a lot lately. Beberapa orang yang berkesan di hati dari masa kecil saya satu-persatu dipanggil Tuhan.
Salah satunya adalah tetangga 3 rumah dari tempat mama saya tinggal alias rumah masa kecil dulu. Saya biasa memanggilnya Namboru (Tante) Siahaan. Ia buka warung sehingga dulu saya sering mampir buat jajan atau beli garam/gula/telur disuruh mama saya. Nah, karena buka warung itu pula maka kami sering menitipkan kunci rumah di warungnya. Yeah, kami nggak taruh kunci di bawah keset, di pot bunga atau di atas kusen pintu tapi dititip. Rumahnya selalu terbuka, kami bebas datang kapan saja oleh karena itu intensitas komunikasi kami betul-betul sering.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.