Cinta adalah geletar degub dada setelah berpisah cium di pelataran parkir negara,
Cinta adalah mekar tulip di musim semi terpapar sinar mentari dan telaten siram air di pagi hari,
Cinta adalah wewarna pelangi setelah badai,
Cinta adalah gemeletuk gigi menahan dingin dalam penantian janji,
Cinta adalah manis kecapi melumuri hati,
Cinta adalah dua angsa menari berkawan teratai,
Cinta itu (saat ini) terwujud dalam raga suamiku.
Tak terganti, kuat mengakar seiring perjalanan hari.
Kategori: Literature
Letih
Pipiku basah oleh tuduhmu yang salah kaprah
Mataku sayu dalam penantian pesan yang layu
Hatiku perih saat kita berselisih
Mengapa lesat kesimpulan yang terangkum?
Mengapa tiada tanya tanda permintaan mahfum?
Dan bulir bening menggenangi barisan lentik bulu rapi;
Bingkai mata yang sering kau kecupi
Mungkin kau benar duhai #manggis,
4 masalah dalam 4 hari nampaknya sungguh tragis
Saat ini, aku tak mampu menghentikan tangisku,
Letih.
Diperolok sauh yang tak akan pernah berlabuh.
Soliliquy, jiwaku perlu itu.
Kuta
Presensi
Ada kamu
Ketika kubuka mataku
Memelukku erat
Dalam lelap buai mimpimu
Jangan bangun sayang
Aku ingin menikmati parasmu
Teduh penuh cinta
Polos tanpa noda
Terima Kasih
Tak Terduga
SALAH
Terjal
Sejumput rindu
Menelusup dalam kalbu
Menggelegakkan nafsu
Sangat menganggu !
Ketika rasa itu menyesak di dada
Kepada siapa utarakan tanya
Lampiaskan dengan prosa
Cumbui melalui mata
Haramkah bercumbu denganmu walau hanya di otakku ?
Tenggelam ditelan ombak yang menderu

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.