Tips Saat Anak Sakit dan Harus Diopname

Hati orang tua mana yang nggak sedih kalau anaknya sakit? Apalagi kalau dokter bilang mesti diopname di rumah sakit. Duh, rasanya patah hati banget dan kalau bisa gantiin posisi anak. Betul?

Tips Jika Anak masuk Rumah Sakit

Saya dan suami sendiri cukup familiar dengan proses rumah sakit karena dalam 3 tahun terakhir anak kami memerlukan perhatian dan perawatan khusus. Buat yang punya waktu lebih boleh baca: Manis Gurihnya Membesarkan Anak dengan Perawatan Khusus.

Ohya, sebagai pengingat bagi diri sendiri dan semoga bisa bermanfaat buat yang baca saya berbagi sedikit pengalaman yang semoga saja bisa meringankan momen-momen saat anak atau keluarga harus mendapatkan perawatan di RS.

Tips Saat Anak Sakit dan Harus Diopname:

1. Tenang. Yang pasti ortunya mesti tenang. Panik nggak mengurangi masalah, nambahin sih, iya. Jadi walau pun susah, pokoknya berusaha tenang. Tarik nafas dalam berulang-ulang.

2. Fokus ke pertolongan pertama dari dokter, sementara itu suami atau orang lain yang ikut ngantar bisa mengurus pendaftaran pasien di registri.

3. Siapkan kartu asuransi atau kartu anggota RS sebelum berangkat atau kelengkapan lain yang diperlukan. Paling aman sih selalu taruh di dompet. Saya pernah kelupaan naruh kartu asuransi dan untungnya agen asuransi saya masih inget di mana saya menyimpannya πŸ˜€ hahaha.

4.Bawa mainan kesayangan biar anak nggak bosan.

Robot Optimus Prime-nya tetep dibawa kemana-mana.

5. Kasih banyak pelukan biar anak nyaman terutama saat cari nadi untuk dipasang infus atau saat pengambilan darah. Saya dan Basti punya kode khusus untuk ini, jika ia takut ia boleh menggenggam tangan saya. Namun ia sangat takut maka ia boleh minta peluk. Dengan begini ia juga belajar menghadapi rasa takut akan jarum dan tahu kalau maminya ada di sana memberi dukungan.

6. Perhatikan kesehatan juga buat yang nunggu. Tau sih ada Grabfood dkk tapi nggak usah malu minta tolong bawain makanan ke temen atau orang yang mau datang besuk. Biasanya saya minta dibawain nasi uduk atau nasi Padang. Kalo bosen ya udah Jco juga boleh. Hahaha.

7. Atur waktu istirahat. Ikut tidur ketika anak tidur karena kita gak tau pas malem bisa aja sakitnya memburuk atau anak kumat dan kita butuh berjaga. Artinya kita mesti pintar curi-curi waktu untuk istirahat biar jangan kedodoran atau amit-amit malah ikut sakit.

8. Kelola emosi dengan baik; ikhlas. Anak yang sakit seringnya rungsing atau uring-uringan dan itu bisa menguras energi dan emosi. Berdoa minta sabar yang banyak sama Tuhan, tapi kalau misalnya batas sabar udah tipiiis banget, coba diingat-ingat lagi kalau anak sakit itu ya sakit. Ia mungkin belum bisa mengemukakan perasaannya dengan baik jadi bawaannya rungsing. Kalau udah nggak tahan banget, bisa minta gantian jaga sama kerabat. Walau sebentar, tapi lumayanlah buat penyegaran.

9. Minimalkan pembawaan barang-barang berharga meskipun menginap di ruang pribadi (VIP). Taruh di laci khusus, jangan menyolok perhatian. Kita nggak butuh masalah lain seperti kehilangan barang karena keteledoran.

10. Jika diinfus, perhatikan jalannya infus. Jika hampir habis, cepat-cepat beritahu perawat jangan sampai kehabisan infus dan malah darahnya jadi naik. PR banget kalau pas malam sih, kadang ngantuk jadi ketiduran. Hiks

11. Hibur anak dengan mainan, buku, puzzle atau nonton TV. Saya cukup ketat terkait screen time, tapi saat sakit, ya udah deh longgar aja. Lalu permainan yang cukup bisa membuat ditraksi dari rasa sakit adalah puzzle. Soalnya butuh konsentrasi dan waktu yang cukup lama. Hahaha.

12. Perhatikan rincian pembayaran, idealnya sih ada orang lain (suami atau keluarga) yang mengurus hal ini dan kita bisa fokus ke anak. Tapi yah, hidup kadang nggak ideal, try being strong, kalau-kalau mesti urus itu semua sendiri maka perhatikan rincian apa saja service yang sudah kita terima dan mesti dibayarkan. Jika menggunakan asuransi pihak swasta maka cek kembali benefit yang menjadi hak kita dan apa yang benar-benar mereka tanggung. Proses validasi gini kadang butuh waktu antara 2-3 jam jadi ya sabar ya.

13. Patuhi dosis dan jenis obat yang masih harus diminum setelah pulang ke rumah.

14. Patuhi jadwal kontrol sesuai anjuran dokter setelah diperbolehkan pulang.

Semoga sedikit tips di atas bisa membantu ya. Nungguin anak di Rumah Sakit itu sungguh nggak enak banget. Campuran antara patah hati lihat anak sakit sama uji ketahanan tubuh saat berada di RS. And believe me, hal itu menguras energi banget.

Salah satu tips tambahan dari saya adalah, sebagai ibu, kita harus memercayai insting. Di saat seperti ini, trust your guts! Mother knows best. Ia ada di perut kita selama 9 bulan, bernapas bersama dan berbagi makanan yang sama dengan kita, itu suatu privillige yang dimiliki seorang ibu dan membuat kita memiliki firasat yang tajam.

Contohnya pas anak sakit dan mau ke RS, dengarkan kata hati, ini bakalan diopname nggak ya. Kalau ada firasat iya, maka mending sekalian bawa baju dan perlengkapan lainnya untuk opname jadi nggak bolak-balik RS-rumah. Lumayan, saving energy kan?

Hal ini udah sering kejadian sama saya. Entah gimana, kalau Basti sakit, saya udah tau aja gitu ini sakit yang bakal diopname atau disuruh pulang. Dan kalau hunch saya bilang kayaknya ini bakal diopname maka saya sudah mempersiapkan semua hal. Adrian sering protes, kenapa belum apa-apa udah bawa koper. But I know, deep down my heart I know jadi biasanya saya cuma tersenyum dan selama ini firasat saya belum pernah meleset. Dan sesungguhnya firasat gini banyak mempermudah hidup saya.

Last but not least, semoga kita semua dan keluarga serta orang-orang kesayangan selalu sehat ya.

 

4 respons untuk β€˜Tips Saat Anak Sakit dan Harus Diopname’

  1. Fanny Fristhika Nila berkata:

    aku ngerasain bangettttt pusingnya kalo anak sampe opnam :(. ngantor jd keganggu, daily activity di rumah apalagi. kemarin anak bungsu di opnam sebelum lebaran krn dbd. duuuh kacau udah , apalagi wkt itu pengasuh yang tua juga udh mulai sakit… aku bbrp kali hrs minta izin pulang cepet, ato dtg terlambat

    tp memang yg paling bikin ngenes, kalo sampe anaknya diinfus. ga tega dan ngiluuuu mba :(.jujur aja kalo udh urusan itu, papinya yg bergerak, krn aku memang ngeri banget ama jarum infus dan darah 😦 Jadi pasti yg gendong si anak ,papinya deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s