Jangan Cepat Besar, Anakku

Kayaknya baru kemarin #BabyBoy lahir terus nemplok ke mana pun saya pergi. Maksudnya nemplok adalah nggak bisa lepas karena #BabyBoy masih menyusu dan saya pun berencana memberikan ASI Exclusive padanya.

BabyBoy yang udah mulai rambatan alias belajar berdiri dan jalan :*

BabyBoy yang udah mulai rambatan alias belajar berdiri dan jalan :*

Uuuugh, masa-masa itu…. Masa di mana pergi 2 jam buat ke salon aja rasanya nggak tenang. Gimana mau tenang?! Baru juga pergi 2 jam tapi payudara rasanya suakit karena bengkak kepenuhan ASI. Mau dipompa biar bengkaknya mereda kok ya tanggung bentar lagi pulang. Nggak dipompa tapi badan panas dingin. Belom lagi pikiran kuatir apa #BabyBoy tenang? Nangis nggak ya pas ditinggal? Rewel nggak ya? Dst dst. Nah, ribet kan? Yang begini jadi bikin males pergi kemana-mana. Alhasil rasanya kayak terpenjara di rumah. Kadang kalau mood jelek jadi BT nggak jelas gitu.

Tapi seiring waktu, perlahan saya menikmatinya. Bahagia karena merasa dibutuhkan, sukacita karena air susu saya menghidupi #BabyBoy. Dan rasanya memang nggak komplit kalau nggak ada #BabyBoy di dekat saya.

Tapi, akhir-akhir ini saya perhatikan frekuensi menyusu #BabyBoy mulai berkurang. Hasil pompaan ASIP saya juga menurun. Pas kemarin ke dokter untuk kontrol bulanan, saya konsultasikan hal ini ke beliau. Dan ucapan bu dokter sungguh membuat jantung saya hampir copot. Ia berkata, “Wajar produksi ASI turun dan anak mulai berkurang menyusunya… Kan memang anak didesain untuk tidak terus menyusu. Ia bakal mandiri, kebutuhan gizinya terpenuhi dari makanan. Nggak dari susu ibunya lagi.”

 Makdeg!

Lha kok pas denger kata-kata bu dokter saya mendadak jadi sedih. Rasanya belom siap deh melihat #BabyBoy nggak nyusu lagi dari saya. Kok kayaknya nggak rela ya… Kayaknya baru kemarin menyusu, mencari saya tiada henti, lha kok sekarang kayak udah mulai bisa mandiri… How time flies so fast! Jangan cepat besar ya anakku…. :*

Advertisements

14 thoughts on “Jangan Cepat Besar, Anakku

  1. niee says:

    aaaahhhh. Iya mbaaakkk. Aku juga mengalami hal itu. Asip aku mulai berkurangg. Rasanya gak rela aja menyusuinya gak sesering dulu. Hiks

  2. renatamalau says:

    Iya banget yaa.. cepet bgt besarnya merekaa… tp yg disini makannya msh ga mau banyak… nenen nya yg msh kuat bgt…
    Let’s enjoy our time with our babyboy…mmuachh

  3. Tian Lustiana says:

    Waktu memang bergulir sangat cepat ya mak,, hiks. Anak saya juga nih ga terasa udah mau 7 tahun, rasanya baru kemarin saya begadang nyusuin dia 😀 .. semoga anak – anak kita semua selalu sehat dan diberkahi Allah Swt serta diberikan umur panjang aamiin

  4. bunda raka-alya says:

    Terlalu sering menyusui…Maknya repot juga. Kadang lagi nanggung ngerjain sesuatu..minta nenen. Tapi klo udah waktunya disapih…anak udah siap, kadang ibunya gak tega. Itu pengalaman pribadiku Mak, anak saya yang cew 2,5 tahun…:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s