Simple thing I used to take it for granted, now has become a luxury for me 🙃🙃 Oh, how I miss listening to the radio on humid Sunday noon while reading stacks of novels.
I miss going cycling to unknown places, all sweat and “smoked” under the sun. I miss cooking my family’s fave meal which usually can take up to 2-3 hours cooking per meal exclude the prep. And then plating them.
I have always been daddy’s little girl. He’s my hero, my idol, my first love. He set the bar so high on how a man should treats me that when I was young I searched that quality on my future husband. Late night last Saturday I received a call informing me that dad was sick and wanted all his children to gather. I was shocked. Just met him less than a day and now he’s suddenly ill to the point would like to say a death wish… I had my breakdown. I wasn’t ready.
On the way to meet dad, Adrian was driving, I was shaking in the car; all of memories of me and him were played on my head. Since I was little, how he shaped me, raised me into who I am now, how he spoiled me with lots of vacays local and overseas, how he’s always been very protective, all of our laughter when we had quality time…. I cried. I still want to create more memories with him. I’m not ready to lose him. Oh God, please no.
It was the longest 24 hours of my life. Sitting next to him, watching him open his eyes, looking for me then suddenly losing his consciousness and then doctors also nurses rushed to handle him. Repeat several times. Oh my heart, I felt my heart was being ripped of every time that happened. My eyes were misty aid, hands were cold, heart was numb. I lived through the hours by survival instinct only. And when dad was finally stable, I started to be able to breathe slowly.
Bapak, Karie belum siap kehilangan Bapak. Semoga Bapak cepat pulih, lekas sehat seperti sedia kala. Nanti Karie buat pisang goreng kesukaan bapak yang banyak, nanti kita makan bihun goreng lagi. Nanti kita jalan-jalan lagi, Bapak mau ke Barcelona lihat club bola kesukaan bapak main langsung di sana kan? Sehat ya, Pak. Karie sayang sekali sama bapak.
My head says Go to the Gym! My heart says eat ice cream!
Sore di M Bloc itu terasa vibrant. Area public yang kekinian itu ramai orang lalu lalang dengan santainya. Tua, muda, pakai baju kerja, berseragam sekolah, kasual, formal, necis atau slebor semua ada. Nggak heran, selain banyak tempat wisata kuliner, ada ruang kreatif juga di sini. Tempatnya emang asyik.
Berdiri mematung di depan area masuk, saya ragu-ragu untuk ke dalam. Ingin cepat-cepat pulang setelah kenyang makan steak. Meski tempatnya asyik tapi saya kurang tertarik. Kamu mengiming-imingi kopi enak agar saya mau singgah lebih lama di sini. Mengajak mampir ke Titik Temu, tempatnya seru katamu. Di lantai 2 dengan variasi menu yang luas. Namun saya malas. Lagi tidak ingin duduk diam lama-lama; hanya ingin pulang.
Baru aja kelar namatin series Sex/Life season 2 yang diputer di Netflix. Cerita seri ini klasik, liar, panas, ada beberapa yang melewati batas akal namun enjoyable.
Season 1 bercerita tentang Billie Connelly (Sarah Shahi), seorang ibu rumah tangga di Connecticut yang mulai bosan sama kehidupan rumah tangganya dengan Cooper Connelly meskipun udah punya 2 orang anak. Lalu ia pun mulai rewind fantasi wild sex-nya dengan Brad si mantan pacar. Akhirnya Billie berada dalam cinta segitiga antara dia, suaminya dan Brad.
Kalo mau membandingkan, Brad ini tipe bad boy yang cocok jadi pacar sementara cooper ini husband material banget. Billie dulu putus dari Brad karena Brad belum siap masuk ke dalam fase yang lebih serius. Hubungan mereka rada-rada toxic menurut saya, berantem terus tapi selalu diselesaikan dengan sex. Ending di season 1 ditutup dengan Billie bingung mau pilih Brad atau Cooper.
Over the years ada banyak vector yang dikirim ke saya oleh seorang kawan. Melihatnya seperti menjadi saksi perjalanan skill-nya yang makin membaik hari demi hari.
I’m so happy receiving them. Disimpan di sini sebagai kenangan. Terima kasih ya 🤎😍
Reminiscing your sweet and cute smile. Your laughter every time I did something odd out of cluelessness or silly faces I made. You always said I live in a bubble, my reaction; sometimes annoying but most of the time funny.
Reminiscing the way we both howling over unopened umbrella on a minor misunderstanding. It was drizzle a little, I didn’t know you had umbrella while you thought I didn’t want to use one so for a while we were walking in the ☔️ rain which actually could be spared 😅.
“I love those random memories that make me smile.”
Have you ever smiled ear to ear just because you remember something? Hati tiba-tiba hangat karena mengingat sesuatu, mood naik dan bahkan rasanya kejadian atau kenangan itu seperti terputar kembali lengkap dengan senyum, tawa, sampai memori spesifik apa yang dilakukan saat itu.
Terpicu tulisan Joyride Bandung, kenangan saya tentang piknik ke Kebun Raya Bogor dengan bestie terputar kembali. Saat itu bulan Desember, cuaca lagi mesra-mesranya dengan awan-awan yang bergelanyut manja. Adem. Saya dan bestie berkendara ke Kebun Raya Bogor memenuhi wish-list bestie saya yang katanya belum pernah ke sana.
“Behind closed doors are the stories of the people who lived and loved and struggled. Behind every closed door is another world where the past doesn’t die.” – anon-
Secara tak sengaja saya ketemu dengan seorang seleb di sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan. Ia sedang menunggu anaknya sementara saya sedang menunggu kedatangan rekan kerja dan akhirnya kami jadi ngobrol santai. Saya sudah kenal lama dengan seleb ini dan sudah beberapa kali kerja sama. Ia adalah salah satu orang yang saya kagumi dari segi parenting hingga gaya hidupnya.
Nggak berapa lama, anaknya datang dan mereka terlibat perdebatan yang cukup alot. Saya agak nggak nyaman karena merasa berada di tempat yang salah. Ya, kejebak keributan itu nggak enak toh. Namun saat saya hendak beranjak pergi, perdebatan mereka selesai dan sang anak melenggang keluar mau beli makanan dan bilang akan balik lagi. Kadung berdiri, saya pun permisi sama sang seleb tersebut.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.