“I feel like I wanna eat that rainbow cake.”
“Why don’t you download it? Rainbow cake is just pleasing the eyes, the taste is so so. Overrated.”
I’m speechless. He’s right π
“Bang, I think I should’ve gotten a reward.”
“Reward? What? Why?”
“Well… Last Friday I accompanied you working over time till almost midnight, on Saturday and Sunday I was in your office the whole day. An this Monday I drove 60km to accompany you for half day meeting. I, then demand a reward.” π
“But… You’ve got all my heart. That’s not enough?”
……
*A conversation over a sushi last night, one that made me want to kiss him right away* π
Cara efektif buat ngebangunin suami tanpa terlihat kejam:
1. Cuci muka dan cuci tangan pakai air kamar mandi yang dingin.
2. Tanpa handukan, tempelkan wajah yang dingin itu ke pipi suami dan peluk dia pakai tangan yang nggak kalah dingin itu.
Pada saat suami melek sambil teriak-teriak, “whoaaaa apa nih? Kok dingiiiiin?”
{asanglah senyum manis karena misi romantismu membangunkannya dengan cara elegan mencium dan memeluknya telah sukses.
*tapi ya harus siap mental dipelototin habis-habisan*
Selamat mencoba daaaan… You’ve been warned! Hahaha
So in a one hot afternoon me and Abang had this weird conversation. That conversation which can trigger deeper love to bloom π
” Abang kaosnya bau.”
Yang di-complained pun menengok. Setelah membaui tubuhnya sendiri, Abang pun menyanggah, “Bau kamu, kan cuma meluk kamu.”
Mendengar jawabannya saya pun protes, “Enggak, ini bau keringat begini. Kayak wedus deh!” Dengan mulut mecucu kesal, saya balik bertanya, “Emangnya aku wedus?! Huh.”
And then he hugged me and I kept on smiling when the words “aku bau kamu” recurring in my mind
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.