Antara Nyoblos, Ngambek dan Traktiran

Tepat dua minggu lalu, Rabu, 14 Februari 2024, bertepatan dengan hari kasih sayang, saya telah menunaikan kewajiban sebagai warga negara bersama dengan penduduk Indonesia lainnya yang telah cukup umur: Nyoblos, bok!

Waktu itu, hujan cukup deras mengguyur Jakarta dan kota-kota lainnya di seluruh Nusantara mulai dari Selasa malam hingga pagi. Akibatnya, genangan air bahkan banjir terjadi di beberapa tempat. Cuaca dingin dingin ditambah aroma therapy yang nyaman di dalam kamar, asli bikin saya mager. Males banget keluar dari bawah selimut. Sambil bermalas-malasan, saya cek WAG keluarga. Bapak saya dengan semangat ’45 sudah rame saja mengingatkan buat datang ke TPS.

Sedikit bercanda, saya bilang ke bapak kalau saya mau golput saja.

Baca lebih lanjut

I Think About Death

a lot lately. Beberapa orang yang berkesan di hati dari masa kecil saya satu-persatu dipanggil Tuhan.

Salah satunya adalah tetangga 3 rumah dari tempat mama saya tinggal alias rumah masa kecil dulu. Saya biasa memanggilnya Namboru (Tante) Siahaan. Ia buka warung sehingga dulu saya sering mampir buat jajan atau beli garam/gula/telur disuruh mama saya. Nah, karena buka warung itu pula maka kami sering menitipkan kunci rumah di warungnya. Yeah, kami nggak taruh kunci di bawah keset, di pot bunga atau di atas kusen pintu tapi dititip. Rumahnya selalu terbuka, kami bebas datang kapan saja oleh karena itu intensitas komunikasi kami betul-betul sering.

Baca lebih lanjut

Merawat Orang Sakit

Sudah saya ceritakan sebelumnya kalau selain karib dengan Rosita, saya juga akrab dengan keluarganya hingga saat ini. Tante Yayat, mamanya Rosita sesekali menyapa saya via WA sekedar bertanya kabar, demikian juga sebaliknya.

Seperti sore ini, Tante Yayat cerita soal impian-impian Rosita yang tidak terpenuhi sebelum dipanggil Tuhan. Hati saya ngilu dan sedih. Rosita pengen umroh kalo udah kembali ke rumah katanya. Tapi memang waktu itu tidak ada yang bisa kami lakukan karena info dari dokter yang bilang kalo harapan hidupnya hanya 6 bulan saja kami sembunyikan dari Rosita. Sementara dalam 6 bulan itu kondisinya terus menerus makin memburuk.

Lalu memori saya berputar kembali ke tahun 2015 saat saya sesekali curi waktu ijin dari kantor untuk menemaninya kemo.

Baca lebih lanjut

Positivity

Baru-baru ini saya diprotes rekan kerja yang bilang katanya saya terlalu positif. I was like, “What did I do? What does that mean?”. Melihat saya kebingungan dan nggak paham, atasan saya memberikan beberapa situasi dan meminta saya dan teman berkomentar atas situasi tsb. Hanya untuk memberikan contoh agar saya mengerti.

Boss: “Si Mawar ini kalau dikasih kerjaan selalu aja nggak beres, aku harus berulang kali jelasin baru dia paham.”

Teman: “Emang orangnya susah konsentrasi Pak. Kayak ada hal lain lagi dipikirin gitu.”

Saya: “Bukannya kemarin bapak lagi kasih tugas *** juga ya, mungkin nggak fokus karena multitasking.”

Boss: “Si Mawar dan Melati minta dinas bareng sama Asoka (public enemy yang suka tebar racun).”

Teman: Jangan dikasih Pak, daripada Asoka nanti ngeracunin mentalnya mereka.

Saya: Si Mawar kan kuat di IT, Melati kuat di analisa, mungkin biar tim-nya solid, Pak, makanya mereka minta bareng?

Teman dan boss saya geleng-geleng kepala lalu bilang, “Dari sini kamu paham nggak? Tendensimu itu melihat hal baik dari setiap orang dan situasi even there’s nothing good again from that situation!” Saya nyengir dengar komentar bos saya itu :mrgreen:

Baca lebih lanjut

Perluasan Kapasitas

Setelah 3 tahun mengambil sabbatical leaves, saya mbatin di awal tahun 2020; apa yang bisa saya lakukan buat negara ini? I felt like I could do something better in my field. So I got back to work dengan impian ingin berkontribusi lebih untuk Indonesia di keahlian yang saya punya. Klise, tapi saya pikir, jika ingin mengubah sesuatu maka mulai dengan mengubah sistem and that means I need to be inside the system. So I did. And here I am.

Saya mengawali masuk kerja dengan berada di tim evaluasi. Memberi masukan apa yang suatu organisasi perlu lakukan untuk perbaikan kinerja pegawai dan organisasi. Selain itu, sesekali saya diminta me-review atau memberikan masukan jika ada pedoman atau aturan yang akan dikeluarkan terkait bidang yang saya tekuni. Tidak terlalu berat karena tanggung jawab nggak sepenuhnya ada di pundak saya. Role begini udah bikin saya puas coz I know I am doing something for my country. Dan mbatin saya di 2020 itu menurut saya udah terlaksana…. but not :mrgreen:

Baca lebih lanjut

Simple but Sweet

Kalo kemarin saya ceritakan pesan-pesan random yang saya dapat dari orang asing, kali ini saya tuliskan pesan-pesan dari orang-orang yang dekat di hati sebagai bentuk apresiasi. Dari pasangan, sahabat, teman, kolega atau atasan saya sendiri. Dikirimkan karena mereka mengetahui kebiasaan saya. Membacanya ulang membuat hati saya hangat karena saya tahu bahwa saya ada di hati mereka juga.

Baca lebih lanjut

Little Notes

Acapkali, saya menerima pesan dari orang asing secara random: di kafe, di restoran atau di mall. Dalam seminggu ini setidaknya saya menerima 2 pesan yang out of nowhere.

Pesan kopi di suatu restoran yang tidak terkenal dan ketika saya angkat cangkirnya, saya terkejut mendapati pesan manis begini.

Baca lebih lanjut

Goodreads Reading Challenge

Tahun 2023 lalu saya berhasil membaca 12 buku dalam setahun! Yeay. That means 1 book/month. Glad I’m back on the right track. 😊 Membaca itu membuka ruang ruang-ruang pengetahuan baru. Memperlembut jiwa dan kita jadi bisa belajar dari pengalaman orang lain tanpa harus terperosok mengalaminya sendiri. Dan terkhusus pencapaian bisa memenuhi GRC ini memompa rasa bahagia tersendiri di hati saya. I feel like return back to the world where I have known before. Karena somehow saya sempat hiatus dari Goodreads selama 3 tahun, embuh rasanya males aja update buku di sana hahaha.

Khusus untuk tahun 2023 ini sepertinya saya berhutang budi pada Kimi yang bukan hanya selalu menyemangati saya membaca, namun juga ngajakin book date, bahkan kadang mengusulkan untuk membaca buku barengan (thanks, Yellow Face ternyata seru!). Nggak bisa dipungkiri, reading buddy dengan selera yang mirip atau mendekati itu ternyata ngaruh juga ya buat keep me on track. Pelecut semangat. Hehehe.

Hibah

Ohya, di akhir tahun 2023 lalu saya juga mendapatkan hibah 4 buah buku seri kenangan karya mendiang Nh. Dini dari sahabat saya Ailtje. Sebelumnya saya hanya pernah membaca 1 karyanya berjudul Pada Sebuah Kapal lalu setelah itu Nh. Dini hilang dari khasanah buku yang saya baca. Nah, sekarang saat saya mulai membaca karya-karyanya lagi, duh rasanya senang tak terkira! Memang Nh. Dini adalah pengarang angkatan 50 sehingga buku-bukunya pun sarat berkisah tentang masa lalu dan juga kondisi berpuluh-puluh tahun lalu, but it’s okay. Jadi bisa dapat gambaran suasana zaman dulu tuh kayak apa.

Baca buku seri kenangan dari Nh. Dini pas liburan ke Kota Apel. Funny thing is, ini buku dibawa Ailtje dari Malang lalu diberikan ke saya di Jakarta. Kemudian saya bawa liburan dan dibaca di… Malang 😀 Malangception banget ini ya. Hahaha

Goodreads Challenge 2024

Anw, untuk tahun 2024 ini, saya merencanakan membaca 12 buku juga, sama seperti 2023. Bukan nggak mau improvement, tapi sadar diri nggak mau nargetin sesuatu yang sulit dicapai, biar nggak sedih gitu. Jujur, kadang down sih kalau ngeliat orang-orang nge-set target GRC itu 60-100 buku. Kayak Mbak Desti, Puty , Nike atau ya Kimi. Like, wooow keren banget! Tapi melihat beban pekerjaan dan rencana-rencana traveling yang sudah dibeli tiketnya, saya tetap firmed berencana baca 12 buku aja. Nggak mau pasang target muluk-muluk hahaha. I have my own pace. Bisa baca aja udah Syukur. Hihihi. Kalian sendiri gimana, berencana baca berapa buku?

Selesaikan baca buku ini dulu sebelum beli baru ya, Kaaaa. Yaaaaa :mrgreen: old habits die hard, beli buku terus, entah kapan bacanya. Hahaha.