Pengalaman Booster Vaksin (ke-3) dengan Astra Zeneca dan Efeknya

Akhir pekan lalu saya dan keluarga berkesempatan melakukan vaksin ke-3 (booster) dengan Astra Zeneca. Plis jangan tanya cara daftarnya gimana 😀 Errr, anuh… Di postingan ini saya bukan mau cerita soal prosedurnya tapi mau share pengalaman after effect setelah booster vaksin ketiga dengan Astra Zeneca. Kalo ada yang tanya proses registrasinya gimana, jujur saya nggak paham karena kemarin udah ada yang ngurusin. Saya tahunya cuma kosongin jadwal dan datang buat vaksin aja. :mrgreen: So maaf, can’t help for that.

Anw, histori sebelumnya, saya mendapatkan vaksin ke-1 dan ke-2 (Sinovac) di kantor pada bulan Maret-April 2021 lalu. Waktu itu efeknya nggak terlalu parah meski lumayan panjang secara waktu. Setelah vaksin pertama, saya pegel-pegel setiap malam selama 7 hari, sementara setelah vaksin kedua cuma pegel-pegel selama 3 hari aja. Sebenarnya untuk vaksin ke-3 ini (booster) juga sudah dijadwalkan di kantor namun karena kasus Omricon meningkat maka kantor lockdown. Lalu karena nggak ada kepastian kapan bakal dikoordinir kantor buat vaksin booster-nya maka dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan vaksin mandiri saja.

Dari awal saya sudah diberitahu bahwa ada kemungkinan akan dapat booster Astra Zeneca atau Pfizer tergantung ketersediaan di hari tersebut. Saya sih pasrah aja, yang penting booster-lah. Situasi udah kayak gini, semakin cepet booster, semakin baik. Dan… Ternyata di hari kami dapat jadwal vaksin, yang tersedia adalah AZ maka disuntiklah kami ½ dosis Astra Zeneca. Ohya, saat suntik, saya gugup banget karena pada dasarnya saya takut jarum. Alhasil lengan jadi tegang yang berakibat pas di-njus ngilunya luar biasa sampe keluar air mata. Bhiks. Tapi nyeri pas disuntik itu nggak seberapa sih dibanding efeknya.

Efek di badan setelah booster vaksin ketiga dengan Astra Zeneca:

Hari ke-1 : Demam hingga 38 celcius,

Hari ke-2 : Pegel linu sakit semua. Menggigil dan kata Adrian pas tidur sampe ngigau segala,

Hari ke-3 : Pilek dan tenggorakan mulai gatel,

Hari ke-4 : Pusing hebat disertai mual dan sedikit sesak napas,

Hari ke-5 : Mulai mendingan, perlahan hilang semua efeknya.

Dan di antara semua hari itu, bawaannya ngantuk terus. Parah banget efeknya di saya. Namun saya masih beruntung, efek tersebut datangnya beda-beda tiap hari. Nggak borongan dateng bareng semua. Kalo sampe barengan dateng semua di hari yang sama, duh nggak tau deh saya mampu atau enggak. Thank God ini semua udah berlalu.

Btw, nggak perlu takut vaksin. Efek ini tentu saja berbeda-beda setiap orang tergantung daya tahan (imunitas) tubuh sendiri. Saya sendiri ada komorbid asma, mungkin memang jadi parah banget efeknya di saya. Yang lain efeknya nggak gitu-gitu amat soalnya. Suami cuma pegel-pegel, itu pun nggak nyampe ½ hari. Mama saya sendiri merasakan efek demam di 2 hari pertama. Sementara adek saya demam 3 harian meski begitu ada juga teman saya yang 1 minggu teler. Puji Tuhan, efeknya di saya hanya 5 hari aja walopun jungkir balik rasanya. (Tipikal Indonesia, masih bisa bersyukur dalam segala hal. Hehehe).

Sekian cerita soal booster vaksinnya. Ahya, semoga semua ikhtiar ini makin mendekatkan kita pada kekebalan kelompok (herd immunity) ya. Amiiin.

Kamu sudah booster alias vaksin ke-3? Yuks, yuks.

5 respons untuk ‘Pengalaman Booster Vaksin (ke-3) dengan Astra Zeneca dan Efeknya

  1. Jagawana Kimi berkata:

    Yeaay Mbak Eka sudah booster! Semoga Mbak Eka dan keluarga selalu sehat ya… Btw, aku juga sudah booster, Mbak. Aku kemarin booster-nya dapat Pfizer dan KIPI-nya Alhamdulillah ringan. Cuma pegal di area suntikan saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s