Jayapura Squad

Tiga tahun terakhir saya sering sekali ke Papua, tepatnya ke Kota Jayapura, Sorong dan Manokwari. Bolak-balik tiga kota itu aja ganti-gantian. Setahun bisa 2-4 kali ke suatu kota di ujung timur Indonesia itu. Capek, apalagi penerbangannya pasti dini hari dari Jakarta dan terbang antara 5-7 jam tergantung maskapainya, tapi ya mau gimana lagi. Wong, namanya tugas toh? Meski capek, sisi positifnya, GFF saya udah platinum. Bisa bawa bagasi barang belanjaan sampe 60kg, Cyiin! Hihihi.

Anw, tiap kali ke Jayapura, ada rombongan teman yang selalu menyempatkan ketemuan. Sungguhlah hati saya senang, lelah dalam business trip dihibur oleh orang-orang ini: Jensen, Zippy dan Athoe. Mereka bertiga tak pernah absen menemui saya. Entah sambil makan mie, ketemu di lobby hotel tempat saya menginap atau ya seringnya ngopi bareng.

Baca lebih lanjut

Cita-cita-nya Basti

Apa cita-citamu waktu kecil dulu? Saya dulu pengen jadi astronot karena… Um karena waktu itu lagi booming aja astronot cewek trus pengen beda dari yang lain. Hihihi. Little did I know that, dreams should be built and we need to give wings to them. Well, yeah masa lalu. Hehehe.

Anw, saya berusaha mendukung cita-cita Basti dan keinginan dia yang masih berbeda-beda seiring usianya. Saya bikin list-nya di sini, sebagai pengingat dan akan di-update jika ada perubahan lagi.

Usia 2 tahun : Basti ingin jadi supir bus karena waktu itu hampir tiap hari dengerin lagu The Wheels on the Buss and I gave him a yellow bus as his toy.

Usia 4 tahun : Basti ingin jadi masinis karena katanya bisa jalan-jalan lihat pemandangan dan karena waktu itu lagi gandrung sama Thomas and Friends.

Baca lebih lanjut

I Love it All

I love putting on make up to my face. It looks good, I feel good.

I love dressing up, covering myself with lovely clothes. It made me happy.

I love wearing high heels and skirt. I feel sexy and joyful.

I love reading books and enjoying my own company. I feel content.

I love being hugged. I feel safe.

I love being driven even though I can drive. I feel spoiled.

Yet, I am fine with my bare face or doing things by myself. I am okay with PJs and flip flop also some crowds. I love it all.

Tumbler Day

Salah satu ikhtiar saya untuk ikut mengurangi sampah gelas sekali pakai adalah dengan membawa tumbler sendiri. Hampir setiap hari saya sedia tumbler di dalam tas atau mobil. Saya bilang “hampir tiap hari” karena ya pernah juga lupa sih. Hehehe. One small step matters for this world 🌎. Demi dunia yang lebih sustainable untuk anak cucu kita nanti. Saya punya 8 koleksi tumbler tapi cuma 4 yang biasa saya gunakan karena hmmm karena apa ya… Ya suka aja sih. Rasa suka kan gak bisa dipaksain hadir atau malah dihilangin. Hehehe. Jadinya 4 ini yang biasa saya tenteng ke mana-mana.

Koleksi baru di rumah. Corkcicle warna biru langit yang cantik dan awet banget nyimpen air minum mau panas atau dingin. Bisa seharian lebih suhunya tetap stabil. Btw ini tumbler agak susah didapat, inden 2 minggu Cyin.

Tumbler Starbucks. Udah nemenin dari tahun 2015 kalo nggak salah. Yang ini kurang lama nyimpen panas ya, paling 4 jam juga udah berubah ke suhu ruangan tapi masih suka, masih sayang karena klasik banget modelnya.

Beli tumbler hitam ini di Times Square, New York tahun 2016. Udah 7 tahun dan masih awet aja. Bisa nyimpen panas sampe 14 jam. Fave banget!

Yang ini tumbler hadiah goodie bag dari salah satu acara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ini juga awet gila nahan suhu. Kalo panas bisa tahan 12 jam.

Anw, kamu bawa-bawa tumbler jugakah?

“What we save, saves us. It’s time to save our planet

Don’t Be Too Hard on Yourself

“The day you plant the seed is not the day you eat the fruit.”

Hari ini 3 dari 10 To Do List yang saya buat tidak selesai alias tidak bisa dikerjakan. Dulu saya akan sakit kepala karena ada yang berjalan tidak sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Menyalahkan diri sendiri; ngedumel kenapa tidak membagi waktu lebih baik lagi, kenapa tidak bekerja lebih efisien, sambil sambat kenapa kerjaan kok banyak banget… Kenapa dan kenapa sampai lupa bahwa yang nggak bisa dikerjakan itu 3 sementara ada 7 yang selesai 😊

Terkadang kita terlalu fokus sama apa yang “tidak tercapai” sampai lupa mengapresiasi diri sendiri atas apa yang “sudah dilakukan.”

Jadi saat barusan liat To Do List dan terpampang ada 7 yang udah selesai, Puji Tuhan saya tetap tersenyum bahagia. Hey, I’ve done good! I’ve worked hard. I’ve managed to juggle between here and there and I’ve accomplished lots of things. Sure, ada yang tidak tercapai tapi gpp. Sempurna itu hanya milik Tuhan, ada hari esok untuk memulai awalan baru.

Pssst, jangan lupa… Don’t be too hard on yourself, s/he needs to be loved too 🙂