30 Hari Menulis Puisi

Berawal dari mention rame-rame di twitter, entah siapa yang memulai, saya diajak dalam gerakan 30 hari menulis Puisi. Weeeh… saya senang dengan gerakan ini! Gimana ya rasanya setiap hari dipaksa untuk menulis di blog? Menulis puisi pulak! Kalo emang jago puisi siy, yang kayak gini is just a piece of cake! Betul? Tapi buat saya? Yang nulis puisi benar-benar menggantungkan diri pada mood?! Ini benar-benar tantangan! Dan, jangan pernah menantang saya dalam hal beginian! Ini darah batak masih merah dan mendidih jenderal! Saya pasti ikutan :mrgreen: hehehe. Baca lebih lanjut

#1 Mencintaimu

Pernikahan ini adalah sebuah perjalanan pendewasaan diri
Membawaku melalui ruang kehidupan penuh sisi
Dengan banyak lorong berliku;
Sering pelangi, kadang juga jamu
.
Tapi perjalanan ini terasa lebih mumpuni
Karena kamu setia disisi
Menawarkan lengan menggandeng tangan
Menyodorkan rasa berbagi canda
.
Pernikahan ini adalah sebuah perjalanan pendewasaan diri
Membawaku naik ke dimensi kehidupan yang lebih tinggi
Mari arungi perjalanan ini bersama, bersisian dengan selubung asa
Aku menikmati setiap jengkal langkah yang kita ayun bersama
Sejatinya, engkaulah seluruh perjalanan hidupku itu sendiri.

Apakah Cinta Itu

Cinta adalah geletar degub dada setelah berpisah cium di pelataran parkir negara,
Cinta adalah mekar tulip di musim semi terpapar sinar mentari dan telaten siram air di pagi hari,
Cinta adalah wewarna pelangi setelah badai,
Cinta adalah gemeletuk gigi menahan dingin dalam penantian janji,
Cinta adalah manis kecapi melumuri hati,
Cinta adalah dua angsa menari berkawan teratai,
Cinta itu (saat ini) terwujud dalam raga suamiku.
Tak terganti, kuat mengakar seiring perjalanan hari.

Letih

Izinkan aku menangis wahai #manggis
Pipiku basah oleh tuduhmu yang salah kaprah
Mataku sayu dalam penantian pesan yang layu
Hatiku perih saat kita berselisih

Mengapa lesat kesimpulan yang terangkum?
Mengapa tiada tanya tanda permintaan mahfum?

Dan bulir bening menggenangi barisan lentik bulu rapi;
Bingkai mata yang sering kau kecupi

Mungkin kau benar duhai #manggis,
4 masalah dalam 4 hari nampaknya sungguh tragis

Saat ini, aku tak mampu menghentikan tangisku,
Letih.
Diperolok sauh yang tak akan pernah berlabuh.

Soliliquy, jiwaku perlu itu.