#22 Ullen Sentalu

Menapakkan kaki di beranda
Bersamaan rintik hujan menyapa
Kamu tersenyum
Aku tersipu
Kau kembangkan payung dikepala
Lalu menggamit tanganku mesra


Dua jiwa
Bercanda dalam tawa
Dikelilingi benda purbakala;
Lukisan, batik, hingga senjata
Tak peduli siapa
Tak hirau mata
Dua jiwa berbagi rasa
Kuyup celana
Menggigil,
digigit dingin udara
Tapi hangat dengan cinta

#21 Selecta

Menyusuri dingin Selekta
Kau membawaku ke Taman bunga
Terhampar warna
Tersulam rona bahagia
Sayang, yang paling indah itu kamu
Cair segala beku
Runtuh dalam simpuh
Di sini, di Selekta
Kau curi cium
Dibelantara mawar harum
Hatiku luluh

 

#20 Keajaiban

Aku butuh keajaiban. Agar hatiku yang beku tak lagi kelu. Agar luka yang sangat perih tak lagi menindih. Lihat aku, lihat jiwaku. Adakah kau temukan bahagia? Tersiratkah ceria? Aku sakit. Memori yang kau jejakkan begitu menggigit. Merusak seluruh pusaran jiwa orbit. Aku butuh keajaiban. Semoga kutemukan dalam hijau cemara Natal.

#17 Marilah

Marilah kita duduk sayang
Bicara atau boleh juga nembang

.

Sini, kemari sayang
Jangan jauh seperti bayang
Jangan dingin seperti angin
Tapi hangat bak susu coklat

.

Marilah kita duduk sayang
Bicara atau nembang
Boleh juga berpelukan