Berikan yang Terbaik untuk Buah Hati kita: Berikan Buah Lokal

Saya ini seneng banget jalan-jalan ke pasar. Begitu ngeliat warna-warni buah dan sayur rasanya pengen diborong semua deh! Abis cakep sih. Hahaha… Jadi gini.. buah dan sayur mayur memiliki manfaat ajaib buat tubuh. Buah dan sayur mengandung serat, vitamin, antiokidan dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh fana ini sehingga bermanfaat banget untuk melindungi kesehatan kita.

Salah satu buah yang pengen banget saya kenalkan ke anak saya adalah jambu biji alias jambu klutuk. Jambu biji si buah tropis ini mengandung banyak vitamin, diantaranya adalah vitamin C, A dan B1. Selain itu jambu biji juga memiliki kandungan fosfor, kalsium dan zat besi. Banyak manfaatnya kan? Tapi, namanya anak bayi, mana bisa makan buah yang ada bijinya? Duh, gimana dunk? Baca lebih lanjut

Petualangan Makan Bayi BLW 6 Bulan: Jantungan!

Jadi kan yaaa… Dulu banget waktu saya kecil, saya suka sebel kalau disuruh makan sama mamak saya. Waktu makan itu rasanya mengesalkan, kayak adu otot gitulah sama mamak. Perut udah penuh tapi mama saya ngotot bahwa makanan yang udah ditaruh di piring harus dihabiskan. Terus ada banyak makanan yang saya nggak suka tapi dipaksa makan. Akhirnya saya muntahin deh itu makanan-makanan 😀 Errr…. Sounds familiar to you? 😉 wink.

Berangkat dari pengalaman tersebut, saya ingin anak saya menikmati proses makan. Saya ingin ia makan yang ia mau dengan hati senang. Ndilalah ketemulah saya dengan metode BLW alias Baby Led Weaning. Di dalam metode ini anak dikenalkan dengan tekstur dan rasa makanan asli sejak pertama kali makan. Jadi brokoli, wortel, kentang, singkong dsb dsb itu cukup dikukus dan dipotong seukuran jari kemudian diberikan kepada anak. Saya suka sih metode ini karena saya nggak bisa ngebayangin kalau saya disuruh makan bubur campuran brokoli, ati ayam, wortel dan kentang. Jadi, kalau saya aja nggak mau makan itu, kenapa saya harus memberikannya kepada anak saya? Baca lebih lanjut

Resep MPASI Rumahan: Kentang Isi Ubi

Resep Cemilan MPASIAnak sulit makan? Nggak suka karbohidrat atau malah benci nasi? Duh, pasti galau ya. Karbohidrat kan salah satu sumber energi dan bahan bakar buat otak. Jadiii, daripada pusing atau manyun karena anak sulit makan nasi, kenapa juga nggak kita kreasikan masakan menggunakan bahan lain? Karbohidrat kan nggak melulu nasi tapi bisa juga kentang atau ubi. Nah, biar nggak bosen juga makan kentang dan ubi rebus, yuks bikin Kentang isi Ubi dan vice versa. Lho kok vice versa? Temukan jawabannya di bawah ini 😛 Baca lebih lanjut

Resep MPASI Rumahan : Makaroni Kukus

Iseng di hari Sabtu, saya lagi pengen bikin cemilan. Jadilah bikin Makaroni kukus buat snack-nya Bastian ^_^. Dibuat 4 layer: makaroni, buncis, bawang bombay, dan wortel lalu toppingnya keju cheddar. Cara bikinnya gampang kok. Nggak percaya? Sini, sini baca ini dulu.

Resep Makaroni Kukus

Porsi : 7 cup

Waktu Persiapan : 5 menit

Waktu Memasak : 10 menit

Cemilan kesukaan Bastian. Sekali makan bisa habis 1/2 cup! ^_^

Cemilan kesukaan Bastian. Sekali makan bisa habis 1/2 cup! ^_^

Bahan-bahan:

  • ½ plastik Makaroni
  • 2 ons buncis, cincang halus
  • ½ Bawang Bombay sedang, cincang halus
  • 2 buah wortel impor, parut.
  • 50 gr keju, potong dadu
  • 1 butir telur dikocok untuk filling

Cara Membuat:

  1. Rebus makaroni di dalam air panas selama 3 menit. Tiriskan.
  2. Masukkan macaroni, buncis, keju, Bawang Bombay, wortel kemudian keju lagi. Buat secara ber-layer (lapisan) supaya terlihat cantik.
  3. Siramkan telur kocok untuk mengisi rongga-rongga kosong
  4. Kukus selama 15 menit.

DSCN9114

Bikinnya cepet, bahagianya lama. Bastian lahap banget makannya. Btw makaroni bisa diganti dengan kentang, ubi, mie atau bihun. Pernah bikin yang pakai kentang dan rasanya lebih enak karena kentangnya agak-agak manis gitu.

Ohiya, karena snack ini buat Bastian, saya sengaja nggak pakai garam atau gula. Tapi tenaaang, tetap enak kok. Kan pake keju. Jadi agak gurihlah.

Gimana bu-ibu? Mau bikin cemilan apa weekend ini?

 

 

 

Trend Metode Pemberian Makan untuk Bayi dan Menu MPASI 6 Bulan

Yeay! Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Bastian mulai makan! ^_^ Senang dan bingung campur jadi satu. Senang, karena Bastian udah mulai bisa eksplore makanan.Bingung. Anuuh.. Mau makan apa? Metodenya gimana? Mau puree, BLW, Food Combining atau Vegetarian?

Lalala Lilili Pusing pala Barbie! 😀 Hahaha

Ada beberapa metode untuk pemberian MPASI bagi bayi. Kita intip yuks: Baca lebih lanjut

Lulus ASI Eksklusif. Yeay!

Mata saya agak basah pas menulis ini. Hari-hari saat 6 bulan kemarin seolah terbayang kembali di pelupuk mata. Masih ingat betul, hampir tiap pagi saya menstimulasi diri sendiri: “ayo Eka, semangat mompa untuk Bastian.” Tiap hari saya bangun dengan target nggak muluk-muluk: pompa yang banyak biar hari ini Bastian nggak sampai campur sufor. Besok gimana? Pompa dan pompaaa 😀 Begitu terus. Hehehe.

Jangan pikir kalau ASI saya berlimpah-limpah. Produksi ASI saya biasa aja dan produksi yang biasa aja itu jadi terasa kurang saat saya mesti keluar kota atau lembur. Jadi, yang namanya mompa kejar tayang, power pumping buat naikin produksi ASI, terkantuk-kantuk pas tengah malam saat nambah frekuensi mompa… Itu semua sudah saya alami. God knows how hard I tried! Bahkan pernah pas kepepet, Bastian diboyong juga ngintilin saya dinas keluar kota biar ASInya nggak putus.

Tenteng Bastian kemana-mana demi ASI Exclusive! ^_^

Tenteng Bastian kemana-mana demi ASI Exclusive! ^_^

Baca lebih lanjut

First Swimming in the Public Pool

On Christmas we decided to spend the day on one of the hotel around Semanggi. It was our favorite hotel for its child friendly. Anyhow, Bastian had his first time swimming in the public pool here. Of course I first managed to buy a neck ring and trunk for his prop. Chose blue as Bastian is a male and for its my fave color :mrgreen:

 First Swimming
Baca lebih lanjut

Tips Memilih Dokter Kandungan (Obgyn) untuk Kehamilan Buah Hati

Saat menyadari bahwa tamu bulanan saya terlambat datang, hal pertama yang saya lakukan (selain membeli test pack ya) adalah mencari Obgyn alias dokter kandungan yang akan saya percayakan memeriksa serta memberikan input akan kehadiran buah hati. Jelas dunk pilih Obgyn harus hati-hati, karena ini pengalaman pertama saya mengandung maka saya extra picky. Obgyn-nya harus bikin hati nyaman, nggak boleh pelit bicara, jangan mahal-mahal amat (ini penting! Hihihi) dan harus pinter juga. Lha nggak mau dunk punya Obgyn yang kalah pinter sama saya yang modal googling :mrgreen: eh. Saya tipe cross check sana-sini soalnya. Alias kritis sendiri. Duh, tabahkanlah hatimu yang menjadi Obgyn-ku. Hahaha.

Ohya dalam memilih dokter kandungan atau Obgyn ini beberapa tips yang saya lakukan: Baca lebih lanjut