#6 My Lollipop

How can I say no when your gentle lips press upon mine?
Leave me with all the pounder in pine
How can I refuse when your bright eyes ask me to line?
Put my heart flatteredbut not fine
.
Oh baby, please tell me how can I hate you?
When all you bring is far from bitter, even not near to clutter
You make summer all year long in my days
Never argue or make any case
You are the sweet in a candy
The tender in a baby
The sparks in a jewelry
How can I hate you?
I’m knelt down, I love you.

#4 Kupu-Kupu

Senja dimatamu. Menari bersama pedih sembilu. Tak ingin kau jalani. Namun itu takdir yang terjadi.
.
Senja dimatamu. Bergulung bersama takdir yang tak menentu. Manakala lembaran merah Soekarna-Hatta. Berpindah tangan dari si belang ke dalam bra.
.
Senja dimatamu. Kan terus pilu. Kamu, terjebak diantaranya. Tersedot ke dalam pusaranya. Tak berdaya.

#3 Mati Tanpa Suara

Kemarin aku berpapasan dengan angin
Ia memaksaku bicara tentang kamu
Tentang hasrat, tentang mimpi, tentang rasamu
.
Dan aku benci pembicaraan itu
Menggurat luka, menyemai duka
Merusak suasana
.
Tapi aku tak pernah mampu menolak bujuk rayunya
Jadi walau terluka
Aku tetap bicara
Bercerita tentang kamu, tentang cinta, tentang kita
.
Kamu dengan angkuhmu
Dengan harga diri dan egomu
Menggilas rapuh kalbu
Mencabut semua akar hidup yang aku ampu
.
Kamu dengan keras hatimu
Membiarkan aku menangis dalam kelu
Kamu dengan kepala batumu
Menyiksaku dalam bisu
.
Enam tahun berlalu
Luka itu menjadi residu
Dan kamu mati didalam kepalaku
Atau aku yang mati berkalang sendu?

30 Hari Menulis Puisi

Berawal dari mention rame-rame di twitter, entah siapa yang memulai, saya diajak dalam gerakan 30 hari menulis Puisi. Weeeh… saya senang dengan gerakan ini! Gimana ya rasanya setiap hari dipaksa untuk menulis di blog? Menulis puisi pulak! Kalo emang jago puisi siy, yang kayak gini is just a piece of cake! Betul? Tapi buat saya? Yang nulis puisi benar-benar menggantungkan diri pada mood?! Ini benar-benar tantangan! Dan, jangan pernah menantang saya dalam hal beginian! Ini darah batak masih merah dan mendidih jenderal! Saya pasti ikutan :mrgreen: hehehe. Baca lebih lanjut

#1 Mencintaimu

Pernikahan ini adalah sebuah perjalanan pendewasaan diri
Membawaku melalui ruang kehidupan penuh sisi
Dengan banyak lorong berliku;
Sering pelangi, kadang juga jamu
.
Tapi perjalanan ini terasa lebih mumpuni
Karena kamu setia disisi
Menawarkan lengan menggandeng tangan
Menyodorkan rasa berbagi canda
.
Pernikahan ini adalah sebuah perjalanan pendewasaan diri
Membawaku naik ke dimensi kehidupan yang lebih tinggi
Mari arungi perjalanan ini bersama, bersisian dengan selubung asa
Aku menikmati setiap jengkal langkah yang kita ayun bersama
Sejatinya, engkaulah seluruh perjalanan hidupku itu sendiri.