Festival Kota Layak Anak: Semua Anak adalah Anak Kita

It takes a village to raise a child. –proverb-

Siapa bilang jadi orang tua itu gampang? Banyak seni dan triknya. Betul? Dan sebagai orang tua, saya sering banget mikir apakah saya dan Adrian sudah memberikan yang terbaik buat anak kami? Sudah? Tapi yang terbaik itu yang bagaimana ya? Versi apa dan siapa? Baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain. Terus piye? Banyak ya pertanyaan saya? 😀 Hahaha.

Maklum deh, kami ini ortu newbie, jadi kadang saya punya banyak pertanyaan dan bingung mau nanya ke mana 😀 Beruntung kemarin liat di Twitter bahwa ada Festival Kota Layak Anak di GBK Senayan tanggal 7-8 November 2015. Wis, capcuss, saya putuskan untuk datang. ^_^  Festival Kota Layak Anak 5 Saya sampai di GBK saat matahari masih belum terlalu menyengat bersinar. Tawa anak-anak bergemuruh terdengar dari kejauhan. Hati saya membuncah. Mendengar tawa mereka yang polos memberikan semangat tersendiri di hati. Saya percepat langkah kaki saya ke arah suara itu dan tertegun melihat kerumunan anak yang begitu riang gembira bermain ke sana-sini. Ada yang mewarnai, ada yang dilukis wajahnya, juga ada yang duduk diam sibuk berkelana dalam pikirannya melalui buku bacaan. Hakekatnya memang dunia anak-anak selayaknya begitu kan? Tidak tertawan oleh gadget saja, kan? 🙂 Saya senang melihatnya.

Festival Kota Layak Anak 1

Talkshow menarik tentang Gerakan Anti Narkoba mulai dari keluarga dan lingkungan

Talkshow menarik tentang Gerakan Anti Narkoba mulai dari keluarga dan lingkungan

Ada begitu banyak acara di festival ini. Acara-acara seru yang jauh dari kesan membosankan. Sebenarnya acara ini adalah adopsi dari World Fit for Children (Dunia yang Layak Bagi Anak), gerakan global yang visinya adalah pemenuhan hak dan perlindungan hak untuk anak, seperti yang disebutkan dalam Konvensi Hak Anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Sari Husada sudah mengadakan festival ini dari tahun ke tahun dengan materi yang jempolan seperti Pola Pengasuhan Anak, Perlindungan Anak Sampai Membangun Kreativitas Anak Sejak Dini. Bergizi buat orang tua dan anak deh! Banyak ilmu banget yang didapat dari talkshow.

Face Painting

Face Painting

Festival Kota Layak Anak 3

Sleep less and read more!

Semua mendengarkan dongeng Kakak Hendra yang memukau.

Semua mendengarkan dongeng Kakak Hendra yang memukau.

Satu yang paling saya senangi dari acara di Festival Kota Layak Anak ini adalah sesi mendongeng oleh Kak Hendra dari Komunitas Ayo Mendongeng. Begitu riuh dan atraktif. Menggunakan lagu, nada, juga mimik muka yang membuat banyak anak terpesona. Saya belajar banyak darinya dan kepikiran buat mendongeng juga untuk baby boy karena salah satu cara menyisipkan pesan-pesan moral yang baik bisa melalui dongeng lho. ^_^

Saat berkeliling, saya mendapatkan banyak pencerahan membaca hak-hak dasar anak.

?????????????

Hak dasar anak


Perlindungan khusus untuk anak

Perlindungan khusus untuk anak


Hak anak akan pendidikan

Hak anak akan pendidikan

Di Festival Kota Layak Anak inilah saya baru mengerti mengenai hak-hak dasar anak. Saya juga kembali diingatkan tentang pentingnya arti komunitas dalam membesarkan anak kita. Jadi gini, kita sudah menyiapkan anak kita dengan bekal-bekal dasar dalam hidup di dalam keluarga. Tapi anak kan nggak cuma diam di rumah, ia keluar dan bermain dengan tetangga. Ia berinteraksi dengan orang lain. Lha kalau tetangga nggak ngerti pentingnya anak untuk mendapat akses informasi yang bebas dari konten kekerasan, kan repot.

Yuk kita bangun kota yang Layak untuk anak kita tumbuh.

Yuk kita bangun kota yang Layak untuk anak kita tumbuh.

Makanya semua anak adalah anak kita. Kita wajib menjaga satu sama lainnya, kita wajib berusaha memberikan lingkungan yang layak untuk anak-anak kita, generasi penerus bangsa, untuk bertumbuh dengan gembira :). I’m interested and wanna take a part on this, are you?

Advertisements

2 thoughts on “Festival Kota Layak Anak: Semua Anak adalah Anak Kita

  1. Ade anita says:

    Aku baru ngeh bahwa hak anak dalam keluarga itu salah satunya adl tidak menikahkan anak di usia anak. Krn konvensi batas usia anak beragam, jadi mikir usia brp ya yg dimaksud disini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s