Resep MPASI Rumahan : Makaroni Kukus

Iseng di hari Sabtu, saya lagi pengen bikin cemilan. Jadilah bikin Makaroni kukus buat snack-nya Bastian ^_^. Dibuat 4 layer: makaroni, buncis, bawang bombay, dan wortel lalu toppingnya keju cheddar. Cara bikinnya gampang kok. Nggak percaya? Sini, sini baca ini dulu.

Resep Makaroni Kukus

Porsi : 7 cup

Waktu Persiapan : 5 menit

Waktu Memasak : 10 menit

Cemilan kesukaan Bastian. Sekali makan bisa habis 1/2 cup! ^_^

Cemilan kesukaan Bastian. Sekali makan bisa habis 1/2 cup! ^_^

Bahan-bahan:

  • ½ plastik Makaroni
  • 2 ons buncis, cincang halus
  • ½ Bawang Bombay sedang, cincang halus
  • 2 buah wortel impor, parut.
  • 50 gr keju, potong dadu
  • 1 butir telur dikocok untuk filling

Cara Membuat:

  1. Rebus makaroni di dalam air panas selama 3 menit. Tiriskan.
  2. Masukkan macaroni, buncis, keju, Bawang Bombay, wortel kemudian keju lagi. Buat secara ber-layer (lapisan) supaya terlihat cantik.
  3. Siramkan telur kocok untuk mengisi rongga-rongga kosong
  4. Kukus selama 15 menit.

DSCN9114

Bikinnya cepet, bahagianya lama. Bastian lahap banget makannya. Btw makaroni bisa diganti dengan kentang, ubi, mie atau bihun. Pernah bikin yang pakai kentang dan rasanya lebih enak karena kentangnya agak-agak manis gitu.

Ohiya, karena snack ini buat Bastian, saya sengaja nggak pakai garam atau gula. Tapi tenaaang, tetap enak kok. Kan pake keju. Jadi agak gurihlah.

Gimana bu-ibu? Mau bikin cemilan apa weekend ini?

 

 

 

Trend Metode Pemberian Makan untuk Bayi dan Menu MPASI 6 Bulan

Yeay! Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Bastian mulai makan! ^_^ Senang dan bingung campur jadi satu. Senang, karena Bastian udah mulai bisa eksplore makanan.Bingung. Anuuh.. Mau makan apa? Metodenya gimana? Mau puree, BLW, Food Combining atau Vegetarian?

Lalala Lilili Pusing pala Barbie! 😀 Hahaha

Ada beberapa metode untuk pemberian MPASI bagi bayi. Kita intip yuks: Baca lebih lanjut

Lulus ASI Eksklusif. Yeay!

Mata saya agak basah pas menulis ini. Hari-hari saat 6 bulan kemarin seolah terbayang kembali di pelupuk mata. Masih ingat betul, hampir tiap pagi saya menstimulasi diri sendiri: “ayo Eka, semangat mompa untuk Bastian.” Tiap hari saya bangun dengan target nggak muluk-muluk: pompa yang banyak biar hari ini Bastian nggak sampai campur sufor. Besok gimana? Pompa dan pompaaa 😀 Begitu terus. Hehehe.

Jangan pikir kalau ASI saya berlimpah-limpah. Produksi ASI saya biasa aja dan produksi yang biasa aja itu jadi terasa kurang saat saya mesti keluar kota atau lembur. Jadi, yang namanya mompa kejar tayang, power pumping buat naikin produksi ASI, terkantuk-kantuk pas tengah malam saat nambah frekuensi mompa… Itu semua sudah saya alami. God knows how hard I tried! Bahkan pernah pas kepepet, Bastian diboyong juga ngintilin saya dinas keluar kota biar ASInya nggak putus.

Tenteng Bastian kemana-mana demi ASI Exclusive! ^_^

Tenteng Bastian kemana-mana demi ASI Exclusive! ^_^

Baca lebih lanjut

First Swimming in the Public Pool

On Christmas we decided to spend the day on one of the hotel around Semanggi. It was our favorite hotel for its child friendly. Anyhow, Bastian had his first time swimming in the public pool here. Of course I first managed to buy a neck ring and trunk for his prop. Chose blue as Bastian is a male and for its my fave color :mrgreen:

 First Swimming
Baca lebih lanjut

Tips Memilih Dokter Kandungan (Obgyn) untuk Kehamilan Buah Hati

Saat menyadari bahwa tamu bulanan saya terlambat datang, hal pertama yang saya lakukan (selain membeli test pack ya) adalah mencari Obgyn alias dokter kandungan yang akan saya percayakan memeriksa serta memberikan input akan kehadiran buah hati. Jelas dunk pilih Obgyn harus hati-hati, karena ini pengalaman pertama saya mengandung maka saya extra picky. Obgyn-nya harus bikin hati nyaman, nggak boleh pelit bicara, jangan mahal-mahal amat (ini penting! Hihihi) dan harus pinter juga. Lha nggak mau dunk punya Obgyn yang kalah pinter sama saya yang modal googling :mrgreen: eh. Saya tipe cross check sana-sini soalnya. Alias kritis sendiri. Duh, tabahkanlah hatimu yang menjadi Obgyn-ku. Hahaha.

Ohya dalam memilih dokter kandungan atau Obgyn ini beberapa tips yang saya lakukan: Baca lebih lanjut

Mengapa ASI?

Dulu sebelum hamil, saya nggak ngerti kenapa teman-teman saya rela memompa ASI di jam istirahat dan mengorbankan waktu makan siangnya demi mendapatkan tetes demi tetes ASI. Saya suga nggak ngerti kenapa bahasan ASI itu HOT banget sampe kayaknya kalau ada yang lempar status di Facebook soal ASI itu komennya bisa ratusan. Dulu saya selalu skip kalau ada bahasan ASI. Nggak ngerti. Nggak minat. Err… Mungkin karena dulu naluri keibuan saya belum muncul kali yaaa 😀

Tapi semenjak saya hamil, saya giat mencari informasi mengenai apa yang terbaik buat bayi. Saya rajin baca-baca, diam-diam mengikuti diskusi panas soal ASI dan segala pernak-perniknya. Namun ada yang begitu mengena di hati saat saya membaca kutipan dari Amy Spangler di bawah ini: Baca lebih lanjut

Things That New Parents Should Know

Artikel ini adalah notes yang saya baca di Facebook. Ditulis oleh kawan blogger di Ngerumpi dulu, Larasshita Sania alias dek yayas. Karena menurut saya artikel ini berguna dan sangat membantu orang tua baru maka saya share di sini. Buat saya pribadi, supaya dapat dibaca kembali di lain waktu dan buat khalayak semoga dapat dibaca oleh lebih banyak orang lagi (tidak dibatasi pertemanan di Facebook saja). Take your time, this article really worth your time as a new parent ^_^

********************

Saya ucapkan selamat dulu kepada teman-teman yang baru dikaruniai buah hati, banyaknya foto anak kalian berseliweran di timeline membuat saya gemes dan pengen punya bayi lagi *eeehh
ga ding, bikin saya mengenang pengalaman awal-awal jadi ortu dan begitu banyak pelajaran baru dari prosesnya, izinkan kali ini saya rangkumkan dan semoga bermanfaat untuk pengasuhan bayi-bayi anda ke depan. Baca lebih lanjut

Dancow Stimulearn: Suatu Solusi Untuk Ibu Bekerja

Spend quality time with your children to make them feel loved, wanted, worthy and build their self-esteem up so they go out into the world with confidence. –Nishan Panwar-

Duh, anakkku nanti pinter nggak ya? Aku jarang di rumah soalnya.

Duh, nanti perkembangannya sesuai usianya nggak ya? Aku kerja soalnya.

Wahai Ibu bekerja, sering punya kekuatiran gini nggak? Hayoo ngaku 🙂 Saya sering cemas gini soalnya. Ihiks. Memang nggak bisa dipungkiri kalau tumbuh kembang seorang anak, selain dipengaruhi oleh nutrisi juga dibantu dengan keterlibatan positif dari orang tua. Cuma kan peran perempuan sekarang ini udah nggak terbatas hanya di rumah atau dapur saja ya, saat ini banyak perempuan yang mandiri dan berkarir. Baca lebih lanjut