On Christmas we decided to spend the day on one of the hotel around Semanggi. It was our favorite hotel for its child friendly. Anyhow, Bastian had his first time swimming in the public pool here. Of course I first managed to buy a neck ring and trunk for his prop. Chose blue as Bastian is a male and for its my fave color
Kategori: Motherhood
Tips Memilih Dokter Kandungan (Obgyn) untuk Kehamilan Buah Hati
Saat menyadari bahwa tamu bulanan saya terlambat datang, hal pertama yang saya lakukan (selain membeli test pack ya) adalah mencari Obgyn alias dokter kandungan yang akan saya percayakan memeriksa serta memberikan input akan kehadiran buah hati. Jelas dunk pilih Obgyn harus hati-hati, karena ini pengalaman pertama saya mengandung maka saya extra picky. Obgyn-nya harus bikin hati nyaman, nggak boleh pelit bicara, jangan mahal-mahal amat (ini penting! Hihihi) dan harus pinter juga. Lha nggak mau dunk punya Obgyn yang kalah pinter sama saya yang modal googling eh. Saya tipe cross check sana-sini soalnya. Alias kritis sendiri. Duh, tabahkanlah hatimu yang menjadi Obgyn-ku. Hahaha.
Ohya dalam memilih dokter kandungan atau Obgyn ini beberapa tips yang saya lakukan: Baca lebih lanjut
Mengapa ASI?
Dulu sebelum hamil, saya nggak ngerti kenapa teman-teman saya rela memompa ASI di jam istirahat dan mengorbankan waktu makan siangnya demi mendapatkan tetes demi tetes ASI. Saya suga nggak ngerti kenapa bahasan ASI itu HOT banget sampe kayaknya kalau ada yang lempar status di Facebook soal ASI itu komennya bisa ratusan. Dulu saya selalu skip kalau ada bahasan ASI. Nggak ngerti. Nggak minat. Err… Mungkin karena dulu naluri keibuan saya belum muncul kali yaaa 😀
Tapi semenjak saya hamil, saya giat mencari informasi mengenai apa yang terbaik buat bayi. Saya rajin baca-baca, diam-diam mengikuti diskusi panas soal ASI dan segala pernak-perniknya. Namun ada yang begitu mengena di hati saat saya membaca kutipan dari Amy Spangler di bawah ini: Baca lebih lanjut
Things That New Parents Should Know
Artikel ini adalah notes yang saya baca di Facebook. Ditulis oleh kawan blogger di Ngerumpi dulu, Larasshita Sania alias dek yayas. Karena menurut saya artikel ini berguna dan sangat membantu orang tua baru maka saya share di sini. Buat saya pribadi, supaya dapat dibaca kembali di lain waktu dan buat khalayak semoga dapat dibaca oleh lebih banyak orang lagi (tidak dibatasi pertemanan di Facebook saja). Take your time, this article really worth your time as a new parent ^_^
********************
Saya ucapkan selamat dulu kepada teman-teman yang baru dikaruniai buah hati, banyaknya foto anak kalian berseliweran di timeline membuat saya gemes dan pengen punya bayi lagi *eeehh
ga ding, bikin saya mengenang pengalaman awal-awal jadi ortu dan begitu banyak pelajaran baru dari prosesnya, izinkan kali ini saya rangkumkan dan semoga bermanfaat untuk pengasuhan bayi-bayi anda ke depan. Baca lebih lanjut
Dancow Stimulearn: Suatu Solusi Untuk Ibu Bekerja
Spend quality time with your children to make them feel loved, wanted, worthy and build their self-esteem up so they go out into the world with confidence. –Nishan Panwar-
Duh, anakkku nanti pinter nggak ya? Aku jarang di rumah soalnya.
Duh, nanti perkembangannya sesuai usianya nggak ya? Aku kerja soalnya.
Wahai Ibu bekerja, sering punya kekuatiran gini nggak? Hayoo ngaku 🙂 Saya sering cemas gini soalnya. Ihiks. Memang nggak bisa dipungkiri kalau tumbuh kembang seorang anak, selain dipengaruhi oleh nutrisi juga dibantu dengan keterlibatan positif dari orang tua. Cuma kan peran perempuan sekarang ini udah nggak terbatas hanya di rumah atau dapur saja ya, saat ini banyak perempuan yang mandiri dan berkarir. Baca lebih lanjut
Curcol: Tips Menghadapi Operasi Sesar
Ngomongin operasi sesar artinya ngomongin pro dan kontra. Menurut saya, keputusan seorang (calon) ibu untuk sesar baik direncanakan atau tidak adalah keputusan yang harus kita hormati. Nggak usahlah jadi bahan omongan atau bahkan bahan bakar buat menghakimi seolah yang sesar itu kurang mulia, kurang berjuang, kurang sejati jadi perempuan, bla bla.. Hei, inget yaaa.. Tiap perempuan punya kemerdekaan atas tubuhnya mau melahirkan dengan cara apa. Normal, sesar, lewat jendela atau lewat pintu… Apalagi ada indikasi medis yang memang mengharuskan disesar. Nggak ada indikasi medis pun… Suka-suka yang ngejalani dan yang mbayari Who are you to judge? Heran deh, jadi perempuan kok senengnya menghakimi sesama kaumnya gitu… Baca lebih lanjut
Di Dalam Kamar Operasi Itu
Saya belum pernah merasakan tajamnya pisau operasi seperti apa. Jadi waktu-waktu sebelum memasuki ruang operasi sungguh waktu yang menakutkan buat saya. Pagi itu, 1 Juli 2014 pukul 07.30 WIB saya di dorong menuju kamar operasi. Perasaan saya campur aduk tapi yang pasti saya banyak berdoa dalam hati :). Di dalam kamar operasi sendiri, suasananya sungguh dingin, ya suhunya, ya environment-nya. Saya merasa terasing. Lonely dan somehow ngerasa aneh gitu.
di tengah kegalauan yang membuat saya sungguh nggak nyaman, dokter anastesi yang bernama dr. Hassan Husssein SPAN pun datang. Saya diminta untuk duduk dan membungkukkan tubuh bagian atas ke depan. Saya nurut aja sih walo rasanya udah lemas banget. Ini lemas bukan karena kondisi fisik tapi karena kondisi psikis. Sesungguhnya saya masih kurang rela harus sesar.
Suasana hati yang seperti itu sepertinya berpengaruh sama keadaan tubuh. Dua kali aja jarum anastesi harus disuntikkan ke tulang ekor saya karena yang pertama entah kenapa gagal. Duh, mana saya ini takut jarum. Jadi begitu dibilang harus diulang suntikannya, yang ada saya mewek.
New Chapter of Our Life
My baby boy’s birth story. With all the dramas yet happiness is in the air at the end 😉
A baby will make love stronger, days shorter, nights longer, bank balance smaller, home happier, clothes dirty, the past forgotten, and the future worth living for. –Unknown-
Tak terasa sudah 1 bulan saya punya gelar baru: IBU. Rasanya? Hmmm, susah bilang gimana rasanya. Campur aduk tak terkira. Tapi quotes di atas itu cukup mewakili perasaan saya dan Adrian. Hahaha. Anyhow, pengen cerita-cerita sedikit tentang proses kelahiran buah hati nih…
Impian saya adalah melahirkan secara normal. Dalam bayangan saya, saat melahirkan nanti maka saya melahirkan di dalam ruangan yang redup dengan suhu ruangan yang tepat serta alunan musik lembut. Suasana dibuat serileks dan senyaman mungkin sehingga bayi kami nanti tidak terlalu terkejut mendapati dunia yang sangat berbeda dengan apa yang telah didiaminya selama sekian bulan di dalam perut. Ya, saya ingin menjauhkannya dari trauma lahir yang bising dan nggak nyaman.
Angan saya tersebut tentunya tidak dapat terjadi kalau harus operasi sesar…
Lihat pos aslinya 930 kata lagi

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.