Surat Rindu untuk Rosita

Hai Rosita, apa kabarmu di sana? Sebentar lagi lebaran tiba dan biasanya kita sudah sibuk bertukar kabar terbaru atau bercengkerama. Aku biasanya sudah di jalan menuju Jogja dan kamu biasanya bilang, “Lagi mudik ke Purwakarta nih sama papa dan mama.” Lalu telepon ditutup dengan janji nanti akan bertukar oleh-oleh setelah mudik selesai.

Hai Rosita, apa kabarmu di sana? Aku di sini baik-baik saja. Lebaran kali ini nggak mudik melainkan hanya ingin rehat sejenak menikmati Jakarta. Selama puasa pekerjaan lagi banyak-banyaknya, meski jarang keluar kota tapi hampir tiap hari ada aja yang menguras pikiran dan tenaga. Jadi, jeda cuti bersama ini ingin aku manfaatkan secara maksimal. Aku nggak ingin lelah bermacet-macet di jalan. Cuma pengen balik ke dapur dan sibuk masak-masak lalu menikmati binar bahagia Adrian dan Basti karena makanan kesukaan mereka dimasakkan oleh istri/maminya.

Baca lebih lanjut

Apa Kabarmu di Sana? 

Dear Rosita,

Hai kamu.. Apa kabarmu di sana? Tadi aku lelah dan penat banget di kantor. Otw pulang nyetir sendirian trus radio keparat di mobil muterin lagunya Oasis, Don’t Look Back in Anger. Lagu kesukaanmu, Ros. Inget nggak pas pensi bulan bahasa di kampus, kita berdua duduk di pantai lalu kayak orang bego nyanyi teriak-teriak lagu ini dari pinggiran panggung?

Kamu tau, Ros? Begitu lagu itu berkumandang, tanpa sadar jemari ini otomatis memencet nomor ponselmu. Karena aku kangen sama kamu, Ros. Kangen ngobrol dan cerita-cerita gaje. Tapi kenapa nggak ada nada sambung? Kenapa yang ada hanya suara voice mail yang bilang nomer telepon yang anda putar salah?! Baca lebih lanjut