Your English Tutor for Today

Sekitar 2 bulan lalu seorang kolega (eh keknya lebih tepat disebut teman karena kami nggak cuma ngobrolin kerjaan aja) menawari saya mengajar kelas Bahasa Inggris Terapan untuk sekolah kedinasan di kantor kami. Terus terang saya kaget, sudah lama rasanya sejak terakhir saya mengajar. Seingat saya di tahun 2013. Begitu mulai hamil Basti, langsung stop semua dan memilih tidak mengajar sama sekali. Bahkan saat cuti 3 tahun saya tetap nggak kepikiran mengajar privat atau apalah gitu buat mengisi waktu.

Mengajar seolah menjadi kata dan kegiatan yang terlupakan. Jadi tawaran teman itu seperti membangkitkan sesuatu dari kubur. Awalnya saya ragu tapi sang teman berusaha meyakinkan dan kelasnya pun akan berjalan daring karena pandemi. Akhirnya saya luluh. Yah, kalo daring kan itung-itung saya latihan come back mengajar kan. Hehehe.

“Gue udah lama nggak ngajar, Bok!”

“Pasti bisalah. Kayak naik sepeda, lupa bentar terus inget.”

“Hahaha, semoga nggak kecewa ya. Kasih waktu buat persiapan.”

“Beres!”

Long story short, sudah minggu ke-5 perkuliahan berjalan dan… I love every bit of it! Well, suka menyiapkan bahan ajarnya dan Kegiatan Belajar Mengajarnya. Tapi kalo soal administrasinya; bikin RAT, SAT, dkk., Duh… Kok saya tetap malas ya. Hahaha. Mungkin itu sebabnya saya lebih cocok jadi tutor aja dibanding lebih serius di profesi ini.

Kelas pertama saya berjalan sedikit heboh dengan beberapa pengurus perkuliahan dan juga pegawai lain (bukan mahasiswa) ikut nimbrung di zoom karena katanya mau belajar dari Miss Eka 😅. Nah, parahnya karena saya baru balik kerja, saya nggak apal orang jadi nggak tau kalau ada “penyusup”. Hahaha. Blessing in disguise, kalo tau mungkin saya malah gugup. Lol. Kelar kelas, bertaburanlah foto/screncapt zoom mengajar di mana-mana. Sampe bingung karena notif hape bunyi terus. Hahaha. Dan teman yang menawari mengajar itu spesial mengirimkan pesan. ☺️ Oh well, syukurlah. Ternyata masih bisa juga ngajar meski udah 8 tahun berlalu.

Mengajar jadi seperti refreshing dari rutinitas kerjaan kantor. Sesi demi sesi berjalan menyenangkan. Meskipun tiap selesai mengajar saya pasti kelelahan (abis energi karena saya ambivert) namun tetap menyenangkan. Setiap pertemuan selalu penuh, paling 1 orang aja yang absent, itu pun dengan pemberitahuan.

Jadi keinget sekitar tahun 2003-2005 saya sempat menjadi tutor di salah satu lembaga kursus di segitiga emas daerah perkantoran sana. *Dadah-dadah manja ke Kak Lheea Sang Head Tutor yang sering bingung ngatur jadwal kalo ada special request tutornya mesti saya 😅*. Pengalamannya rada mirip sama ini. Tiap hari rame, dan rekognisi tertinggi yang pernah didapat adalah saya menjadi Tutor of The Month (IINM) selama 7 atau 8 bulan dari 12 bulan dalam 1 tahun. :mrgreen: . Dan abis itu dapat suami pula dari tempat kursus ini. Hahaha. Ah masa-masa itu. Soal dapat suami ini kapan-kapan ditulis terpisah deh ah. Hahaha.

Your English Tutor for today. Are you sure you wanna skip the class? Pinch or spank? Eh. Lol

PS. Just realize different time really gives different effect to the pics. The first two pics were taken in the morning, no filter just direct sunlight. Second pic was taken in the afternoon. Almost sunset light softening the tone. A bit pinkish. Gosh, where have I been?! Lol.

2 respons untuk ‘Your English Tutor for Today

  1. Zam berkata:

    urusan Bahasa Inggris ini memang perl banget.. karena di Indonesia, orang ngomong pake Bahasa Inggris dianggap, “sok iye”.. “anak jaksel” dan sebagainya, dan sebagainya..

    aku pun sampe sekarang ngerasa Bahasa Inggrisku ngga jago-jago amat. masih sering salah, tapi karena dipake hampir tiap hari, jadi sedikit demi sedikit jadi agak lumayan. apalagi orang-orang di sini juga ngerti kalo Bahasa Inggris bukan bahasa ibu, selama komunikasi lancar dan paham arti, ngga masalah.

    dulu pas interview kerjaan, kendala besarku di Bahasa Inggris. sampai akhirnya aku ambil kelas privat kilat Bahasa Inggris. si tutornya juga bingung karena secara teori, aku udah cukup ngerti. akhirnya kami lebih sering ngobrol dan membiasakan diri berbahasa Inggris, biar memperlancar bicara. memang orang Indonesia ini kekurangannya di ngomong Bahasa Inggris aktif.. takut salah lah, begitu salah dikit, diledek bahkan dicaci grammar nazi..

    selamat mengajar kembali!

    • Ceritaeka berkata:

      Hahaha, aku tuh sering banget diledek anak Jaksel. Plek! Iyah, soal latihan pembiasaan bicara aja yang kadang orang Indo kurang PD. Di kelasku, aku bilang salah gpp yang penting ngomong. Komunikasi kan yang penting saling mengerti bukan bener salah. Hehehe.

      Thanks ucapannya, Zam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s