November Wrapped Up

November 2022 itu kayak permen Nano-nano rasanya. Naik turun dan penuh warna. Jelas banget ada yang pahit dan ada yang manis. Yang pahit udah saya tuliskan di postingan-postingan ber-password sementara yang manis saya bagikan di sini siapa tau dapat banyak doa biar makin manis pengalamannya. Yekan? 😅😅

I had my birthday in November. It was a sweet birthday with family. Got plenty presents from closed ones. Also I had all this wonderful trips to Makassar, Jayapura and Sorong. Tasting lotta delicious food. Besides Es Pisang Ijo and Mujaer Bakar, Durian is the king of course! 😋😋

I also got to see beautiful places from Banti Murung until Raja Ampat. All were breathtaking 💙💙

Terima kasih, Tuhan untuk karyaMu dalam hidupku.

Ternak

Dulu saat saya masih kerja di rumah medio 2017-2021 aktivitas ternak alias anter (les) anak itu kegiatan biasa. Jam 4 anter ke kolam, tungguin sambil cek-cek kerjaan via hape sekalian koordinasi kegiatan. Tapi begitu udah kembali aktif di kantor, ceritanya beda.

Beruntung hari ini ada yang lain. Saya bisa pulang kantor cepat jadi masih sempat antar anak lanang les renang. Ia senang sekali, minta ditungguin dan minta dijemput juga. Katanya…. HARUS MAMI YANG JEMPUT. Saya iyakan. Saya duduk di pinggir kolam lama-lama sampai hampir menangis.

Astaga, ini precious sekali. Anter les renang, nungguin dan jemput. Hal yang dulu saya anggap biasa sekarang sungguh rasanya luar biasa. Hati saya nano-nano campur aduk.

Treasure small things, being happy in small things 💙💙

Tuntutan Permintaan Maaf

Minggu lalu saya mengajar di salah satu kelas sekolah kedinasan dari kantor saya. Satu mahasiswa yang selalu duduk di depan dan biasanya ceria mendadak berubah 180°. Keceriaannya sirna, duduk pun pindah di belakang dan mukanya muram saja. Saya tanya ke temannya kenapa dan ternyata ia lagi patah hati ditinggal ceweknya.

Ah, saya jadi teringat momen-momen saat kuliah dulu. Perjalanan cinta saya juga nggak mulus. 😀 Masa muda, biasa. Hehehe. Banyak sukanya tapi ada dukanya juga. Saat di usia 23 tahun, yang paling membuat saya bermuram durja adalah ketika saya ditinggal si mantan pacar ke-2. Saya patah sepatah-patahnya saat itu. Bertanya-tanya salah saya apa dan tentu saja saya merasa ia berhutang permintaan maaf kepada saya.

Baca lebih lanjut