Saya mulai mengenal Miley Cyrus sekitar tahun 2006 saat ia berperan di Hannah Montana. Cute teenager yang dielu-elukan banyak orang karena bersuara emas dan juga punya kepribadian yang menyenangkan. Namun, saya juga menyaksikan momen ia memasuki masa dewasa: “untamed” “nakal”, “bandel”, “berontak”, twerking, “breakdown” lewat lagu Wrecking Ball hingga her messy divorce dan sekarang kembali dengan suara yang lebih enak didengar dan lagu-lagunya pun ngehits karena relatable. In short, I’ve seen her changes.
Anw, saya pernah membaca bahwa Miley Cyrus dibesarkan dengan didikan Kristiani ketika kecil. Ia bahkan mengenakan purity ring saat memasuki masa remaja. This actually reminds me of myself, I have a very protective father yang punya mata elang mencermati siapa yang dekat dengan anak-anaknya thus hidup saya lurus banget. Nggak ada yang berani ngajakin nakal karena udah jiper duluan liat bapak saya Dengan didikan model begitu, Bagusnya sih… ya nggak macem-macem. Gak neko-neko but at some point ada juga keinginan berontak dan ngerasain nakal tuh kayak apa. Saya ingat, sahabat saya bahkan pernah komen, “You’re so pure. So clean.” Karena saya tidak menyentuh rokok, jarang alcohol (kalopun iya, pasti ada yang ngawasin), dan tidak bertato. I took my buddy’s comment as a compliment but still.. sempat penasaran sih nakal tuh kek apa 😅
Hence, Miley Cyrus latest song resonates with me.
I know I used to be crazy.
I know I used to be fun.
You say I used to be wild.
I say I used to be young
She cried in the entrance of the song regretting things which can’t be erased, yet gradually able to reminisce her wild phase in way of more appreciating manner. No more regret, it’s just part of the past.
You tell me time has done changed me.
That’s fine, I’ve had a good run.
I know I used to be crazy.
Messed up, but, God, was it FUN.
Those wasted nights are not wasted
I remember every one.
These whole lyrics really hits home. Anak baik-baik, masuk fase “nakal and wild” then get the life back on track. Dan memang ketika “periode nakal” ini kelar, ya betul-betul kelar. Nggak mau lagi. Nggak pengen lagi. Kayak udah selesai aja gitu nggak pengen apa-apa.
Sejujurnya, saya sudah mendengar lagu ini mulai dari pertama kali rilis di Agustus 2023 lalu. Saya inget, saya pantengin di Spotify! LOL. Namun baru sehari sesudah Natal kemarin saya menangis tersedu-sedu di awal lagu dan akhirnya perlahan bisa tersenyum kemudian betul-betul feeling contempt with the past and ready to embrace the future. Intinya, udah selesai dengan masa lalu. I have closed the chaper. This song really allows both sadness and joy to happen at the same time, Thank you for the song, Miley. I get it, it voiced me.
See it for yourself.