Mooryati Soedibyo: Konsisten Berkarya dan Berkreasi untuk Indonesia

Disclaimer: saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mewawancarai legenda kecantikan Indonesia yaitu Ibu Mooryati Soedibyo. Wawancara ini dimuat di Majalah Express Air pada tahun 2017 yang lalu. Mengingat profil beliau yang begitu menginspirasi maka artikel tersebut saya publish di blog ini sekaligus sebagai kenang-kenangan juga atas hasil karya saya. Hehehe. Enjoy!

“Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kesuksesan,” kalimat tersebut meluncur lembut dari Mooryati Soedibyo, tokoh pengusaha wanita dibalik suksesnya produk Mustika Ratu yang terkenal itu.  Kata-kata tersebut memang tepat menggambarkan apa yang sudah ia jalani selama ini. Merintis usaha jamu di usia 45 tahun yang bagi kebanyakan orang dinilai tidak lagi muda,  Ibu Mooryati (begitu ia akrab disapa) membuktikan bahwa umur bukanlah halangan untuk mencapai sukses. Saat ini PT. Mustika Ratu TBK sudah menggurita dan bahkan berdiri lebih dari 4 dekade lamanya.

Cucu dari Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta itu mengatakan bahwa dari kecil ia memiliki impian untuk memiliki bisnis produksi jamu dan kosmetika tradisional. Saat suaminya, Soedibyo, mulai memasuki masa purna bakti maka Ibu Mooryati pun mengawali usaha jamu sebagai persiapan mendukung perekonomian keluarga.

Ibu Mooryati berkisah bahwa dulu ia memulai produksi jamu di garasi rumah dengan dibantu dua orang pembantu. Usahanya diremehkan orang bahkan pernah juga dicibir karena banyak yang masih menganggap berdagang jamu merupakan hal tabu bagi keturunan keraton. Namun berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah, Ibu Mooryati maju terus meraih impiannya untuk memiliki bisnis produksi jamu. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang dan berekspansi. Saat ini PT. Mustika Ratu Tbk memproduksi lebih dari 500 jenis jamu dan kosmetik bahkan sudah menembus pasar Kanada, Rusia, Belanda, Timur-Tengah, Jepang, Singapura, Brunei, Malaysia, Afrika Selatan dan sejumlah negara lainnya.  “Kerja keras dan selalu haus untuk berinovasi adalah kunci kesuksesan suatu bisnis,” kata eyang 11 cucu dan 3 cicit yang pernah tercatat sebagai wanita dengan nomor urut 7 sebagai 99 wanita yang paling berpengaruh di Indonesia 2007 versi majalah Globe Asia.

Berfoto di samping karangan bunga yang dikirimkan oleh Presiden Jokowi untuk ulang tahunnya.

Kehausannya untuk berinovasi tersebut membawanya melakukan diversifikasi produk dengan membuat beberapa brand untuk segmen pasar yang berbeda. Diantaranya, Produk Mustika Ratu, Produk Jamu, Produk Ratu Mas, Produk Puteri, Biocolor, Bask for Men dan Taman Sari Royal Heritage Spa. Tidak hanya itu, Ibu Mooryati pun mengepakkan sayap bisnisnya dalam dunia pendidikan melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo (LPPMS) serta bisnis perhotelan di beberapa kota di Indonesia.

 

Inovasi adalah Kunci Kesuksesan Suatu Bisnis

Sebagai pribadi yang menyukai tantangan, Ibu Mooryati selalu berusaha melakukan hal-hal baru. Semangatnya untuk selalu berusaha, ia wujudkan dengan meraih gelar Ph.D dari Universitas Indonesia dalam bidang ekonomi dengan spesialisasi keuangan strategis. Ia menamatkan kuliah S3 di usianya yang hampir kepala 8. Hal  itu membuatnya tercatat di MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia.

Dengan semangat berinovasinya tersebut, di tahun 2017 ini, ibu Mooryati memproduksi sebuah film mengenai Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, Raja Mataram yang mampu menyatukan banyak kerajaan menjadi satu di bawah kekuasaannya. “Masyarakat tidak boleh melupakan sejarah, perlu tahu akar dari budaya bangsa kita seperti apa,” ujarnya membeberkan memotivasinya memproduksi film dengan tokoh yang tidak lazim ini. Film yang rencananya akan dirilis akhir tahun 2017 berdekatan dengan peringatan Hari Bela Negara ini sedianya juga hendak mengundang Presiden RI pada saat peluncurannya. Ibu Mooryati Soedibyo memang dikenal memiliki kedekatan dengan 7 presiden Republik Indonesia.

Selain dikenal memiliki jejaring yang baik dengan para petinggi Indonesia, Ibu Mooryati juga memiliki pengaruh yang sangat kuat di dunia kontes kecantikan. Saat ditanya apa yang memotivasinya membangun Yayasan Putri Indonesia, Ibu Mooryati mengatakan bahwa banyak perempuan Indonesia yang cantik dan pintar namun tidak percaya diri. Hal tersebut menginspirasinya untuk membuat ajang kontes Puteri Indonesia yang mengedepankan 3B, yaitu Brain, Beauty and Behavior. “Body, mind and spirit, all should be in a line,” imbuhnya sambil merapikan kacamatanya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa melalui ajang kontes ini maka ia berkeinginan membagi ilmu yang ia dapatkan selama di dalam keraton kepada lebih banyak perempuan. Harapannya, perempuan Indonesia menjadi percaya diri di event internasional Miss Universe guna mengharumkan nama bangsa.

 

Keluarga adalah Pilar Utama Kehidupan 

Ibu Mooryati menambahkan bahwa walaupun penting untuk seorang perempuan menjaga kecantikannya namun tak kalah penting bagi perempuan menjadi cerdas dalam memainkan perannya sebagai penyangga keluarga. Sosok ibu memengang andil yang sangat kuat bagi kesuksesan suami dan anak-anak.

“Tentu saja membangun usaha bisnis itu tidak mudah, ada masa-masa jatuh bangun. Sukses atau gagal itu adalah hal yang biasa dalam berbisnis, yang penting kita harus selalu bersyukur dan dekat dengan keluarga,” demikian kata legenda dunia jamu dan kosmetik Indonesia tersebut.

Terlihat segar di usianya yang sudah lebih dari 80 tahun.

Saat diminta berbagi rahasia pernikahannya yang langgeng dan bahagia, senyumnya terkulum malu-malu. Ibu Mooryati bercerita bahwa dulu ia bertemu dengan Bapak Soedibyo di airport dan tidak menyangka akan menikah dengannya. “Saya menikah di usia yang kata orang tak lagi muda yaitu 28 tahun. Saya ingin menikah karena cinta bukan karena dijodohkan makanya saya tidak mau tergesa-gesa,” ujarnya dengan mata penuh binar kebahagiaan mengenang sosok mendiang suaminya. Tak dinyana, Ibu Mooryati lalu  menembang dalam Bahasa Jawa, “Kaitane wong, dudu bondo, dudu rupo, hamung hati paitane. Luput pisan, keno pisan.”   Yang jika diterjemahkan secara harafiah adalah “modal pernikahan bukanlah uang ataupun rupa namun hati. Sekali engkau tahu kepribadiannya maka engkau akan mengerti cara memperlakukan pasanganmu.” Suara Ibu Mooryati yang renyah dan penuh kebijaksanaan sempat membius seisi ruangan.

Lebih lanjut Ibu Mooryati menjelaskan bahwa terdapat tiga kunci yang harus ada di dalam sebuah pernikahan: asah, asih, asuh. Asah berarti saling mengajari satu sama lain, asih merujuk pada sikap saling mengasihi dan asuh artinya melayani satu sama lain.  “The secret for a happy marriage is actually very easy, you can’t pay for love and happiness, you just have to have it everyday,” imbuhnya lagi.

 

Rahasia Cantik dan Awet Muda ala Mooryati Soedibyo

Tampak anggun, segar dan tetap cantik di usianya yang ke-89, Ibu Mooryati berbagi rahasia cantik dan awet muda yang dimilikinya. Ia bercerita bahwa puasa merupakan lakon wajib yang harus dijalani sedari kecil. Kehidupan di keraton mengajarkan kepadanya untuk puasa prihatin agar mendapatkan kebahagiaan di kemudian hari. Hal ini membuatnya mudah mengatur pola makan. Saat ini ia tidak makan daging dan mengurangi konsumsi gula, garam dan lemak.

Hal kedua yang dilakukan adalah berolahraga. Perempuan yang gemar main tenis sedari muda ini mengatakan bahwa olahraga akan membuat tubuh mengeluarkan hormon bahagia yaitu dopamine dan serotonin. Untuk saat ini, gerak tubuh yang dilakukan Ibu Mooryati adalah berenang dan jalan kaki. Selain mengatur pola makan dan berolahraga, rahasia terakhir yang merupakan kunci awet muda Ibu Mooryati adalah kebiasannya minum jamu sejak gadis. “Minum jamu setiap hari dan ditambah rasa syukur kepada Tuhan setiap saat adalah obat awet muda yang mujarab,” imbuh perempuan yang saat ini sudah memercayakan bisnis yang dibangunnya untuk dikelola anak dan cucu serta memilih menikmati hari-hari dengan kegiatan sosial dan sesekali hadir sebagai pembicara dalam seminar atau simposium.

It’s an honour to meet Ibu Mooryati Soedibyo in person. Mendoakan sehat dan panjang usia selalu ya bu.

Satu setengah jam sesi pertemuan yang penuh inspiratif dan Ibu Mooryati pun menutup wawancara dengan wejangan menarik untuk para perempuan Indonesia, “Setinggi apapun pencapaian yang sudah diraih, ingatlah untuk melayani satu sama lain dengan welas asih.”

Iklan

6 respons untuk ‘Mooryati Soedibyo: Konsisten Berkarya dan Berkreasi untuk Indonesia

  1. Wahyu Blahe berkata:

    Klo udah dua wanita cantik bersama. Sekelilingnya penuh bunga-bunga. Hehehehe. Pesannya, minum jamu tiap hari. Kalau berbisnis, lakukan inovasi terus dan terus.. Semoga Ibu Mooryati sehat-sehat, dan kakak yang buat postingan ini juga sehat-sehat. Aamiin..

  2. Fanny Fristhika Nila berkata:

    Umur 80 an lebih, dan wajahnya masih terlihat seperti 50. Dari sini aja udh terbukti jamu produksinya pasti sangat bagus dan berkhasiat :). Minum jamu ini yg aju masih susah sampe skr. Mama sedari aku smu sudah nyuruh rutin pake skincare supaya kulit wajah ttp kencang dan bersih, plus minum jamu. Skin carenya aku praktekin dr dulu, tp jamunya ga :D. Ga doyan rasanya. Tp skr toh sbnrnya ada yg pil yaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s