#3 Mati Tanpa Suara

Kemarin aku berpapasan dengan angin
Ia memaksaku bicara tentang kamu
Tentang hasrat, tentang mimpi, tentang rasamu
.
Dan aku benci pembicaraan itu
Menggurat luka, menyemai duka
Merusak suasana
.
Tapi aku tak pernah mampu menolak bujuk rayunya
Jadi walau terluka
Aku tetap bicara
Bercerita tentang kamu, tentang cinta, tentang kita
.
Kamu dengan angkuhmu
Dengan harga diri dan egomu
Menggilas rapuh kalbu
Mencabut semua akar hidup yang aku ampu
.
Kamu dengan keras hatimu
Membiarkan aku menangis dalam kelu
Kamu dengan kepala batumu
Menyiksaku dalam bisu
.
Enam tahun berlalu
Luka itu menjadi residu
Dan kamu mati didalam kepalaku
Atau aku yang mati berkalang sendu?
Advertisements

8 thoughts on “#3 Mati Tanpa Suara

  1. isti says:

    semoga dukamu segera berlalu dan berlabuh dalam gegap gempita kebahagiaan… maaf telat ikut, baru ikut hari ini.. senang bisa bergabung di #30harimenulispuisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s