#21 Selecta

Menyusuri dingin Selekta
Kau membawaku ke Taman bunga
Terhampar warna
Tersulam rona bahagia
Sayang, yang paling indah itu kamu
Cair segala beku
Runtuh dalam simpuh
Di sini, di Selekta
Kau curi cium
Dibelantara mawar harum
Hatiku luluh

 

#20 Keajaiban

Aku butuh keajaiban. Agar hatiku yang beku tak lagi kelu. Agar luka yang sangat perih tak lagi menindih. Lihat aku, lihat jiwaku. Adakah kau temukan bahagia? Tersiratkah ceria? Aku sakit. Memori yang kau jejakkan begitu menggigit. Merusak seluruh pusaran jiwa orbit. Aku butuh keajaiban. Semoga kutemukan dalam hijau cemara Natal.

#17 Marilah

Marilah kita duduk sayang
Bicara atau boleh juga nembang

.

Sini, kemari sayang
Jangan jauh seperti bayang
Jangan dingin seperti angin
Tapi hangat bak susu coklat

.

Marilah kita duduk sayang
Bicara atau nembang
Boleh juga berpelukan


#9 Pada Helai Uban

Pada lengkung bibir terbuka, aku berkaca
Indah, bahagia
Semburat riang, menasbihkan tawa
.
Pada helai uban, aku terbeban
Engkau bekerja sebagai persembahan
Memastikan aku tak kurang
Pada lingkar putingmu aku menyusu
Hangat, nyaman, tenang dalam bisu
Ibu, aku rindu

#8 Fragmen Jika

Andai kutahu waktuku tak banyak lagi
Akan kutemani engkau berpeluh berlari
Bercengkerama dengan kuning mentari
.
Andai kutahu waktuku tak banyak lagi
Kan diam aku mengelus rambutmu setiap pagi
Menyisiri dan mentertawakan kutu yang nakal terselip di jemari
.
Andai kutahu waktuku tak banyak lagi,
Kan kuberikan semua ayam untukmu
Agar bertambah itu lemak dibawah bulu
.
Andai aku bisa meminjam pintu kemana saja milik Doraemon
Sudah ku susul kau ke Malang bersama semangkuk rawon
Kumantrai cinta dan rasa
Agar kau selalu rindu pulang
Padaku, pada canda tawa yang sering kita bagi bersama.

#untuk Kapas yang Sabtu (11.12.10) kemarin pindah ke Malang