Memulai Pariwisata yang Berkelanjutan dari Diri Sendiri

β€œDon’t destroy what you came to enjoy.” -anon-

Beberapa bulan lalu timeline saya ramai soal wisatawan asing di Bali yang di-blacklist oleh sebuah restoran karena menolak membayar makanannya seharga 95 ribu rupiah. Hal ini sudah beberapa kali dilakukannya sehingga pemilik restoran pun geram dan membukanya ke publik serta memasukkannya dalam daftar black list.

Pada kesempatan lain, ada wisatawan berbeda yang datang ke sebuah restoran, tidak membeli apa-apa dan hanya duduk numpang wifi. Kasusnya cukup viral dan jadi perbincangan. Padahal dengan membayar makanannya atau membeli sesuatu di tempat yang ia kunjungi, sesungguhnya para wisatawan membantu perekonomian lokal. Ada orang tua yang bisa menyekolahkan anaknya dari usaha tersebut, ada karyawan yang bisa menghidupi keluarganya atau sesederhana usaha lokal yang bisa terus bergulir. Baca lebih lanjut