kejadian sampai Wahyu.

Oh God, I’ve been trying to do this since I was a teenager but maaan, nggak kelar-kelar huahaha.

17. Pergi mission trip ke daerah terpencil.

18. Beribadah di Yerusalem.

19. Sekali aja, beribadah di Hillsong Church di Aussie.

20. Make amend with some people from the past. No need to hold grudges, right?

21. Punya lebih banyak anak asuh. Baru punya 1, pengennya nambah lagi, semoga Tuhan kasih rejeki supaya bisa sponsorin pendidikan anak-anak yang kurang beruntung.

22. Jadi relawan di panti jompo atau rumah sakit, mendoakan mereka yang sedang terbaring kurang sehat. Waktu SMA saya dulu sering melakukan ini, tapi semenjak kuliah jadi egois dan memonopoli waktu demi kesenangan pribadi. For God sake I wanna do this again.

23. Lari 5 km, 10 km, 21 km. Done 5km the last 2 month, latihan lagi biar kuat lebih jauh.

Lari dengan pace lambat, pelan-pelan tapi yang penting lari 😀 hihihi

24. Ikut half marathon di mana gitu. New York Marathon kek, London Marathon kek, di mana kek pokoknya ikut half marathon.

25. Bisa berenang dengan baik minimal 2 gaya berbeda. Di 2015 akhirnya saya bisa berenang gaya katak, setelah 3x ganti pelatih renang. Hihihi, Pengen bisa renang gaya bebas dengan baik.

26. Belajar merokok. Not that I want to be a smoker, I just wanna know how it feels to smoke. Weird? Let it be! Huahaha. Anw yang ini sudah saya lakukan dan hasilnya? Mata berair, dada sesak, tenggorokan panas lalu batuk-batuk kayak orang kecekik. Huahaha. Kapok. Anw ma kasih Bobby yang udah membantu mewujudkan keinginan ini walaupun pake dipelototin.

27. Menerbitkan buku. Done! Satu novel pribadi dan 2 buku kompilasi dengan penulis lainnya. Aih senang!

Labirin Rasa, my first novel.

28. Learn new language, kepikiran  pengen belajar Bahasa Perancis atau Spanyol gitu.

29. Menguasai satu alat musik. Piano atau gitar seru kali ya. Dulu pas SMA sih saya pernah belajar gitar (sampe dibeliin gitar sama bapak saking bapak mendukung niat saya) tapi berhubung kuku saya jadi patah dan sakit bener akhirnya saya nyerah. Hahaha. CUma itu gitar ada gunanya juga kok, adek-adek saya pada bisa gitaran.

30. Potong rambut pendek model bob atau bondol gitu. I have this long hair over the shoulder almost the entire years of my life. Cuma sekali rambut saya pendek pas kelas 2 SD, abis itu panjang terus dan itu pun saya nggak inget kayak apa. Pengen tau rasanya kayak apa punya rambut pendek itu.

31. Have a dirty little secret and will not share it to anyone 😉

32. Naik kendaraan umum sendirian di Jakarta tanpa merasa takut. Made it in 2010 and 2016. Sampe sekarang masih takut naik kendaraan umum sendirian karena ada trauma masa lalu, belum bisa nyaman gitu. Tapi saya akan belajar menaklukkan ketakutan, saya akan berusaha!

33. Naik motor lagi. Saya pernah mengalami kecelakaan motor 3x dan yang terakhir pas saya tabrakan, saya pingsan lalu bangun di IGD Rumah Sakit. Butuh 2 minggu pemulihan nggak ke mana-mana waktu itu. Scary! Dan semenjak tahun 2004 itu saya nggak pernah naik motor. Namun baru aja sekitar 2 minggu ini saya bisa naik motor lagi. Belajar pelan-pelan diajari Adrian. Ada kejadian lucu, pas saya coba motornya nggak mau jalan. Lalu saya tanya Adrian, “ini motornya udah di-gas kok nggak jalan ya?” Dan setelah di-cek Adrian ternyata saya belum memasukkan persneling :mrgreen: separah itu!

34. Buy something expensive for me like Channel bag and Loubutin Heels. Why not?

35. Go on a solo trip overseas. Ini masih debatable sih karena kok saya deg-deg an hahaha. Kalau solo trip di Indo saya mah berani tapi ke luar negeri? Waks, ini uji nyali. Hihihi. Tapi keinginan itu aada, jadi biarlah saya tulis di sini dulu siapa tau nanti keinginannya makin kuat.

36. Makan makanan aneh seperti jangkrik atau ulat.

Done! Hahaha. Tapi pengen coba yang lain lagi.

 

37. Try that first class cabin traveling abroad.

38. Sekolahin Basti di luar negeri. Short course kek, pertukaran pelajar kek atau syukur-syukur kuliahnya bisa di luar.

39. Bawa ortu liburan. Yang terakhir ini baru kesampaian bawa ortu Adrian alias bapak-ibu mertua liburan.

Liburan sama pakmer dan bumer

Ortu saya sendiri malah belum karena bapak saya masih aktif kerja jadi sulit bagi waktunya. Liburan bareng mama saya sih udah beberapa kali, tapi bawa ortu saya komplit malah belum pernah. Semoga bisa segera.

40. Rahasia. Yang terakhir ini nggak berani saya tuliskan di sini karena sangat personal. Mungkin kalau akhirnya tercapai maka akan saya update di sini.

Ada yang sama bucket list-nya?

Baca juga:

  1. Bercinta di Pantai Rahasia

  2. Tips Cepat Turun Berat Badan

  3. Pengalaman Pertama Waxing

  4. Big Bad Wolf Book sale Jakarta

Iklan

28 respons untuk ‘Bucket List: My 40 Things to Do Before I Die

  1. ellysuryani berkata:

    40 things itu banyak. Tapu memang kitabharua banyak berbuat dan banyak sumbangsih pada hidup ini. Sebab hidup cuma sekali dan sesudah itu…mati.

    Nice post mba Eka 👍

  2. jensen99 berkata:

    Bucket listku yang paling realistis kurasa bisa berenang, lalu trip ke Sumatra, ke Kalimantan, ke Sulawesi, dan ke luar negeri, 1-2 negara tetangga. 🙄

  3. hannif.andy berkata:

    ganti domain? atau emang punya dua blog?
    sik, aku tak menebak bagian terakhir yang rahasia. kalau ini mesti cita2 yang ajaib jika benar2 terjadi. hmm, apa ya?

    btw, aku juga pengen bisa diving. baru latian sekali tok

  4. Lastboy berkata:

    Wah, seru juga kalau punya daftar kayak gini, biar ga lupa dan jadi penyemangat. Semoga lekas tercapai semua yaaaaaa, terutama yg tentang jadi relawan 🙂

  5. cK berkata:

    List kita beda banget yaaa. Aku juga punya bucket list, tapi emang gak dishare aja hahahaha.

    Yang terakhir itu pengen ngasih adek ke Basti ya? dicubit

  6. Fanny Fristhika Nila berkata:

    Beberapa ada yg sama ama keinginankuuu :D. Tp keinginanku ga sebanyak itu mba. Takut ga kecapai :p. Kebanyakn sih berkaitan ama traveling dan hobiku yg suka melakukan hal2 ekstreme :p. Kyk bungee jumping di colorado tempat the highest in the world 320 meter, trus bungee di new zealand, sky diving di dubai, nyobain semua rollercoaster kelas dunia di jepang, yg begitu2 sih.

    Hal2 di luar traveling dan extreme things, ada juga, tp ga terlalu excited dan ga aku patok sebelum 40 hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s