#22 Ullen Sentalu

Menapakkan kaki di beranda
Bersamaan rintik hujan menyapa
Kamu tersenyum
Aku tersipu
Kau kembangkan payung dikepala
Lalu menggamit tanganku mesra


Dua jiwa
Bercanda dalam tawa
Dikelilingi benda purbakala;
Lukisan, batik, hingga senjata
Tak peduli siapa
Tak hirau mata
Dua jiwa berbagi rasa
Kuyup celana
Menggigil,
digigit dingin udara
Tapi hangat dengan cinta