Pilih Sakit Gigi atau Sakit Hati?

Enggak mau milih salah satu dari itu. Sakit semua soalnya. Patah hati itu menyiksa, pengen cepet-cepet selesai aja sakitnya. Sementara sakit gigi itu tak kalah menderitanya. Semua salah aja gitu.

Untung dapat pain killer yang lumayan oke. 1x sehari dosisnya dan ampuh mengurangi sakit. Cuma kalo udah hampir 24 jam, pas mulai memudar obatnya, lumayan juga ya cenut-cenutnya. Modyar :mrgreen:

Sakit gigi ini kemarin menelan korban. Satu temen ngajak bercanda lewat WA, sekalian curhat juga. Udah cerita panjang lebar, cuma gue tanggepin β€œOK” aja dan dia mulai insecure. Mulai mikir panjang ke mana-mana. Astaga…. Woiiii, sakit gigi iniiii. Untung cepet resolve. Kalo orangnya ngambek, kan susyah gue. Lol.

Ngeri-Ngeri Sedap

Kamu sudah ponton film besutan Bene Dion Rajagukguk; Ngeri-Ngeri Sedap? Saya sekeluarga sudah nonton dari awal-awal launching. Sekeluarga as in bokap-nyokap lengkap sama anak cucunya :mrgreen: Bapak pesan 2 row bangku di bioskop sekaligus. Kami nonton bareng sepulang gereja dan sambil nunggu film-nya mulai, itu Bahasa Batak terdengar membahana dari seluruh penjuru bioskop. Keknya 1 bioskop isinya orang Batak semua deh itu. Huahaha.

Asli, ini film tuh mengharu biru banget. I COULD RELATE WITH ALMOST EVERY ASPECT IN THE MOVIE. Film dibuka dengan soundtrack Attar Didokkon, ini lagu bokap banget pas masih muda. Bokap suka setel lagu ini kalo pagi. Bahkan saya masih ingat nama penyanyinya dulu: Trio Ambisi dan kasetnya berwarna hijau πŸ˜€ Hahaha.

Baca lebih lanjut

You Suppose to Turn 42 Today

My heart aches when I opened our college album and recalling all the memories that comes within.

It hurts badly that I cried.

It hurts knowing that our friendship didn’t have a chance to have further rollercoaster joyful-sadness-exciting-fearfully life experience memories.

It hurts so much that we cannot exchange calls after long tiring days in the office.

It hurts painfully we cannot watch our kids grow bigger together. Basti and Vino will be great buddies just like we are (I am sorry, I still cannot write in past tense. I feel like you are still here with me by soul)

It hurts deeply reminiscing what we have gone through together and thinking what we might could’ve done.

Your mom just texted me this pic of us. The day when we graduated together. A bit blurry but I wanna post it here. I still keep in touch with your mom, Ros. I still keep in touch with your fam.

You are more like a sister to me than a friend, Ros. May you Rest In Peace in heaven. I love you always.

Written accompanied by Run of Collective Soul, one of your fave bad. I miss you badly, Ros.

Ke Gereja lagi Setelah Pandemi

Sudah sebulan ini gereja saya buka ibadah on site alias off line. Aslik, pertama kali nginjek gereja lagi, saya merinding banget πŸ₯ΊπŸ₯Ί berkaca-kaca gitu matanya. I was overwhelmed with all these beautiful feelings.

Saat memilih mau duduk di mana, itu aja bikin terharu. Gilak, akhirnya gue balik lagi ke sini.

Saat saya naikkan pujian syukur bareng jemaat Tuhan lainnya, perasaan saya campur aduk. Haru, grateful, nggak percaya, Tuhan baik, semuanyaaaa.

Sudah dua tahun lebih kami sekeluarga ibadah online, ya dijalani aja karena kondisi pandemi. Nggak ngeluh, nggak gimana-gimana. Tapi ternyata begitu bisa gereja on site…. Ambrol. Saya serindu itu ibadah di Rumah Tuhan lagi.

HAPPY SUNDAY!

Tuhan, ajarku berdiam dalam rumah-Mu.
Ajarku berharap penuh selalu pada-Mu.