Hello Saturday: On Pasar Jatinegara, Historical Building and Death

Last day in 2022 and while I am sipping my cup of tea, 3 random things emerge in my mind.

On Pasar Jatinegara

Setiap beberapa tahun sekali saya biasanya meremajakan baju seragam kantor yang saya kenakan. Dan tahun ini sudah waktunya saya jahit baju lagi setelah terakhir bikin seragam tahun 2014 lalu. Lama ya bok. Udah agak pudar warnanya. Dengan semangat 45, saya keliling Mayestik cari bahan yang diinginkan tapi sayangnya nggak ketemu. Padahal itu mayestik dikenal sentra bahan lho. Lalu mendadak saya ingat bahwa dulu pas awal 90an, mamak saya pernah ajak saya belanja bahan di Pasar Jatinegara. Akhirnya saya meluncur ke sana dan… Bahannya ketemu! Yeay.

Anw, pas di Pasar Jatinegara itu saya kesulitan cari parkir. Saya nggak mau parkir di pinggir jalan demi alasan keamanan jadi masuklah saya ke gedung parkir yang ada di belakang gedung. Wrong move! Anjay padet banget jalan menuju gedung parkir, bulan Desember pulak. Saya kuatir banget nyenggol pedagang yang buka lapak di pinggir jalan. Lalu pas di gedung parkirnya juga padet banget sama truk-truk yang naik-turunin barang. Pas saya lagi cari-cari parkir gitu, pandangan saya terpaku pada sosok bapak-bapak yang sekuat tenaga mendorong troli penuh berisi bal-bal pakaian di jalanan menanjak. Trolinya tinggi banget sarat muatan. Saya terdiam sesaat dan membatin how much does that bapak make a day. Pemandangan itu terpatri lama sekali di pikiran. A good friend of mine always told me that I live in a bubble wich I don’t understand what that means for I feel like I am just living my life the way it is. Bubble dari mana? But now I think I know what my friend meant.

On Historical Building

Baca lebih lanjut