Ngomongin operasi sesar artinya ngomongin pro dan kontra. Menurut saya, keputusan seorang (calon) ibu untuk sesar baik direncanakan atau tidak adalah keputusan yang harus kita hormati. Nggak usahlah jadi bahan omongan atau bahkan bahan bakar buat menghakimi seolah yang sesar itu kurang mulia, kurang berjuang, kurang sejati jadi perempuan, bla bla.. Hei, inget yaaa.. Tiap perempuan punya kemerdekaan atas tubuhnya mau melahirkan dengan cara apa. Normal, sesar, lewat jendela atau lewat pintu… Apalagi ada indikasi medis yang memang mengharuskan disesar. Nggak ada indikasi medis pun… Suka-suka yang ngejalani dan yang mbayari Who are you to judge? Heran deh, jadi perempuan kok senengnya menghakimi sesama kaumnya gitu…
Anyway, udah ah ngelantur curhat colongannya 😆 . Sekarang waktunya berbagi soal tips menghadapi operasi sesar baik sebelum atau selama operasi berdasarkan pengalaman saya sendiri nih:
- Penting dilakukan untuk tes alergi obat anastesi sebelum operasi. Ada teman yang mukanya jadi bengkak-bengkak karena alergi. Dia nggak dites dulu sebelumnya. Padahal ini hak kita 🙂 RS yang baik sih biasanya meminta kita untuk tes alergi sehari sebelumnya, tapi kalau ternyata nggak dilakukan tes alergi, lebih baik kita minta aja.
- Utarakan keinginan sebelum operasi sesar. Jika punya keinginan tertentu seperti penundaan pemotongan tali pusat, keinginan untuk gentle C-Section atau IMD dengan durasi waktu tertentu, utarakan itu sebelum operasi. Bisa dikatakan kepada Obgyn yang menangani kita atau kalau operasinya dadakan ya kasih tau pas abis dianastesi.
- Musik. Buat saya music lembut itu menenangkan, jadi bawa aja ipod atau handphone ke ruang operasi. Minta perawat pasangkan earphone selama kita dioperasi. Music mengalihkan perhatian saya dari pikiran melayang-layang yang nggak jelas dan kekuatiran. Bikin rileks gitu.
- Di dalam ruang operasi itu ada lampu besar yang saking besarnya malah bisa jadi cermin dan kita bisa lihat perut kita diapain dari situ. Kalau nggak kuat sama darah, mending minta untuk mata ditutup kain saja.
- Dan yang paling penting siapkan mental 🙂 yang ikhlas, yang tenang.
- Last, banyak-banyak berdoa. We never know Hehe.
- Belajar jalan. Selama operasi sih kita nggak akan ngerasain apa-apa. Tapi begitu biusnya ilang… Ya gitu deeeh 😛 Hehehe. Tapi walo sakit setengah hidup, sehari setelah operasi harus langsung gerak. Pertama-tama paksakan untuk miring kiri dan kanan, setelah agak terbiasa harus belajar bangun di tempat tidur setelah itu belajar jalan. Sakit?
ya perut dibelah-belah gimana nggak sakit. Hehehe. Tapi setimpal sama senyum bayi kita kok :* Kenapa dipaksa gerak di hari pertama? Karena semakin lama nggak bergerak maka tubuh akan semakin kaku dan nantinya bakal semakin lama proses pemulihannya.
- Setelah operasi sesar kita dibebaskan untuk pakai korset atau enggak. Saya sih nggak pakai karena nyeri banget. Tapi kalau kata obgyn saya, setelah operasi pakai korset itu bagus karena membantu menekan perut sehingga meminimalkan rongga udara di dalam perut. Ya pilihlah yang terbaik deh ya 🙂
Mungkin ada yang mau nambahi?
Sekian tips menghadapi operasi sesar dari sayah. Ingat yaaa… Mau sesar, mau normal… Setiap kita adalah ibu untuk anak-anak kita.
Peluk hangat.
Bener banget mba…kadang saya juga suka sebel klo ada yg ngejudge gara2 sc. Saya sc karena sampai bukaan 7 ga sadar krn saya punya kelainan jantung, tp orang2 ga tau kondisi saat itu seenaknya bilang kenapa ga sabar dulu ditunggu kurang 3 ini. Mereka gatau kondisi saya yg udah lemes dan ga sadar sampai harus bius total dan sempet lama sadarnya krn tensi 180. Suka sebel sama ibu2 bawel..
Eh…jadi ikut curcol…hihihi.
Puk puk puk
Aku baca berulang2 nih kak ekaaa, aku harus secar karna mata yg minus tinggi. Huhuuu
Kaka ditawarin KB IUD sama dokternya nggak?! Aku msh galau nih hehehe
Enggak ditawarin. Kenapa harus KB? Kalau kamu menyusui (langsung), bukan diperah) itu adalah KB alami. Aku nggak mens selama 6 bulan lho.