Yang kupunya
hanya kata
bait
rima
rasa
Terangkai dalam puisi cinta
Maukah kamu?
.
Jika YA,
kan kurajut seluruh aksara
hingga gempar dunia
untukmu
hanya untukmu
seluruhnya.
Sssst… Jangan lapor polisi ya sayang
Ku curi hatimu, sematkan dalam loh kalbu
Jangan salahkan aku,
Kau menggoda dan sangat lucu
.
Ssst… Jangan gusar begitu ya bang
Mereka itu bukan siapa-siapa
Dibanding kau, mereka tak ada apa-apa
Tetap kaulah yang paling jumawa
Tak percaya?
Apa perlu ku ikut reality show si Uya Kuya?
Ssst… Jangan marah-marah donk sayang
Gadismu ini memang genit
Tapi percayalah aku tak menggigit
Hanya kadang-kadang menjepit
.
Sssssssstttttt…
Sudah..
Sudah…
Jangan ribut sayang
Simpan cemburumu,
masukkan kotak kayu
Mari kita bercumbu
di Desember yang syahdu 😀
Rumahku adalah kumpulan cinta
Siapapun boleh singgah disana
.
Wangi terbuai, mayang terurai
Diberanda, sayang pun bersemai
.
Berselempang asa, juga kadar percaya
Meresapi arti pulang sesungguhnya
.
Perkakas dapur, ragam furnitur
Diruang jiwa silahkan terpekur
.
Semua selubung, luruh terjatuh
Disini duduk diam bersimpuh
.
Nikmati imaji, dihantarkan janji
Reguk madu, puaskan rindu
Menyegarkan kosong dalam kalbu
Dengan hangat cumbu
.
Rumahku hangat dengan canda
ada kamu, aku dan anak-anak kita
bermuara dengan segenab mimpi juga rasa
.
Rumahku adalah kumpulan cinta
Tempat semua kembali pulang
rasakan hakikat keluarga
.
.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.