It’s Okay

Menjadi biasa-biasa saja. Tidak melulu harus juara. It’s okay untuk tidak punya ambisi karena lebih ingin menikmati apa yang ada di depan mata yang disodorkan hari.

Namun, meskipun biasa-biasa saja… Semoga saya masuk dalam golongan orang biasa yang mampu menemukan nikmatnya kesederhanaan. Mampu menemukan nikmat dari membaca buku, mampu bersyukur dari mendengar suara burung kenari bernyanyi atau sesederhana bangun melihat matahari pagi.

Semoga saya masuk dalam golongan yang bisa bahagia hanya dari keadaan biasa-biasa saja. Tidak harus bahagia ketika ada hal spektakuler terjadi. Semoga.

Dan semoga kamu yang baca juga bisa bahagia dari hal-hal kecil yang bertaburan di sekitar kita.

Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati

About Deleting Twitter App

Sudah 2 bulan ini saya menghapus aplikasi Twitter dari ponsel saya dan ternyata hidup rasanya jauh lebih tenang. Bukan tanpa sebab saya menghapus aplikasi itu, ada beberapa alasan yang bisa saya ceritakan. Ready to read it?

Salah satunya, kadar toleransi saya akan suatu kabar buruk itu tipis banget setipis tissue dibelah tujuh (halah :P). Energi dan emosi jadi sering terkuras saat (nggak sengaja) baca thread Twitter. Oh jelas lini masa sudah saya kurasi, sudah di-mute atau malah unfollow akun-akun yang triggering tapi ya kadang tetep aja ada thread-thread dari akun base masih bisa sliweran dan bikin energi saya habis. Teman saya bilang kalo saya hidup dalam bubble jadi baca yang begitu jadi auto nggak nyaman. Well, entahlah.

Baca lebih lanjut →

Book Date

Beberapa waktu lalu saya janjian dengan Kimi untuk book date. Hah? Book date?! Apa tuh? Hihihi, ya as nge-date pada umumnya, book date adalah janji temu but instead of ngobrol-ngobrol aja, kami baca buku bersama. Emang bisa? Ya bisalah. Saya excited sekali buat janji temu ini karena pada dasarnya saya senang membaca dan karena akhir-akhir ini kesibukan meningkat, rasa-rasanya butuh mengalokasikan waktu khusus untuk itu.

Siang yang panas itu kami bertemu di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Matahari lagi terik-teriknya waktu itu, saya datang sedikit terlambat tapi untung Kimi sabar menanti. Taman Literasi ini selain menyediakan satu ruang baca yang adem full AC dan comfy, juga dikelilingi oleh jajaran café dan restoran yang juga sering penuh dengan orang yang duduk membaca. Awalnya kami berencana untuk berdiam di Ruang Baca namun karena penuh akhirnya malah jadi duduk manis di salah satu kedai kopi yang ada. Tentu saja dengan buku kesayangan kami masing-masing ada di tangan. Saya bawa hard copy, Kimi bawa e-book. Jelas udah keliatan ketimpangan generasi di antara kami dari jenis bukunya. Hahaha.

Baca lebih lanjut →

Darn You

Baru-baru ini orang tua sahabat saya sakit. Tiap hari sahabat saya itu merawat mamanya dengan sabar. Sesekali mengeluh capek atau tertekan dan kadang kusut pikirannya. Manusiawi. Merawat orang sakit itu tidak mudah. Butuh mental kuat dan pasokan energi lahir dan batin untuk melakukan itu. Despite of that, ia tetap semangat 45 telaten merawat mamanya. Doa saya semoga mamanya lekas sehat lagi.

Anw, saya dan sahabat saya itu dekat sekali. Sering banget saya curhat macem-macem. Segala apa juga saya ceritain. Sambat, ngeluh, ngomel, semua saya tumpahkan ke dia. Namun dalam situasi ortunya sakit begini, saya menahan diri. Ia sudah punya banyak hal dalam kehidupannya yang perlu dipikirkan, nggak perlu lagi ditambahi beban hidup saya. Yang ada, justru ia yang butuh dikuatkan untuk saat ini.

Baca lebih lanjut →