Selasa, 31 Oktober 2023
Rintik-rintik hujan turun membasahi kepala, kian lama kian deras. Saya, Aling dan Ailtje bergegas lari menuju Tennis Indoor Senayan agar terhindar dari basah yang makin bikin lepek saja.
“Ayo, Ka. Buruan,” teriak Ailtje (pronounced: /Ailsa/ ) yang ada di depan saya.
“Iya, Sa. Iya,” jawab saya sambil menudungi kepala dengan kedua tangan. Usaha yang sia-sia, kepala saya tetep aja basah dikit 😅
Sepatu keds saya menapak menginjak sedikit genangan air, kecipaknya membawa saya pada kenangan 10 tahun lalu (OMG SEPULUH TAHUN LALU) saat saya, Aling dan Ailtje juga lari-lari masuk ke venue untuk menonton konser yang sama: Konser KLA PROJECT. Bedanya soal waktu, kali ini sudah 1 dekade berlalu. Wow, tak terasa.
Kategori: Events
Memulai Pariwisata yang Berkelanjutan dari Diri Sendiri
“Don’t destroy what you came to enjoy.” -anon-
Beberapa bulan lalu timeline saya ramai soal wisatawan asing di Bali yang di-blacklist oleh sebuah restoran karena menolak membayar makanannya seharga 95 ribu rupiah. Hal ini sudah beberapa kali dilakukannya sehingga pemilik restoran pun geram dan membukanya ke publik serta memasukkannya dalam daftar black list.
Pada kesempatan lain, ada wisatawan berbeda yang datang ke sebuah restoran, tidak membeli apa-apa dan hanya duduk numpang wifi. Kasusnya cukup viral dan jadi perbincangan. Padahal dengan membayar makanannya atau membeli sesuatu di tempat yang ia kunjungi, sesungguhnya para wisatawan membantu perekonomian lokal. Ada orang tua yang bisa menyekolahkan anaknya dari usaha tersebut, ada karyawan yang bisa menghidupi keluarganya atau sesederhana usaha lokal yang bisa terus bergulir. Baca lebih lanjut