Demi Nostalgia

Minggu lalu saya ada rapat di salah satu hotel di Bogor. Tak dinyana, hotelnya dekat sekali dengan warung bakso langganan saya saat hamil dan tinggal di Sentul dulu. Perasaan saya tak karuan saat mobil yang saya kendarai melewati jalanan teduh dengan pepohonan rindang di sisi kiri dan kanan jalan. “Ah, suasana ini rasanya familiar,” gumam saya.

Pelan tapi pasti memori dulu saat perut saya besar berputar kembali. Biasanya saat ngidam bakso, diantar Adrian, kami akan berkendara dari Sentul menuju ke Bogor Selatan ini. Cuma berjarak satu pintu tol saja lalu melewati Kebun Raya Bogor dan lurus terus hingga agak ke bagian ujung Kota Hujan ini. Pengalaman masa lalu itu merayapi ingatan kembali, membawa serta perasaan bahagia, kebersamaan dan juga momen penuh canda tawa di kala itu. Saya raba jantung saya, degubnya kencang penuh rasa manis dan jiwa saya lembut terisi seluruh kenangan manis itu. Senang dan tentram.

Akhirnya setelah rapat, yang sedianya saya berencana langsung pulang, saya arahkan mobil ke warung bakso pinggir jalan itu. Saya mau makan bakso lagi di sana. Demi nostalgia. Saya sudah hampir lupa posisi tepatnya, apalagi letaknya bukan di jalan utama tapi sedikit masuk gang. Dari hotel tempat rapat, saya meraba-raba di mana ia berada. Daaan, akhirnya, setelah kesasar 2x, untung saja saya bisa melihat plang-nya. Ah, lokasinya geser sedikit, sekarang masuk ke ruko dan jelas interior dan eksteriornya renovasi besar-besaran. Tapi suasana nostalgia itu tetap ada. Dan saya makan dengan khidmat penuh rasa syukur.

“Enjoying the mystical cloud of joy that nostalgia brings.”

Jayapura Squad

Tiga tahun terakhir saya sering sekali ke Papua, tepatnya ke Kota Jayapura, Sorong dan Manokwari. Bolak-balik tiga kota itu aja ganti-gantian. Setahun bisa 2-4 kali ke suatu kota di ujung timur Indonesia itu. Capek, apalagi penerbangannya pasti dini hari dari Jakarta dan terbang antara 5-7 jam tergantung maskapainya, tapi ya mau gimana lagi. Wong, namanya tugas toh? Meski capek, sisi positifnya, GFF saya udah platinum. Bisa bawa bagasi barang belanjaan sampe 60kg, Cyiin! Hihihi.

Anw, tiap kali ke Jayapura, ada rombongan teman yang selalu menyempatkan ketemuan. Sungguhlah hati saya senang, lelah dalam business trip dihibur oleh orang-orang ini: Jensen, Zippy dan Athoe. Mereka bertiga tak pernah absen menemui saya. Entah sambil makan mie, ketemu di lobby hotel tempat saya menginap atau ya seringnya ngopi bareng.

Baca lebih lanjut →

I Love it All

I love putting on make up to my face. It looks good, I feel good.

I love dressing up, covering myself with lovely clothes. It made me happy.

I love wearing high heels and skirt. I feel sexy and joyful.

I love reading books and enjoying my own company. I feel content.

I love being hugged. I feel safe.

I love being driven even though I can drive. I feel spoiled.

Yet, I am fine with my bare face or doing things by myself. I am okay with PJs and flip flop also some crowds. I love it all.

Tumbler Day

Salah satu ikhtiar saya untuk ikut mengurangi sampah gelas sekali pakai adalah dengan membawa tumbler sendiri. Hampir setiap hari saya sedia tumbler di dalam tas atau mobil. Saya bilang “hampir tiap hari” karena ya pernah juga lupa sih. Hehehe. One small step matters for this world 🌎. Demi dunia yang lebih sustainable untuk anak cucu kita nanti. Saya punya 8 koleksi tumbler tapi cuma 4 yang biasa saya gunakan karena hmmm karena apa ya… Ya suka aja sih. Rasa suka kan gak bisa dipaksain hadir atau malah dihilangin. Hehehe. Jadinya 4 ini yang biasa saya tenteng ke mana-mana.

Koleksi baru di rumah. Corkcicle warna biru langit yang cantik dan awet banget nyimpen air minum mau panas atau dingin. Bisa seharian lebih suhunya tetap stabil. Btw ini tumbler agak susah didapat, inden 2 minggu Cyin.

Tumbler Starbucks. Udah nemenin dari tahun 2015 kalo nggak salah. Yang ini kurang lama nyimpen panas ya, paling 4 jam juga udah berubah ke suhu ruangan tapi masih suka, masih sayang karena klasik banget modelnya.

Beli tumbler hitam ini di Times Square, New York tahun 2016. Udah 7 tahun dan masih awet aja. Bisa nyimpen panas sampe 14 jam. Fave banget!

Yang ini tumbler hadiah goodie bag dari salah satu acara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ini juga awet gila nahan suhu. Kalo panas bisa tahan 12 jam.

Anw, kamu bawa-bawa tumbler jugakah?

“What we save, saves us. It’s time to save our planet“

Quick Update

Simple thing I used to take it for granted, now has become a luxury for me 🙃🙃 Oh, how I miss listening to the radio on humid Sunday noon while reading stacks of novels.

I miss going cycling to unknown places, all sweat and “smoked” under the sun. I miss cooking my family’s fave meal which usually can take up to 2-3 hours cooking per meal exclude the prep. And then plating them.

Baca lebih lanjut →

Memori Kebun Raya Bogor

“I love those random memories that make me smile.”

Have you ever smiled ear to ear just because you remember something? Hati tiba-tiba hangat karena mengingat sesuatu, mood naik dan bahkan rasanya kejadian atau kenangan itu seperti terputar kembali lengkap dengan senyum, tawa, sampai memori spesifik apa yang dilakukan saat itu.

Terpicu tulisan Joyride Bandung, kenangan saya tentang piknik ke Kebun Raya Bogor dengan bestie terputar kembali. Saat itu bulan Desember, cuaca lagi mesra-mesranya dengan awan-awan yang bergelanyut manja. Adem. Saya dan bestie berkendara ke Kebun Raya Bogor memenuhi wish-list bestie saya yang katanya belum pernah ke sana.

Baca lebih lanjut →

Sisi-sisi Kehidupan

“Behind closed doors are the stories of the people who lived and loved and struggled. Behind every closed door is another world where the past doesn’t die.” – anon-

Secara tak sengaja saya ketemu dengan seorang seleb di sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan. Ia sedang menunggu anaknya sementara saya sedang menunggu kedatangan rekan kerja dan akhirnya kami jadi ngobrol santai. Saya sudah kenal lama dengan seleb ini dan sudah beberapa kali kerja sama. Ia adalah salah satu orang yang saya kagumi dari segi parenting hingga gaya hidupnya.

Nggak berapa lama, anaknya datang dan mereka terlibat perdebatan yang cukup alot. Saya agak nggak nyaman karena merasa berada di tempat yang salah. Ya, kejebak keributan itu nggak enak toh. Namun saat saya hendak beranjak pergi, perdebatan mereka selesai dan sang anak melenggang keluar mau beli makanan dan bilang akan balik lagi. Kadung berdiri, saya pun permisi sama sang seleb tersebut.

Baca lebih lanjut →