30 Hari Menulis Puisi

Berawal dari mention rame-rame di twitter, entah siapa yang memulai, saya diajak dalam gerakan 30 hari menulis Puisi. Weeeh… saya senang dengan gerakan ini! Gimana ya rasanya setiap hari dipaksa untuk menulis di blog? Menulis puisi pulak! Kalo emang jago puisi siy, yang kayak gini is just a piece of cake! Betul? Tapi buat saya? Yang nulis puisi benar-benar menggantungkan diri pada mood?! Ini benar-benar tantangan! Dan, jangan pernah menantang saya dalam hal beginian! Ini darah batak masih merah dan mendidih jenderal! Saya pasti ikutan :mrgreen: hehehe.

Tapi, saya sempat ragu lho. Jelas ragu! Puisi-puisi itu mau ditaruh dimana? Di blog utama saya? Ah rasanya tidak sesuai dengan genre yang ada, jika selama sebulan penuh langsung diisi dengan puisi semua, rasa-rasanya gak pas. Gak klik.

Mau ditulis disini? Di blog ini? This blog is my sanctuary which keep me in my sanity, the place where I can be who I am.. Blog ini tidak pernah saya bagi ke orang lain. Blog ini adalah tempat persembunyian perasaan saya. Saya sangat jujur di dalam blog ini. Blog ini adalah saya sesungguhnya. Jadi, saya ngeri. Mampukah maukah saya membagi bagian dari diri saya yang selama ini saya simpan rapat-rapat kepada orang lain? Saya bimbang.

Namun, setelah sekian lama berpikir.. Akhirnya saya putuskan untuk membuka diri (baca: blog ini) pada segerombolan anak-anak muda pecinta kata. Luar biasa! membaca puisi-puisi mereka membuat saya merinding, sekaligus minder :mrgreen: rasa-rasanya jemari saya tak sehebat mereka menganyam kata-kata. Puisi buat saya adalah ekspresi kata-kata, saya tidak mengotak-ngotakkan diri pada suatu aliran tertentu. Saya hanya menulis, menulis, dan menulis….. Dengan bahasa sehari-hari yang ringan, tidak seperti mereka yang seolah menjadikan puisi seperti nafas mereka sehari-hari. Tapiiii… well, count me in beibeh! πŸ˜‰ Mari kita tenggelam mencangkul kata-kata lalu merangkainya dalam untaian puisi, selama 30 hari kedepan!

Nah, demi kelancaran jalannya program 30 Hari Menulis Puisi ini, ada beberapa kesepakatan yang perlu ditulis :

  1. Tema puisi ditentukan oleh setiap orang yang sudah terdaftar di gerakan 30 Hari Menulis Puisi ini. Tema digilir bergantian setiap hari.
  2. Setiap peserta yang kedapatan menentukan tema, harus memberitahukan peserta lain melalui Twitter tema yang akan diusung paling lambat pukul 10 malam, satu hari sebelum tema tersebut dijalankan esok harinya.
  3. Giliran pemberi tema ialah sesuai urutan berikut ini (Sudah saya siapkan beserta Tanggal, agar memudahkan kita) :

@supernopha : 4, 11, 18, 25 Desember. | 1 Januari

@hazziran : 5, 12, 19, 26 Desember. | Β 2 Januari

@ekasept : 6, 13, 20, 27 Desember. | 3 Januari

@MyIsti : 7, 14, 21, 28 Desember.

@almascatie : 8, 15, 22, 29 Desember.

@ceritaeka : 9, 16, 23, 30 Desember.

@SilenceHart : 10, 17, 24, 31 Desember.

Trus, kalau bolong menulis puisi gimana? Well… Ini saya serahkan pada forum yah, maunya gimana. Tapi saya pribadi berpendapat, bahwa gerakan ini kan untuk senang-senang, jadi gak usah dikasih sanksi yah kalo absen nulis? Yah? Yah? πŸ˜‰ #kedip-kedip. Kan kadang sibuk tak terperi πŸ˜› Halah! Bahasa saya πŸ˜›

Well.. Apa ada ide lain sobat? Fell free to share it here. Thank u udah mengajak saya dalam gerakan ini. Let’s rock! m/ hehehe

Advertisements

3 thoughts on “30 Hari Menulis Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s