#4 Kupu-Kupu
Senja dimatamu. Menari bersama pedih sembilu. Tak ingin kau jalani. Namun itu takdir yang terjadi.
.Senja dimatamu. Bergulung bersama takdir yang tak menentu. Manakala lembaran merah Soekarna-Hatta. Berpindah tangan dari si belang ke dalam bra. .
Senja dimatamu. Kan terus pilu. Kamu, terjebak diantaranya. Tersedot ke dalam pusaranya. Tak berdaya.
#3 Mati Tanpa Suara
Dan aku benci pembicaraan itu Menggurat luka, menyemai duka Merusak suasana .
Tapi aku tak pernah mampu menolak bujuk rayunya Jadi walau terluka Aku tetap bicara Bercerita tentang kamu, tentang cinta, tentang kita .
Kamu dengan angkuhmu Dengan harga diri dan egomu Menggilas rapuh kalbu Mencabut semua akar hidup yang aku ampu .
Kamu dengan keras hatimu Membiarkan aku menangis dalam kelu Kamu dengan kepala batumu Menyiksaku dalam bisu .
Enam tahun berlalu Luka itu menjadi residu Dan kamu mati didalam kepalaku Atau aku yang mati berkalang sendu?
#2 Hujan
.
Bersama hujan rohku kan menari Bersulang untuk indahnya hidup yang tlah terlewati dan masa depan yang ceria menanti
30 Hari Menulis Puisi
Berawal dari mention rame-rame di twitter, entah siapa yang memulai, saya diajak dalam gerakan 30 hari menulis Puisi. Weeeh… saya senang dengan gerakan ini! Gimana ya rasanya setiap hari dipaksa untuk menulis di blog? Menulis puisi pulak! Kalo emang jago puisi siy, yang kayak gini is just a piece of cake! Betul? Tapi buat saya? Yang nulis puisi benar-benar menggantungkan diri pada mood?! Ini benar-benar tantangan! Dan, jangan pernah menantang saya dalam hal beginian! Ini darah batak masih merah dan mendidih jenderal! Saya pasti ikutan hehehe. Baca lebih lanjut
#1 Mencintaimu
Tapi perjalanan ini terasa lebih mumpuni Karena kamu setia disisi Menawarkan lengan menggandeng tangan Menyodorkan rasa berbagi canda .
Pernikahan ini adalah sebuah perjalanan pendewasaan diri Membawaku naik ke dimensi kehidupan yang lebih tinggi Mari arungi perjalanan ini bersama, bersisian dengan selubung asa Aku menikmati setiap jengkal langkah yang kita ayun bersama Sejatinya, engkaulah seluruh perjalanan hidupku itu sendiri.
Cemburu
Apakah Cinta Itu
Cinta adalah geletar degub dada setelah berpisah cium di pelataran parkir negara,
Cinta adalah mekar tulip di musim semi terpapar sinar mentari dan telaten siram air di pagi hari,
Cinta adalah wewarna pelangi setelah badai,
Cinta adalah gemeletuk gigi menahan dingin dalam penantian janji,
Cinta adalah manis kecapi melumuri hati,
Cinta adalah dua angsa menari berkawan teratai,
Cinta itu (saat ini) terwujud dalam raga suamiku.
Tak terganti, kuat mengakar seiring perjalanan hari.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.